• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Jumat, April 24, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Sorot Dwi Warna

KPK-Lemhannas Gembleng 110 Calon Pemimpin Berintegritas di Tengah Ancaman Konflik Kepentingan

Boelan Tresyana oleh Boelan Tresyana
24 April 2026
di Sorot Dwi Warna
Waktu membaca: 4 menit lebih
A A
0

Sorot Merah Putih, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) memperkuat strategi pencegahan korupsi dari hulu dengan membekali 110 calon pimpinan nasional lintas sektor melalui Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 69 Tahun 2026.

Program ini dirancang sebagai intervensi strategis untuk mencetak pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki ketahanan integritas dalam menghadapi potensi korupsi dan konflik kepentingan yang kian kompleks seiring peningkatan jabatan.

BacaLainnya

Minimnya Anggaran KPK dan Dampaknya Terhadap Efektivitas Pemberantasan Korupsi di Indonesia

23 April 2026

KPK Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan BRIN di Tengah Risiko Korupsi Sektor Riset

10 April 2026

KPK Gelar Pelatihan Integritas bagi APH, Targetkan 160 Personel Sepanjang 2026

8 Maret 2026

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menegaskan pendidikan tersebut menjadi “kawah candradimuka” dalam membentuk karakter calon pemimpin nasional. Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang kuat harus berakar pada integritas dan keberanian menjaga prinsip.

“Kepemimpinan yang kuat dimulai dari karakter bersih, berani, dan berpegang teguh terhadap prinsip integritas,” ujar Fitroh saat membuka kegiatan, Kamis (23/5/2026).

Dalam pembekalan, KPK menanamkan nilai kepemimpinan melalui konsep IDOLA (Integritas, Dedikasi, Objektif, Loyal, dan Adil) serta GATOTKACA MESRA (Gerak Cepat, Totalitas, Kreatif, Adaptif, Cerdas, Amanah, Melayani, Empati, Sepenuh Hati, Ramah, dan Antusias) sebagai fondasi etik dalam pengambilan keputusan strategis.

Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, menambahkan bahwa integritas menjadi aspek yang paling disorot publik terhadap pejabat tinggi.

Menurutnya, kemampuan teknis tanpa integritas tidak cukup untuk menjawab tantangan kepemimpinan nasional.

“Melalui pendidikan ini, kami ingin memastikan lahirnya pemimpin yang tidak hanya cakap, tetapi juga berintegritas,” kata Ace.

Baca Juga  Sidang Perdana, Jaksa Ungkap Pertemuan Hasto dengan Harun Masiku di Ruang Kerja Ketua MA

Peserta program berasal dari beragam latar belakang, mulai dari TNI, Polri, ASN kementerian/lembaga, akademisi, partai politik, tokoh masyarakat, hingga perwakilan negara sahabat.

Mereka dipersiapkan untuk menghadapi tantangan nyata, terutama meningkatnya risiko konflik kepentingan dalam pengambilan keputusan publik.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, mengingatkan bahwa konflik kepentingan bukan sekadar persoalan etik, tetapi berpotensi berkembang menjadi pelanggaran hukum jika tidak dikelola dengan baik.

“Konflik kepentingan tidak hanya soal etika, tetapi juga bisa berujung pada masalah hukum,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pemahaman business judgment rule (BJR) serta penerapan good corporate governance sebagai landasan agar kebijakan strategis tetap akuntabel dan tidak menimbulkan risiko hukum.

Belajar dari Dampak Nyata Korupsi

Sebagai bagian dari pendekatan experiential learning, peserta diajak melihat langsung dampak korupsi melalui kunjungan ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara (Rupbasan) serta Gedung Merah Putih KPK.

Di Rupbasan, peserta menyaksikan berbagai barang sitaan-mulai dari kendaraan hingga aset bernilai tinggi-yang mencerminkan kerugian negara akibat praktik korupsi.

Sementara di Gedung Merah Putih, mereka memperoleh pemahaman menyeluruh tentang proses penindakan dan pencegahan korupsi, termasuk mekanisme layanan pengaduan masyarakat.

Pendekatan ini diharapkan memperkuat kesadaran bahwa korupsi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak luas terhadap keuangan negara dan kesejahteraan publik.

Sorotan Internasional dan Komitmen Ke Depan

Program ini turut mendapat perhatian peserta internasional. Salah satunya, Colonel Ang Jeng Kai dari Singapura, yang mengapresiasi komitmen Indonesia dalam pemberantasan korupsi.

“Kami sangat terkesan dengan kemampuan KPK. Saya melihat keseriusan Indonesia dalam memberantas korupsi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kombes Pol Aman Guntoro dari Bareskrim Polri yang menekankan pentingnya komitmen antikorupsi bagi pemimpin masa depan.

Baca Juga  KPK Sisir Gudang Meubelair Sekolah di Jakarta, Antisipasi Celah Korupsi dari Hulu

“Pemimpin harus berkomitmen penuh untuk tidak korupsi, karena jabatan membawa tanggung jawab besar bagi negara dan masyarakat,” tegasnya.

Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, berharap nilai yang diperoleh peserta dapat diimplementasikan saat mereka menduduki posisi strategis di masa depan.

“Pastinya nanti mereka akan mengisi pos-pos strategis negara. Apa yang diperoleh saat ini, semoga dapat diaplikasikan dengan baik ke depan,” pungkas Asep.

Sebagai penutup program, peserta diwajibkan menyusun esai dan rencana aksi sebagai bentuk komitmen implementasi nilai antikorupsi. KPK berharap pembekalan ini mampu melahirkan pemimpin nasional yang tidak hanya kompeten, tetapi juga konsisten menjaga integritas dalam setiap kebijakan dan keputusan yang diambil.*

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

Tags: #MerahPutihTegakBerdiriCalon Pemimpin BerintegritasGATOTKACA MESRAIDOLAKomisi Pemberantasan KorupsiLemhannas RIP4N Angkatan 69 Tahun 2026
ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

COO Danantara Dony Oskaria Pacu Modernisasi KAI untuk Transportasi Massal Terintegrasi Berkelanjutan

Related Posts

Minimnya Anggaran KPK dan Dampaknya Terhadap Efektivitas Pemberantasan Korupsi di Indonesia

23 April 2026

KPK Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan BRIN di Tengah Risiko Korupsi Sektor Riset

10 April 2026

KPK Gelar Pelatihan Integritas bagi APH, Targetkan 160 Personel Sepanjang 2026

8 Maret 2026

Tutup Celah Korupsi Lintas Negara, KPK-CAC Timor Leste Teken MoU

17 Januari 2026

Optimalisasi Asset Recovery, KPK Serahkan Lahan Rp9,83 Miliar di Sumedang untuk Pusdiklat HAM

9 Januari 2026
GOL Pelaporan Gratifikasi Online

Laporan Gratifikasi 2025 Naik 20 Persen: KPK Terima 5.020 Aduan Senilai Rp16,40 Miliar

31 Desember 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

KPK-Lemhannas Gembleng 110 Calon Pemimpin Berintegritas di Tengah Ancaman Konflik Kepentingan

24 April 2026
dok KAI

COO Danantara Dony Oskaria Pacu Modernisasi KAI untuk Transportasi Massal Terintegrasi Berkelanjutan

23 April 2026

Minimnya Anggaran KPK dan Dampaknya Terhadap Efektivitas Pemberantasan Korupsi di Indonesia

23 April 2026

Viral Anggaran Rp1,2 Triliun SIPGN, BGN Pastikan Transparansi dan Keamanan Data Nasional

23 April 2026

MBG yang Bersih, Dampak yang Berlipat: Dari Gizi Siswa hingga Penggerak Ekonomi Lokal

22 April 2026

Pandangan ADPPI atas Gagasan Menteri Keuangan Purbaya terkait Penataan Geo Dipa dan PNM dalam Ekosistem BUMN Panas Bumi dan Transisi Energi Nasional

18 April 2026

Ikhtiar Mengungkap Kasus Besar

16 April 2026

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Logo Baru, Semangat Baru: Pindad Tegaskan Komitmen Kemandirian Teknologi Pertahanan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Anggaran Rp1,2 Triliun SIPGN, BGN Pastikan Transparansi dan Keamanan Data Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Minimnya Anggaran KPK dan Dampaknya Terhadap Efektivitas Pemberantasan Korupsi di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kenapa China Berkembang dan Maju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • COO Danantara Dony Oskaria Pacu Modernisasi KAI untuk Transportasi Massal Terintegrasi Berkelanjutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio