“Jadi kita tidak nyetok. Rata-rata kita mungkin sekitar 15 per hari, tapi nanti pada saat kita sudah full speed bisa 30, 40, 50 juga bisa,” jelas dia.
Ia juga mengatakan, setelah produksi untuk memenuhi kebutuhan pemerintah, Pindad bakal memproduksi Maung untuk masyarakat umum.
“Kita juga lagi proses sertifikasi sipil di Kemenhub, doakan tidak ada masalah, kita tahap 1 udah tidak ada masalah,” ungkapnya.
Maung MV3 merupakan inisiasi Presiden Prabowo saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Inisiasi itu merupakan upaya untuk membangun dan mendukung ekosistem industri otomotif nasional.
Ide inovasi dan arahan Presiden terkait kendaraan taktis dan kendaraan operasional diwujudkan PT Pindad melalui hadirnya Maung yang terus dikembangkan hingga generasi ketiga saat ini.
Kendaraan Maung lahir dari proses pengembangan yang panjang dan komprehensif, dimulai dari tahapan desain, pengembangan produk, validasi, sertifikasi hingga produksi massal, semuanya dilaksanakan secara mandiri oleh PT Pindad sebagai industri pertahanan dalam negeri.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini
















