Sorot Merah Putih, Jakarta – Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Kerukunan Antar Suku (FK2AS), Ahmad Sazali, mendesak aparat penegak hukum dan lembaga pengawas keuangan segera menindaklanjuti dugaan rekening gendut milik Bupati Musi Banyuasin yang nilainya disebut mencapai puluhan triliun rupiah.
Menurut Sazali, sikap tegas Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi harus dijadikan pedoman.
Ia mengacu pada pidato Presiden dalam Sidang Paripurna di Gedung DPR, 15 Agustus 2025, yang menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berkompromi terhadap tindak pidana korupsi, apalagi jika dilakukan oleh pejabat publik termasuk kepala daerah.
“Presiden sudah jelas dan tegas menyampaikan tidak ada kompromi terhadap korupsi. Karena itu, dugaan rekening gendut ini harus diselidiki secara serius,” kata Ahmad Sazali, Selasa (2/9/2025).
Ia mengungkapkan, pada Mei 2025 lalu dirinya sudah menyampaikan dugaan tersebut melalui sejumlah media, termasuk sorotmerahputih.com.
Dugaan ini terkait ketidakjelasan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) oleh Bupati Musi Banyuasin.
“LHKPN itu wajib bagi pejabat negara. Kalau benar ada rekening yang tidak dilaporkan, ini indikasi pelanggaran serius,” tegasnya.
Sazali menuturkan, dugaan rekening gendut itu bernilai lebih dari Rp10 triliun dan tersebar di beberapa bank, baik swasta nasional, BUMN, maupun bank daerah di Sumatera Selatan.
“Informasi yang kami terima, ada rekening di salah satu bank swasta dengan nilai fantastis, sekitar Rp10 triliun. Selain itu, ada juga rekening di Bank Sumsel dan bank BUMN dengan nilai triliunan rupiah,” ujarnya.
Meski informasi ini sudah disampaikan sejak empat bulan lalu, Sazali menilai belum ada langkah konkret dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami minta PPATK dan OJK jangan sampai publik beranggapan mereka hanya berani memblokir rekening rakyat kecil, tapi tidak menyentuh pejabat. Kami berharap semua pihak, baik PPATK, OJK, Kepolisian, maupun Kejaksaan bergerak untuk membuktikan kebenaran dugaan ini,” tegasnya.
Sazali menambahkan, transparansi sangat penting agar masyarakat tidak berspekulasi dan kepercayaan publik terhadap lembaga negara tetap terjaga.
“Kami ingin ini terang benderang supaya tidak ada tanda tanya besar di kepala masyarakat, khususnya warga Musi Banyuasin,” tutupnya.***
Baca juga :
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini















