• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Jumat, Januari 23, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Profil

Belajar Makna Aktivis Pergerakan dari Hariman Siregar dan Bursah Zarnubi

Boelan Tresyana oleh Boelan Tresyana
22 Agustus 2025
di Profil
Waktu membaca: 8 menit lebih
A A
0
Hariman Siregar dan Bursah Zarnubi aktivis dekade 80an saat perayaan ulang tahun ke 72 Hariman Siregar

Hariman Siregar dan Bursah Zarnubi aktivis dekade 80an saat perayaan ulang tahun ke 72 Hariman Siregar

oleh :
Hasanuddin
SIAGA 98

Sorot Merah Putih – “Kalau hanya untuk mengurus diri sendiri, Bang Hariman dan Bang Bursah Zarnubi pasti sudah sangat kaya raya,” demikian pendapat Aktivis Pijar Marlin Dinamikanto.

BacaLainnya

Instagram @sufmi_dasco

Proklamasi Institute: “Makna Sunyi dalam Bab Perjuangan”

26 Oktober 2025
Dr. Nawawi Pomolango, SH, MH, meraih gelar doktor di Unpas dengan predikat yudisium sangat memuaskan dengan IPK akhir 3.91

Eks Pimpinan KPK, Nawawi Pomolango Sukses Raih Gelar Doktor di Unpas Bandung

9 Oktober 2025
Ferry Juliantono saat dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Koperasi di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (8/9/2025).

Ferry Juliantono: Perjalanan Aktivis Reformasi 98 Hingga Dilantik jadi Menteri Koperasi

9 September 2025

Makna solidaritas bagi kedua aktivis senior tersebut bukan semata-mata jargon, melainkan sudah menjadi praktik dalam kehidupan sehari-hari.

Keduanya tidak menumpuk harta secara berlebihan dan tetap merawat persahabatan dengan sejumlah aktivis lainnya baik yang satu generasi maupun generasi sesudahnya.

Hariman Siregar adalah sosok aktivis mahasiswa yang terkenal pada era Orde Baru, khususnya melalui perannya sebagai pemimpin gerakan dalam peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari (Malari) 1974.

Ia adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) yang menduduki jabatan Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia.

Dia mewarisi darah pejuang dari para pendahulunya, seperti Dr. Soetomo, Wahidin Sudirohusodo, saat UI masih bernama STOVIA.

Kalau tujuan berorganisasi hanya untuk kekuasaan, portofolio yang dimilikinya lebih dari cukup untuk sekedar menjadi menteri.

Di kampus Salemba Hariman Siregar pernah menjadi anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), selanjutnya terpilih menjadi Ketua Senat Fakultas Kedokteran, sebelum terpilih menjadi Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) UI periode 1973-1974.

Ia memenangi kursi Ketua Dema UI setelah mengalahkan calon dari HMI, Ismet Abdullah.

Hariman dikenal sebagai aktivis yang menggalang gerakan mahasiswa kritis terhadap pemerintah Orde Baru yang dianggap terlalu condong kepada modal asing. Bersama rekan-rekannya, ia menerbitkan Petisi 24 Oktober 1973 yang memicu gelombang protes mahasiswa, hingga akhirnya memuncak pada peristiwa Malari 15 Januari 1974.

Demonstrasi tersebut berakhir dengan kerusuhan, dan Hariman dituduh terlibat subversi, sehingga dijatuhi hukuman penjara tiga tahun—meski awalnya terancam hukuman mati. Akibatnya, kelulusannya tertunda hingga tahun 1977, tiga tahun lebih lama dari jadwal semestinya.

Hariman dan Bursah Dekade 80-an

Setelah bebas, Hariman Siregar sempat memimpin klub sepakbola Persatuan Sepakbola Jakarta Selatan (PSJS).

Sebelum akhirnya diseret-seret lagi oleh mendiang Amir Husin Daulay dan Agus Lenon untuk menjadi pembicara di lingkungan aktivis mahasiswa.

Dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, tepatnya pada pertengahan 1980-an, Bursah Zarnubi yang juga aktivis HMI menjadi korban kriminalisasi saat memimpin demonstrasi besar-besaran menentang kenaikan SPP di kampusnya, Universitas Jayabaya.

Baca Juga  Ferry Juliantono: Perjalanan Aktivis Reformasi 98 Hingga Dilantik jadi Menteri Koperasi

Selain dipecat dari status kemahasiswaan Bursah juga merasakan dinginnya lantai penjara. Kesamaan nasib ini yang membuat keduanya dekat sejak akhir 1980-an hingga sekarang.

Hariman Siregar yang semula memiliki klinik di Jalan Lautze, pada awal 1990-an pindah ke Cikini Building, mendirikan Baruna Medical Center. Di tempat praktiknya ini Hariman melayani kedatangan para aktivis dari berbagai daerah.

Bahkan di era represif kadang diundang menjadi narasumber di sejumlah kota Indonesia. Bagi aktivis yang tidak memiliki biaya untuk keluar kota atau kehabisan ongkos tidak bisa pulang kampung, Hariman Siregar dianggap sebagai solusi yang tepat untuk didatangi.

Di saat yang bersamaan, Bursah Zarnubi yang pernah menjadi calon kuat Ketua Umum PB HMI di Kongres Riau namun dipaksa mengundurkan diri oleh penguasa Orde Baru, bersama sejumlah pimpinan kelompok Cipayung mendirikan Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (HUMANIKA).

Kala itu Sekretariat HUMANIKA di Jl. Poncol Jaya No.17 kawasan Kapten Tendean sering menyelenggarakan diskusi-diskusi kritis yang dihadiri oleh aktivis lintas ideologi. Keberagaman sudah tercermin di Humanika yang juga menjadi satu di antara shelter para aktivis di Jakarta.

Hariman Siregar (kanan) dan Bupati Lahat 2025 – 2030 Bursah Zarnubi hadir pada serah terima jabatan Bupati Lahat. (dok IG @bursah_zarnubi)

Selalu Mengenang Malari

Sejak keluar dari Penjara setiap tanggal 15 Januari Hariman Siregar selalu memperingatinya, bukan saja mengumpulkan teman seangkatan melainkan juga para aktivis yang lahir sesudahnya. Peringatan itu terus berjalan hingga Soeharto tumbang pada 21 Mei 1998.

Sebelum mendirikan Indonesia Democracy Monitor bersama sejumlah aktivis, antara lain Muslim Abdurahman, Mulyana W Kusumah, Amir Husin Daulay, Agus Edy Santoso, Kastorius Sinaga dan lainnya mendirikan In-Live – semacam lembaga pemantau pemilu – yang acaranya dilaunching di Hotel Horison (sekarang Hotel Sultan) sekitar tahun 1999.

Baru pada Januari tahun 2000, di Taman Ismail Marzuki, Hariman Siregar bersama Prof. Sarbini Somawinata, Ali Sadikin, Adnan Buyung Nasution, Muslim Abdurahman, Rendra, Mulyana W Kusumah dan lainnya bersamaan peringatan Malari ke-26, Hariman Siregar mendirikan perkumpulan Indonesia Democracy Monitor (Indemo.

Perkumpulan ini hingga sebelum Covid-19 rajin menyelenggarakan diskusi reboan.

Penggerak awal diskusi Indemo adalah Amir Husin Daulay dan Agus Edy Satoso, setelah Amir wafat posisinya digantikan oleh Bambang Isti Nugroho.

Setelah Covid diskusi bergeser ke hari Jumat dan masih berjalan hingga sekarang, meskipun dua minggu sekali. Namun peringatan Malari sekaligus hari lahir Indemo tetap masih diperingati hingga sekarang ini.

Tujuan Indonesian Democracy Monitor (Indemo), adalah secara pro-aktif mengawal demokrasi berbasis rule of law dan masyarakat sipil (civil society) tanpa masuk dalam perangkap politik praktis.

Baca Juga  Har Wib dan FC Barcelona

Bersama Indemo, Hariman secara konsisten memperingati peristiwa Malari lewat berbagai diskusi nasional. Pada peringatan 50 tahun Malari di 2024, Hariman menegaskan pentingnya demokrasi sejati, pers yang kuat, dan masyarakat sipil yang mandiri.

Ia juga mengkritik kondisi demokrasi dan utang negara, serta menekankan pentingnya ekonomi yang sehat dan presiden yang akuntabel.

Pada 1 Mei 2025, Hariman mendapat sambutan hangat dalam acara ulang tahun dirinya, bahkan menerima ucapan langsung dari Presiden Prabowo Subianto via telepon.

Di usia 75 tahun, Hariman dikenal sebagai simbol idealisme yang tak pudar dan jembatan penghubung antar generasi aktivis. Pada tahun yang sama, ia menyatakan bahwa jika PDIP dan Gerindra bersatu, politik Indonesia bisa menjadi lebih baik. Ia juga menyerukan pemimpin yang akuntabel, jujur, dan menghindari perpecahan sosial.

Di sisi lain yuniornya, Bursah Zarnubi yang memiliki kepedulian yang sama terhadap kehidupan sehari-hari aktivis berhasil memenangkan konstetasi Pilkada Lahat. Saat dilantik secara serentak Presiden Prabowo yang pernah mengenalnya kaget dan antusias menyambutnya.

Aktivis senior Hariman Siregar turun gunung berkumpul dengan puluhan Simpul Aktivis Angkatan (Siaga) 98 dalam acara kemah aktivis lintas generasi di Garut, Jawa Barat.
Aktivis senior Hariman Siregar turun gunung berkumpul dengan puluhan Simpul Aktivis Angkatan (Siaga) 98 dalam acara kemah aktivis lintas generasi di Garut, Jawa Barat.

Integritas Aktivis yang Tak Tergoyahkan

Berbeda dengan banyak aktivis yang kemudian terjun ke politik praktis, Hariman memilih tetap berada di luar kekuasaan formal. Ia pernah ditawari jabatan politik, tapi menolaknya.

Baginya, kekuasaan sering kali memabukkan dan bisa menggerus idealisme seseorang. Hariman memandang bahwa pengabdian kepada masyarakat bisa diwujudkan lewat profesi dan solidaritas, bukan harus lewat jabatan politik.

Sedangkan Bursah Zarnubi meskipun pernah tiga kali gagal memenangkan Pileg DPR-RI, sekali gagal dalam Pilkada Kabupaten Lahat, namun dia tetap istiqamah, fokus pada tujuan, atau istilahnya di HMI yakin usaha sampai, pada akhirnya terpilih juga menjadi Bupati.

Keberhasilan Bursah tentu saja tidak terlepas dari banyaknya doa orang-orang yang pernah dibantunya. Di luar kekuasaan maupun di dalam kekuasaan, Bursah Zarnubi memang dikenal ringan tangan dalam hal membantu banyak orang.

Jiwa Hipokrates dalam Aktivisme

Sebagai dokter, Hariman menghayati sumpah Hipokrates yang mengajarkan untuk mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan manusia tanpa menyakiti. Prinsip ini tercermin dalam aktivitasnya sehari-hari.

Ia mendirikan rumah sakit sendiri dan menjadikan pelayanan kesehatan sebagai wujud pengabdian nyata kepada masyarakat. Aktivismenya bukan sekadar retorika, melainkan tindakan nyata yang melayani dan menolong sesama.

Meskipun bukan dokter melainkan sarjana ekonomi, Bursah Zarnubi melakukan hal yang kurang lebih sama dengan yang dilakukan seniornya, Hariman Siregar.

Baca Juga  Bupati Lahat Bursah Zarnubi Hadiri Panen Raya: Dukung Visi Presiden, Capai Swasembada Pangan...

Menjaga Jarak dari Kekuasaan ala Lord Acton

Hariman memegang teguh prinsip Lord Acton: “Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely”.

Karena itu, ia memilih menjaga jarak dari posisi kekuasaan formal agar idealismenya tetap utuh. Baginya, peran seorang aktivis adalah menjadi pengawas moral yang menjaga agar kekuasaan tidak menyimpang dari tujuan utama-mensejahterakan rakyat.

Ada pun Bursah Zarnubi diyakini oleh banyak kalangan akan menggunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk kepentingan orang banyak. Sektor perikanan, peternakan dan pertanian akan terus digenjot untuk memakmurkan warga di tanah kelahirannya.

Solidaritas dan Dermawan

Selain fokus pada dirinya sendiri, Hariman dikenal dermawan yang aktif membantu aktivis lain secara moral dan materiil. Ia terus menjaga silaturahmi dengan aktivis lintas generasi, membina solidaritas agar semangat perjuangan tidak pernah padam.

Hariman juga menegaskan pentingnya solidaritas lintas generasi dalam pergerakan aktivis. Dalam berbagai kesempatan, termasuk pertemuan aktivis lintas generasi di Garut tahun 2023, ia konsisten menyuarakan penolakan terhadap wacana presiden tiga periode.

Sikap ini bukan semata politik praktis, tapi manifestasi nyata dari prinsip Lord Acton yang menolak absolutisme kekuasaan.

Dengan menjaga silaturahmi dan mendukung aktivis muda, Hariman membuktikan bahwa perjuangan sosial tidak boleh berhenti pada satu generasi saja.

Solidaritas yang ia pelihara memastikan idealisme dan semangat reformasi tetap hidup, tanpa tergerus oleh godaan politik atau pragmatisme sesaat.

Hal ini menunjukkan bahwa aktivisme yang berlandaskan etika dan solidaritas adalah benteng utama dalam menjaga demokrasi dari penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi moral.

Hariman mengajarkan bahwa keberanian menolak kekuasaan yang tak sehat dan tetap setia pada nilai kemanusiaan adalah esensi perjuangan sejati.

Sosok yang Menginspirasi

Hariman Siregar bukan sekadar catatan sejarah, melainkan teladan hidup yang menginspirasi generasi aktivis kini, termasuk tokoh muda seperti Bursah Zarnubi yang mewarisi semangat dan integritasnya.

Kehadiran Hariman dalam pertemuan aktivis lintas generasi di Garut menjadi bukti bahwa perjuangan berkesinambungan, tanpa kehilangan esensi moralnya.

Dari Hariman Siregar kita belajar bahwa aktivis sejati bukan hanya berani bersuara dan beraksi, tapi juga menjaga integritas, mengutamakan pelayanan, dan menolak godaan kekuasaan demi idealisme yang bersih.

Ia adalah contoh nyata bagaimana nilai-nilai sumpah Hipokrates dan prinsip Lord Acton bisa menjadi pedoman hidup yang membawa perubahan nyata bagi masyarakat.***

Jakarta, 21 Agustus 2025

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

Tags: Bursah ZarnubiHariman dan Bursah Dekade 80-anHariman SiregarIntegritas Aktivis yang Tak TergoyahkanMakna Aktivis Pergerakanperistiwa MALARI
ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

Pamit dari Polda Banten, Irjen Pol Suyudi Ario Seto Diproyeksikan Pimpin BNN RI

Posting Selanjutnya

OTT Wamenaker, Sufmi Dasco: Presiden Prabowo Tak Akan Tolerir Korupsi

Related Posts

Instagram @sufmi_dasco

Proklamasi Institute: “Makna Sunyi dalam Bab Perjuangan”

26 Oktober 2025
Dr. Nawawi Pomolango, SH, MH, meraih gelar doktor di Unpas dengan predikat yudisium sangat memuaskan dengan IPK akhir 3.91

Eks Pimpinan KPK, Nawawi Pomolango Sukses Raih Gelar Doktor di Unpas Bandung

9 Oktober 2025
Ferry Juliantono saat dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Koperasi di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (8/9/2025).

Ferry Juliantono: Perjalanan Aktivis Reformasi 98 Hingga Dilantik jadi Menteri Koperasi

9 September 2025

Menyorot Cak Farkhan: Pemimpin Muda Progresif Nahkoda BMI

15 Juli 2025
Alm Harry Wibowo dikenal Mas Harwib, Pemimpin Redaksi Jurnal Prisma

Har Wib dan FC Barcelona

19 Mei 2025
Jaksa Agung, Dr. Sanitiar Burhanuddin, SH., MH.

Sanitiar Burhanuddin: Sosok Jaksa Karier Berintegritas, Mengabdi Sepenuhnya untuk Korps Adhyaksa

11 Maret 2025
Posting Selanjutnya
Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

OTT Wamenaker, Sufmi Dasco: Presiden Prabowo Tak Akan Tolerir Korupsi

Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Majalengka milik PT BIJB BUMD milik Pemprov Jawa Barat

Pemerintah Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Berikut 36 Bandara Ditetapkan Berstatus Internasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Tutup Celah Korupsi Lintas Negara, KPK-CAC Timor Leste Teken MoU

17 Januari 2026

Buka Career Day MGBK DKI, Kepala BNN RI: Generasi Bebas Narkoba Penentu Indonesia Emas

14 Januari 2026
Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi (Foto:BPMI)

Presiden Prabowo Resmikan Program Sekolah Rakyat Strategi Pengentasan Kemiskinan

12 Januari 2026

Optimalisasi Asset Recovery, KPK Serahkan Lahan Rp9,83 Miliar di Sumedang untuk Pusdiklat HAM

9 Januari 2026

Menutup 2025, Menyongsong 2026 dengan Disiplin dan Keyakinan Politik Rakyat

1 Januari 2026
GOL Pelaporan Gratifikasi Online

Laporan Gratifikasi 2025 Naik 20 Persen: KPK Terima 5.020 Aduan Senilai Rp16,40 Miliar

31 Desember 2025
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan laporan capaian hasil Satgas PKH dan penyelamatan keuangan negara tahun 2025 di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (24/12/2025)

Presiden Prabowo: Jangan Mau Dilobi, Penyelamatan Rp6,6 Triliun Baru Permulaan

26 Desember 2025

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramai Dituding Cuma 30 Persen Susu, Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Susu Program MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tutup Celah Korupsi Lintas Negara, KPK-CAC Timor Leste Teken MoU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima TNI Agus Subiyanto Mutasi 5 Perwira Isi Jabatan Strategis di BIN, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lawatan Diplomatik Presiden Prabowo: Hadiri Sidang Umum PBB, Kunjungi Kanada hingga Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Sjafrie Sjamsoeddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio