Sorot Merah Putih, Jakarta – Pidato Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Prof. Dr. Ir. Sufmi Dasco Ahmad SH., MH., di penutupan Kongres Pertama Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf), Sabtu (19/7/2025), mencuri perhatian publik.
Ucapannya tentang “Kancil” yang disebut-sebut menyinggung perubahan logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi sorotan dan memicu berbagai spekulasi.
Dalam pidatonya, Dasco sempat menyebut, “Saya lihat-lihat apakah lambangnya Gekraf berubah jadi Kancil atau enggak. Ternyata enggak, masih,” menyinggung perubahan logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini bergambar Gajah.
Ketua Indonesia Raya Club for Reform atau IRC Reform sekaligus Koordinator SIAGA 98, Hasanuddin, menegaskan, pernyataan Dasco adalah kelakar yang mencerminkan spontanitas psikologis karena kedekatannya dengan simbol gajah.
“Dalam dongeng masa kecil kita mengenal kisah ‘Kancil dan Gajah’. Mereka dua sahabat yang saling melengkapi-kancil yang cerdik dan gajah yang kuat. Filosofi ini mengajarkan bahwa yang kecil dan lemah bisa saling menguatkan dengan yang besar dan kuat,” terang Hasanuddin. Kamis (24/7/2025) malam.
Lebih lanjut, Hasanuddin yang merupakan kader Gerindra ini mengungkapkan, bahwa julukan “Kancil” sudah lama dilekatkan pada Sufmi Dasco, bahkan menjadi panggilan akrab Presiden Prabowo Subianto.
Pada Acara Apel Akbar Kader Gerindra di Senayan, Jakarta, sabtu, 31 Agustus 2024, Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden Terpilih RI 2024-2029, Prabowo Subianto menyapa pertama Sufmi Dasco Ahmad.
“Yang saya hormati dan saya banggakan, saudara-saudara sekalian, terutama semua Kader Partai Gerindra yang hadir, Ketua Harian Prof. DR. Ir. Sufmi Dasco”.
“Sapaan ini tentu suatu kehormatan dan kebanggaan, karena yang pertama disebut,” ucap Hasanuddin.
Sebab itu semua hadirin bertepuk tangan diacara tersebut yang dihadiri ribuan kader Partai Gerindra.
Belun selesai riuh tepuk tangan, lantas Presidebn Prabowo melanjutkan pidatonya dengan menyapa nama panggilan akrab Sufmi Dasco.
“Nah, nama panggilan sehari-hari beliau adalah Kancil,” kata Prabowo seraya tersenyum.
“Banyak yang belum tahu bahwa Kancil itu panggilan akrab Sufmi Dasco. Jadi ketika Dasco menyebut Gajah di Kongres Gekraf, itu spontanitas yang merefleksikan hubungan persahabatan. Bukan sindiran. Justru pesan yang ingin disampaikan: Gajah tidak lengkap tanpa kehadiran Kancil,” tegas Hasanuddin.
Menurut Hasanuddin, hal ini menarik untuk diungkap secara mendalam, bahwa peristiwa ini spontanitas psikologis Sufmi Dasco karena keeratan dirinya dengan Gajah (yang kini menjadi simbol PSI).
“Mengapa? Dalam dongeng masa kecil, kita sudah terbiasa dengan cerita Gajah dan Kancil. Sebagai dua sahabat yang saling melengkapi dan tak terpisahkan. Dongeng ini memiliki filosopi dan pesan moral,” jelasnya.
Gajah, lanjutnya, seringkali membantu Kancil karena beberapa kekurangannya, dan sebaliknya.
Dongeng “Kancil dan Gajah” adalah cerita rakyat yang populer di Indonesia, menceritakan tentang seekor kancil yang cerdik dan seekor gajah yang lebih besar namun kurang cerdik.
Cerita ini sering digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai seperti kecerdikan, kebijaksanaan, dan pentingnya tidak meremehkan orang lain.
“Ada banyak pesan moral dari dongeng Kancil dan Gajah ini, diantara; Kecerdikan, persabahan, kecil dan lemah saling menguatkan dan melengkapi, dan kadang kancil bisa mengalahkan gajah yang lebih besar dan kuat melalui kecerdikannya,” ungkapnya.
Secara psikologis, Hasanuddin menafsirkan, Sufmi Dasco merepresentasikan dirinya sebagai Kancil, dan tentu saja ketika muncul Gajah, maka secara refleks Kancil sebagai sahabatnya hadir.
Ia pun berharap publik tidak salah menafsirkan kelakar tersebut.
“Sufmi Dasco adalah sahabat PSI, dan juga sahabat semua Partai Politik. Semoga mengetahui dan memahami hal ini,” tuntas Hasauddin.*
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini














