Sorot Merah Putih, Jakarta – Bukan hanya bangkrut secara bisnis, PT Indofarma Tbk kini menjadi simbol bagaimana negara bisa gagal melindungi rakyatnya sendiri.
Di balik logo BUMN dan jargon transformasi, ribuan pekerja dan pensiunan perusahaan farmasi pelat merah ini hidup dalam tekanan ekonomi yang nyaris tak tertanggungkan.
Rizal (57), salah satunya. Lebih dari setahun sejak pensiun dari Indofarma, sepeser pun pesangon tak pernah ia terima. Untuk membiayai kuliah dua anaknya, ia menjual perhiasan istrinya, lalu motornya, lalu akhirnya terjerat pinjaman online.
“Awalnya cuma Rp2 juta. Sekarang bunganya sudah belasan juta,” ujarnya lirih dari rumah kontrakannya di Pekayon, Bekasi. Selasa (3/6/2025).
Sementara itu, karyawan aktif seperti Tarsidi harus tetap bekerja penuh meski gaji dipotong hingga 30 persen setiap bulan. Di dapur mereka, bukan hanya nasi yang tipis, tapi juga harapan.
“Kami masih kerja, tapi tak bisa kasih makan keluarga dengan utuh,” katanya.
Skandal Korupsi Pecah, Pekerja Jadi Tumbal
Kondisi ini bukan sekadar akibat tekanan pasar. Audit BPK mengungkap dugaan korupsi lebih dari Rp300 miliar, dari pengadaan alat kesehatan hingga transaksi pinjol yang tak transparan. Indofarma dan anak usahanya, PT Indofarma Global Medika (IGM), runtuh karena ulah elit internalnya sendiri.
Namun yang lebih dulu merasakan dampak bukan para pelaku, melainkan ribuan pekerja dan pensiunan. Serikat pekerja sejak lama melaporkan kejanggalan ke Holding Bio Farma dan Kementerian BUMN, tapi tak pernah digubris.
“Yang dihukum justru orang-orang yang tak tahu-menahu soal korupsi,” ujar Jusup Imron Danu, mantan karyawan IGM.
Krisis Berujung Tragedi Kemanusiaan
Kondisi para pensiunan kini mirip para korban bencana. Di grup WhatsApp mereka, kabar duka datang bergantian: rumah disita, dikejar rentenir, jatuh sakit karena stres. Bahkan ada yang kembali jadi buruh harian di usia senja demi bertahan hidup.
“Kami ini dulu bekerja atas nama negara. Tapi sekarang negara seperti pura-pura tidak kenal,” ucap Abdul Rasyid, yang telah 32 tahun bekerja di bagian produksi.
Indofarma adalah bagian dari Holding Bio Farma, berada langsung di bawah Kementerian BUMN. Namun hingga kini, belum ada kepastian hukum maupun tindakan nyata dari negara untuk menyelesaikan krisis.*RK
Berita tayang di Kabariku.com
Baca juga :
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini
















