Sorot Merah Putih, Jakarta – Tragedi yang menimpa Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang tewas usai terlindas kendaraan taktis Barracuda milik Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam, memicu gelombang kemarahan publik.
Peristiwa ini tidak hanya dianggap sebagai kecelakaan, tetapi juga simbol rapuhnya demokrasi dan kegagalan negara melindungi rakyat kecil.
Ratusan Aktivis 98 mengeluarkan pernyataan sikap keras, menuntut pertanggungjawaban penuh aparat dan pimpinan Kepolisian. Mereka menilai kasus ini bukan sekadar persoalan prosedural, melainkan tragedi kemanusiaan yang tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa keadilan.
Surya Wijaya: “Affan Bukan Angka Statistik”
Ketua Presidium Aktivis 98, Muhammad Surya Wijaya, menyampaikan pernyataan tegas bahwa kematian Affan tidak bisa dianggap insiden biasa.
“Affan bukan angka statistik. Ia anak bangsa yang berjuang demi sesuap nasi. Kebrutalan aparat terhadap sosok seperti dia adalah pertanda nyata bahwa demokrasi kita masih rapuh. Kalau kita membiarkan nyawa rakyat kecil dibuang begitu saja, keadilan tidak lagi realitas—melainkan fantasi,” ujar Surya.
Menurut Surya, insiden ini menunjukkan ironi negara: pihak yang seharusnya melindungi justru menjadi penyebab kematian. Ia menegaskan, aparat tidak bisa berlindung di balik alasan situasi lapangan.
Tuntutan Aktivis 98 untuk Keadilan Affan
Dalam pernyataan kolektifnya, Aktivis 98 menyampaikan tuntutan utama, diantaranya:
-Pencopotan Kapolri dan Kapolda Metro Jaya sebagai bentuk tanggung jawab atas kegagalan pengendalian aparat.
-Proses hukum tegas tanpa impunitas terhadap anggota Brimob yang melindas korban.
-Penyelesaian akar persoalan struktural seperti kemiskinan dan ketidakadilan sosial yang menjerat rakyat kecil.
-Jaminan perlindungan kebebasan berekspresi dan hak menyampaikan aspirasi tanpa intimidasi atau kekerasan negara.
-Mengakhiri budaya represif negara dan arogansi elit politik, terutama saat rakyat tengah kesulitan hidup.
-Ketua partai segera copot anggota DPR RI yang dianggap provokasi (partai harus lakukan PAW)
-Menuntut DPR menindaklanjuti tuntutan masyarakat salah satunya soal tunjangan
-Reshuffle segera Menteri dan Wamen bermasalah.
Demokrasi Diuji Darah Rakyat
Surya menutup pernyataannya dengan nada simbolik: “Affan adalah simbol. Kita semua adalah Affan. Selagi rakyat masih berteriak di jalan, nyawa Affan tidak akan sia-sia. Negara tidak boleh berlindung di balik tameng kekuasaan. Keadilan harus ditegakkan, dan pelaku harus bertanggung jawab”.
Pernyataan ini turut ditandatangani oleh ratusan aktivis 98, termasuk nama-nama seperti Ubedillah Badrun, Ray Rangkuti, Wanda Hamidah, Usman Hamid, dan Hasanuddin, mewakili berbagai daerah dari Jakarta, Bandung, Makassar, hingga Kalimantan.
Berikut para aktivis 98 yang menyatakan sikap diantaranya ;
1. Ubedillah Badrun ( Jakarta)
2. Ray Rangkuti (Jakarta)
3. Surya (Bandung).
4. Danar Dono (Jakarta)
5. Antonius Danar (Jakarta)
6. Kusfiardi (Jogjakarta)
7. Wakil Kamal ( Madura)
8. Embay S (Jakarta)
9. Ronald Loblobly (Jakarta)
10. Eko Koting (Jakarta)
11. Fauzan L (Jakarta)
12. Firman Tendri ( Jakarta)
13. Muhammad Jusril (Makasar)
14. Ivan Panusunan (Jakarta)
15. Muradi (Bandung)
16. Agung Dekil ( Jakarta)
17. Syamsudin Alimsyah (Makasar)
18. Abdul Rohman Omen (Jakarta)
19. Jeffri Situmorang (Jakarta)
20. Jimmy Radjah (Jakarta)
21. Remond (Padang)
22. Victor Samosir (Jakarta)
23. Apriyanto Tambunan (jakarta)
24. Bekti Wibowo (Jakarta)
25. Yosep (Ambon)
26. Triwibowo Santoso (Depok)
27. Satyo Komeng (Jakarta)
28. Jove M (Sidoarjo)
29. Deni Kurniawan (Lampung)
30. Raja Muda Pane (Medan)
31. Niko Adian (Jakarta)
32. Bob Radilawe (Jakarta)
33. Dr. Indra P (Jakarta)
34. Dr. Mariko (Bekasi)
35. Fauzi BZ (Jakarta)
36. Danu Umboro (Kudus)
37. Ismail Arif ( Jakarta)
38. Raras Tejo (Jakarta)
39. Okki Satrio ( Kuningan)
40. Michael Oncom (Bekasi)
41. Adhi Wibowo (Tangsel)
42. Sinyo/D Hermanwan (Jakarta)
43. Bambang P (Jakarta)
44. Iman Akhirman (Tangsel)
45. Agus Rihat M (Bekasi)
45. Bobby Pagarbesi (Abu Dhabi)
46. Bobby Sanwani ( Jakarta)
47. Ariel Bajaj ( Jakarta)
48. Yudhi Bonar Sinaga ( Bogor)
49. Suhadi Suryopratomo (Jakarta)
50. Albiansyah EP (Jakarta)
51. Juandi (Subang)
52. Joel ( Belitung/Babel)
53. Rudi (Indramayu)
54. Febri (From Bandung)
55. Irlan (Jakarta)
56. Naga Sentana(bandung)
57. Oky Harahap (Bandung)
58. PristonSagala(Bandung)
59. Ario R (Bandung)
60. Chapunk (Jakarta)
61. Lutfi Nasution (Jakarta)
62. Agus Rihat P. Manalu (Jakarta)
63. Ceko (Jakarta)
64. Avian P (Jakarta)
65. Samsul (Makasar)
66. Rivaldi (Makasar)
67. Mustain (Jakarta)
68. Ridwan Darmawan (Jakarta)
69. Pilian Hutasoit (Jakarta)
70. Pdt. Arif Mirdjaya (Jakarta)
71. Irwansyah Rebex (Jakarta)
72. Djulayha (Jakarta)
73. Riskan Tegeg (Bogor)
74. Ari Kolem (Bogor)
75. M. Lutfi (Bekasi)
76. Azwar Furgudyama (Jakarta)
77. Bayquni(Jakarta)
78. M Mustakim Patawari (NTB)
79. Gobang (Jakarta)
80. Romy Djuanda (Bogor)
81. Armand Faray (Bogor)
82. Wirahadi (Batam)
83. Agus Orek (Purwodadi)
84. Agung Waskito (Semarang)
85. Sahari (Sleman)
86. Yurika (Depok)
87. Deni Wutama (Depok)
88. Jhon Sore (Depok)
89. Pairtan (Bogor)
90. Jhoni Sujarman (Jakarta)
91. Wisnu Simba (Jakarta)
92. Abas (Bekasi)
93. Doddy Pelung (Jakarta)
94. Rakel (Jakarta)
95. Hensyam (Jakarta)
96. Theo (Jakarta)
97. Alfa (Jakarta)
98. GusMaul (Bandung)
99. Bucex (Jakarta)
100. Ridwan (Jakarta)
101. Kardinai (Bogor)
102. Laode Kamaludin Haloho (Jakarta)
103. Bernard Haloho (Jakarta)
104. John Muhammad (Jakarta)
105. Omen Abdurrahman (Jakarta)
106. Hendry Basel (Jakarta
107. Usman Hamid (Jakarta)
108. Wanda Hamidah (Jakarta)
109. Dadi Krismato (Depok)
110. Hasanuddin (Garut-Jabar)
111. Nadia Hastarini (Jakarta)
112. Lukman Nurhakim (Bandung)
113. Riski Ajo (Bandung )
114.Ali Wardhana Isha (Awi-Bandung)
115. Ian (Bandung)
116. Yulianil (Kalimantan Tengah)
117.Dudi setiawan (Cirebon)
118. Iswandi Eka (Jambi)
119. Firman Jan (Nias-Medan)
120. Tony (Madiun)
121.Wandi (Medan)
122. Untung Perangin-angin (Bandung)
123. Yanuar Wijaya (Samarinda)
124. Boy Bawono (Bandung)
125. Riki Th (Bandung)
126. Wati Fatimah (Bandung)
127. Ari (Banjar)
128. Furqan AMC (Bandung)
129. Joko Suryanto (Bandung)
130. Rudy Suhendra (Bandung)
131. Irwan Nirwana (Bandung).
“Hentikan segala bentuk arogansi dan tindakan represif aparat kepolisian dalam menghadapi demonstrasi rakyat. Laksanakan agenda reformasi 1998,” menutup pernyataannya.***
Baca juga :
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini















