Hasanuddin, SH
Koordinator SIAGA 98
Sorot Merah Putih – Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum refleksi bagi institusi Polri untuk memperkuat komitmennya sebagai alat negara, bukan alat kekuasaan.
Sejarah telah memberikan pelajaran yang sangat mahal. Pada era Orde Baru, TNI pernah dibawa terlalu jauh ke dalam politik kekuasaan.
Akibatnya, institusi yang seharusnya berfungsi sebagai alat pertahanan negara ikut terseret dalam dinamika politik dan kekuasaan.
Pengalaman tersebut menjadi catatan sejarah yang tidak boleh terulang pada institusi negara mana pun.
Karena itu, Polri harus belajar dari sejarah.
Profesionalisme hanya dapat terjaga apabila Polri berdiri tegak di atas konstitusi, menjunjung supremasi hukum, menjaga netralitas, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan politik praktis.
SIAGA 98 meyakini bahwa Polri adalah alat negara yang memiliki mandat untuk menegakkan hukum, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, serta memelihara keamanan dan ketertiban nasional. Mandat tersebut harus dijalankan secara independen, profesional, dan akuntabel.
Kepercayaan publik merupakan modal utama Polri. Kepercayaan itu hanya akan tumbuh apabila hukum ditegakkan secara adil, tanpa pandang bulu, tanpa intervensi kekuasaan, dan tanpa diskriminasi.
Pada Hari Bhayangkara ke-80 ini, negara dan bangsa berharap Polri semakin profesional, semakin dipercaya rakyat, dan semakin teguh menjadi pengawal konstitusi serta pelindung seluruh warga negara.
SIAGA 98 juga menyampaikan selamat kepada Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, atas dedikasinya dalam proses transisi reformasi POLRI demi terwujudnya Polri yang semakin profesional dan berorientasi pada masa depan.
Upaya memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menjaga kepercayaan masyarakat merupakan ikhtiar yang patut terus dilanjutkan demi terwujudnya Polri yang modern, profesional, dan berintegritas.
Selamat Hari Bhayangkara ke-80
Polri adalah alat negara. Tetaplah menjadi penjaga hukum, pelindung rakyat, pengayom masyarakat, dan pengawal demokrasi-bukan alat kekuasaan.*
Jakarta, 1 Juli 2026
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini













