Sorot Merah Putih, Bandung – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan memutuskan untuk melepaskan para mahasiswa yang sebelumnya diamankan akibat terlibat dalam unjuk rasa anarkis.
Keputusan tersebut diambil sebagai langkah humanis yang mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif ketimbang represif.
Melalui Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyampaikan, kebijakan ini merupakan hasil pertimbangan mendalam dari berbagai aspek hukum maupun sosial.
“Pelepasan para mahasiswa ini bukan tanpa alasan. Kapolda Jabar mempertimbangkan beberapa hal penting, di antaranya bahwa para mahasiswa ini masih bisa dibina,” ujar Hendra, Sabtu (6/9/2025).
Menurut Hendra, permohonan pelepasan juga datang dari berbagai pihak, termasuk pimpinan universitas, orang tua, dan keluarga mahasiswa. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut berperan dalam mencari solusi terbaik demi menjaga stabilitas dan ketertiban.
“Status mereka sebagai mahasiswa menunjukkan potensi besar untuk diarahkan kembali ke jalur yang benar. Mereka adalah generasi muda yang punya mimpi dan cita-cita, serta harapan bangsa,” kata Hendra.
Polda Jabar memastikan identitas dan status para mahasiswa yang dilepas jelas serta menunjukkan itikad baik.
“Mereka tidak berusaha melarikan diri atau menghilangkan barang bukti, dan sudah kooperatif dengan aparat penegak hukum. Ini menjadi salah satu faktor kunci dalam pengambilan keputusan Kapolda,” tambahnya.
Para mahasiswa juga membuat pernyataan tertulis, berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatan anarkis yang melanggar hukum di masa mendatang. Langkah ini diharapkan mampu meredakan ketegangan dan mengembalikan situasi menjadi kondusif.
“Memberikan kesempatan kedua berarti membuka kembali pintu bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan dan berkontribusi positif bagi bangsa,” tegas Hendra.
Sebagai informasi, sejak 29 Agustus hingga 2 September 2025, Polda Jabar bersama jajaran Polres telah mengamankan 727 orang. Dari jumlah tersebut, 670 dilakukan pembinaan, sementara 57 lainnya masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Dengan kebijakan ini, kami berharap semua pihak memahami bahwa tujuan kami bukan untuk menghukum, tetapi untuk membina,” pungkas Hendra.***
Baca di Kabariku.com Demo Mahasiswa Unpas Warnai Bandung, Polisi Bantah Penyerangan Kampus “Hoaks”
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini
















