• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Minggu, Agustus 2, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Nasional

Aktifis 98 Bicara: Refleksi 27 Tahun Reformasi, Pemerintahan Bebas KKN Bukan Mimpi Tapi Gagal

Boelan Tresyana oleh Boelan Tresyana
31 Mei 2025
di Nasional
Waktu membaca: 3 menit lebih
A A
0

Sorot Merah Putih, Jakarta – Dua dekade lebih sejak reformasi 1998, janji akan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) masih jauh dari realita.

Hal ini mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Aktivis 98 Bicara Refleksi 27 Tahun Reformasi: Pemerintah yang Bebas dan Bersih KKN, Mimpi atau Kenyataan???” yang digelar di Matraman, Jakarta Timur, Jumat (30/5/2025).

BacaLainnya

Selamat Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026

1 Juli 2026
Koordinator SIAGA 98, Hasanuddin

SIAGA 98 Dorong DPR hingga Setneg Kawal Ketat Implementasi Ketentuan Peralihan UU Polri Nomor 5 Tahun 2026

29 Juni 2026

Letkol Teddy Indra Wijaya Raih Penghargaan Taskap Terbaik pada Dikreg LXVII Seskoad 2026

4 Juni 2026

Dalam forum yang menghadirkan para tokoh gerakan reformasi, Hasanuddin, salah satu aktivis 98, tampil dengan kritik tajam dan refleksi mendalam terhadap perjalanan pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Kalau kita tanya hari ini, apakah mimpi Indonesia bebas korupsi jadi kenyataan? Bukan mimpi lagi, ini sudah gagal,” tegas Hasanuddin.

Hasanuddin mengingatkan kembali semangat awal reformasi yang tertuang dalam TAP MPR 1998, salah satunya adalah tuntutan mengadili Presiden Soeharto.

Namun, kata dia, semangat itu tak pernah benar-benar diwujudkan. Meskipun Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi lahir pada 1999 dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibentuk pada 2001, keduanya tak mampu menuntaskan mandat utama: mengadili Soeharto dan kroninya.

“KPK dibentuk sebagai super body, dengan kewenangan luar biasa termasuk menyadap, agar bisa mengadili Soeharto. Tapi sejak awal sudah ditentukan tidak berlaku surut. Jadi gagal dari awal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hasanuddin menyampaikan keprihatinannya bahwa setelah 27 tahun reformasi, korupsi bukannya menurun, tetapi justru semakin tersebar luas.

“Kalau dulu korupsi itu terpusat di elite Orde Baru, sekarang korupsi sudah menyebar ke mana-mana. Ini bukan lagi rezim reformasi, ini hanya hitungan usia,” tegasnya.

Baca Juga  IJP Andry Wibowo Bekali SPN dan Sepolwan se-Indonesia: Tekankan Budaya Anti-Korupsi dan Profesionalisme Polri

Dia membandingkan era saat ini dengan rezim Orde Baru. Jika masa lalu kekuasaan dan korupsi terkonsentrasi, kini justru melebar ke berbagai institusi dan tingkatan pemerintahan.

Hasanuddin pun menyampaikan tiga pesan penting kepada Presiden Prabowo Subianto.

Hasanuddin menekankan bahwa satu-satunya jalan menyelamatkan agenda reformasi adalah jika Presiden mengambil alih langsung kepemimpinan dalam pemberantasan korupsi.

“Kami titip pesan kepada Bung Noel, tolong sampaikan kepada Presiden Prabowo: Pimpin langsung pemberantasan korupsi! Gunakan semua instrumen yang sudah ada, KPK, Kejaksaan, Kepolisian. Tapi bedanya, beri target, beri timeline. Dan pastikan KPK diberi peran khusus untuk menindak penyelenggara negara,” katanya.

Hasanuddin menegaskan bahwa hanya kepala negara yang memiliki mandat dan kekuatan untuk menembus tembok kekuasaan yang sering melindungi koruptor, apalagi ketika korupsi digunakan sebagai alat politik untuk menyerang lawan.

Meski mengkritik tajam KPK yang dianggap telah dilemahkan, Hasanuddin juga menyayangkan sikap publik yang, menurutnya, turut melumpuhkan KPK secara moral.

“Bayangkan, kita minta KPK bekerja maksimal, tapi kita sendiri yang terus menyerangnya. Para pendidik hebat di KPK pun diberhentikan. Undang-undangnya diruntuhkan. Lalu kita berharap keajaiban?” ucapnya retoris.

Sebagai penutup, Hasanuddin menegaskan bahwa agenda pemberantasan korupsi adalah warisan gerakan 98. Karena itu, dia menyerukan agar aktivis 98 mengambil kembali narasi dan kepemimpinan moral dalam isu ini.

“Agenda ini milik kami, milik 98. Jangan malu-malu bicara lagi. Dan jangan biarkan pemberantasan korupsi digunakan hanya sebagai alat politik,” pungkasnya.

Acara ini menjadi panggung penting bagi para mantan aktivis untuk menilai ulang capaian reformasi. Meski diwarnai keprihatinan namun tetap menyisakan harapan, diskusi ini menyuarakan satu pesan tegas: reformasi belum selesai, dan kini bola ada di tangan Presiden Prabowo.*

Baca Juga  Permasalahan Ijazah Jokowi Dinilai Mirip Skandal, Bukan Sekadar Kasus Kriminal

Baca juga :

Refleksi 27 Tahun Reformasi: Wamenaker Dorong Pemerintah Lebih Serius Tangani Ketenagakerjaan dan Korupsi

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

Tags: Aktifis 98 BicaraHasanuddin Koordinator SIAGA 98Pemerintah Bebas dan Bersih KKNRefleksi 27 Tahun ReformasiSimpul Aktivis Angkatan 1998
ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

Bupati Lahat Bursah Zarnubi Resmi Nahkodai APKASI: Dorong Desentralisasi dan Sinergi Pusat-Daerah

Posting Selanjutnya

Strategi Prabowo Memerdekakan Palestina

Related Posts

Selamat Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026

1 Juli 2026
Koordinator SIAGA 98, Hasanuddin

SIAGA 98 Dorong DPR hingga Setneg Kawal Ketat Implementasi Ketentuan Peralihan UU Polri Nomor 5 Tahun 2026

29 Juni 2026

Letkol Teddy Indra Wijaya Raih Penghargaan Taskap Terbaik pada Dikreg LXVII Seskoad 2026

4 Juni 2026

Menko Polkam Apresiasi Komjak, Dorong Insan Adhyaksa Terus Berprestasi dan Menjaga Integritas

30 Mei 2026

Menag Nasaruddin Umar Umumkan Hasil Sidang Isbat: 1 Zulhijah 1447 H pada 18 Mei 2026, Iduladha Jatuh 27 Mei

18 Mei 2026

Beredar Undangan Catut Nama BGN, Bimtek SPPG Nasional 2026 Dipastikan Palsu

10 Mei 2026
Posting Selanjutnya

Strategi Prabowo Memerdekakan Palestina

Wakil Menteri Hukum, Edward O.S. Hiariej dalam acara Webinar Sosialisasi RUU KUHAP

Urgensi Pemberlakuan KUHAP Baru, Berikut Penjelasan Wamenkum Eddy

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Buruh: Kedekatan yang Dibangun Lewat Dialog, Perlindungan dan Aksi Nyata

1 Agustus 2026

Presiden Prabowo Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia di Istana Negara

22 Juli 2026

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

22 Juli 2026

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya di Malang, Tekankan Pengabdian TNI dan Polri untuk Rakyat

18 Juli 2026

Selamat Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026

1 Juli 2026
Koordinator SIAGA 98, Hasanuddin

SIAGA 98 Dorong DPR hingga Setneg Kawal Ketat Implementasi Ketentuan Peralihan UU Polri Nomor 5 Tahun 2026

29 Juni 2026
MBG Watch memasang garis kuning-hitam atau menyegel secara simbolis area depan kantor BGN

Kenaikan BBM, Skandal Tata Kelola MBG dan Mega Koruptor: Kombinasi Yang Perlu Diwaspadai

12 Juni 2026

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lawatan Diplomatik Presiden Prabowo: Hadiri Sidang Umum PBB, Kunjungi Kanada hingga Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Mayjen (Purn) Glenny Kairupan, Direktur Utama Baru Garuda dengan Latar Militer dan Pengalaman Panjang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Alasan DPR Tak Dukung Alimin Ribut Sujono, Hakim Vonis Mati Ferdy Sambo yang Gagal Jadi Hakim Agung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima TNI Agus Subiyanto Mutasi 5 Perwira Isi Jabatan Strategis di BIN, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Buruh: Kedekatan yang Dibangun Lewat Dialog, Perlindungan dan Aksi Nyata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com | djituberita.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio