Sorot Merah Putih, Jakarta – Desakan agar Jenderal Listyo Sigit Prabowo mundur dari jabatannya sebagai Kapolri semakin menguat setelah insiden tragis yang menewaskan pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21) saat aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.
Affan dilaporkan tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob ketika aparat membubarkan massa. Peristiwa ini memicu kemarahan publik dan gelombang aksi protes yang terus berlangsung di sejumlah daerah sejak Senin (25/8/2025) hingga saat ini.
Wacana Pergantian Kapolri
Wacana pergantian Kapolri dinilai tidak tepat, Hasanuddin, Koordinator SIAGA 98, mengingatkan bahwa perubahan kepemimpinan di tengah situasi rawan justru berpotensi menimbulkan krisis baru.
“Sebab Kapolri adalah pengendali keamanan dan ketertiban secara nasional. Jika diganti, kendali itu tidak ada dan akan menimbulkan krisis baru,” tegas Hasanuddin, Minggu (31/8/2025).
Hasanuddin menilai perintah Presiden Prabowo kepada Kapolri untuk segera menurunkan eskalasi di lapangan sudah tepat.
“Berikan kesempatan kepada Jenderal Listyo Sigit mengatasi situasi dengan cepat dan tepat. SIAGA 98 berharap para petinggi Polri solid mengatasi kondisi ini,” ujarnya.
SIAGA 98: Perkuat Peran Baintelkam
Di sisi lain, Hasanuddin menyoroti pentingnya penguatan peran Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri dalam meredam konflik. Menurutnya, posisi Kabaintelkam Komjen Akhmad Wiyagus perlu diperkuat atau diganti demi meningkatkan langkah persuasif dan pencegahan.
“Sebab intelkam penting dalam situasi saat ini. Untuk pencegahan dan upaya persuasif,” ucapnya.
Sebagai informasi, Komjen Akhmad Wiyagus merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1989 dan akan memasuki masa pensiun pada September mendatang. Tugas utama Baintelkam adalah melakukan penyelidikan, penggalangan, dan pengamanan untuk mengantisipasi berbagai ancaman terhadap keamanan dalam negeri, serta memberikan masukan strategis kepada pimpinan Polri.
Gelombang aksi protes masih berlanjut. Pemerintah diminta memastikan penanganan demonstrasi berlangsung secara humanis, transparan, dan akuntabel, sambil menuntaskan investigasi insiden yang merenggut nyawa Affan Kurniawan.
Sebelumnya, menanggapi perihal desakan pergantian, Kapolri Listyo Sigit menyatakan kesiapannya menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto, termasuk jika harus mengundurkan diri.
“Terkait isu yang menyangkut Kapolri, itu hak prerogatif Presiden. Kita prajurit kapan saja siap,” ujar Listyo dalam konferensi pers usai bertemu denganPresiden Prabowo di ogor, Sabtu (30/8/2025).***
Berita telah tayang di Kabariku dengan judul Kapolri Respon Desakan Mundur, SIAGA 98: Pergantian Saat Ini Bisa Timbulkan Krisis Baru
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini















