• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Selasa, Agustus 25, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Opini

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

Boelan Tresyana oleh Boelan Tresyana
28 Maret 2026
di Opini
Waktu membaca: 3 menit lebih
A A
0
ilustrasi

ilustrasi

oleh :
Bin Bin Firman Tresnadi

Nalar Bangsa Institute

Sorot Merah Putih – Dunia hari ini tidak sedang baik-baik saja. Ketika konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memanas, yang sebenarnya sedang terguncang bukan hanya kawasan Timur Tengah—melainkan jantung peradaban energi global. Selat Hormuz, jalur distribusi minyak dunia, menjadi titik rawan yang setiap saat bisa memicu lonjakan harga energi dan krisis pasokan.

BacaLainnya

Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Buruh: Kedekatan yang Dibangun Lewat Dialog, Perlindungan dan Aksi Nyata

1 Agustus 2026

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

22 Juli 2026
MBG Watch memasang garis kuning-hitam atau menyegel secara simbolis area depan kantor BGN

Kenaikan BBM, Skandal Tata Kelola MBG dan Mega Koruptor: Kombinasi Yang Perlu Diwaspadai

12 Juni 2026

Bagi Indonesia, ini bukan sekadar isu luar negeri. Ini adalah alarm keras: bahwa ketergantungan pada impor energi adalah bentuk nyata dari ketidakmerdekaan ekonomi. Dan di sinilah letak persoalan ideologis kita.

Sosialisme Indonesia tidak bisa dibangun dari slogan. Ia harus berdiri di atas struktur produksi nasional yang kuat—yang menguasai sumber daya, mengolahnya, dan mendistribusikannya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Tanpa hilirisasi, kita hanya bangsa pengekspor bahan mentah. Tanpa industrialisasi, kita hanya pasar bagi produk negara lain. Artinya: tanpa dua agenda ini, sosialisme Indonesia hanya ilusi.

Selama ini kita terlalu lama terjebak dalam model ekonomi ekstraktif—menjual nikel mentah, batubara mentah, bahkan potensi energi mentah—lalu membeli kembali dalam bentuk barang jadi dengan harga berlipat. Ini bukan kedaulatan. Ini ketergantungan yang dilegalkan.

Krisis Energi Global: Momentum atau Ancaman

Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran telah mendorong volatilitas harga minyak dunia dan mengancam rantai pasok energi global.

Indonesia, yang masih mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari, berada dalam posisi rentan terhadap gejolak tersebut.

Baca Juga  Board of Peace: Langkah Prabowo yang Dibenci Kaum Penonton Tapi Diperlukan oleh Bangsa Besar

Pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto secara langsung memerintahkan percepatan elektrifikasi dan pengurangan ketergantungan pada BBM impor sebagai respons atas situasi ini.

Dalam salah satu pernyataannya, Presiden menegaskan arah politik energi nasional: “Saya sudah kasih keputusan politik, dalam waktu sesingkat-singkatnya paling lambat 2 tahun, kita harus punya tenaga surya 100 GW”.

Pernyataan ini bukan sekadar target teknokratik. Ini adalah deklarasi ideologis: bahwa Indonesia harus keluar dari jebakan impor energi dan masuk ke era kemandirian berbasis industrialisasi energi.

Hilirisasi: Jalan Memutus Rantai Ketergantungan

Hilirisasi bukan sekadar kebijakan ekonomi—ia adalah strategi pembebasan nasional. Ketika nikel diolah menjadi baterai, ketika sawit diubah menjadi biofuel, ketika energi surya diproduksi dalam negeri—maka nilai tambah tidak lagi dinikmati oleh negara lain, tetapi oleh rakyat Indonesia sendiri.

Presiden Prabowo telah mendorong puluhan proyek hilirisasi strategis bernilai ratusan triliun rupiah sebagai fondasi transformasi ini. Ini menunjukkan bahwa negara mulai bergerak dari ekonomi berbasis komoditas menuju ekonomi berbasis industri.

Namun harus ditegaskan: hilirisasi tanpa industrialisasi adalah setengah jalan.

Industrialisasi: Mesin Sosialisme Modern

Industrialisasi adalah alat produksi modern. Tanpa itu, tidak mungkin ada distribusi keadilan. Sosialisme Indonesia tidak identik dengan nasionalisasi semata, tetapi dengan kemampuan negara mengendalikan rantai produksi—dari hulu ke hilir—dengan efisiensi, teknologi, dan keberpihakan pada rakyat.

Industrialisasi energi, khususnya, menjadi kunci. Elektrifikasi transportasi, pembangunan energi terbarukan, hingga konversi pembangkit diesel adalah langkah konkret menuju kedaulatan energi. Dalam konteks krisis global, ini bukan pilihan—ini keharusan.

Krisis global hari ini membuka satu kebenaran yang tidak bisa lagi disangkal: negara yang tidak menguasai industrinya sendiri akan selalu menjadi korban dari permainan geopolitik global.

Baca Juga  Aktualisasi Kepahlawanan Figur Polri 

Indonesia harus memilih. Tetap menjadi penonton dalam rantai pasok global, atau menjadi pemain utama dengan kekuatan industri nasional.

Sosialisme Indonesia, jika ingin benar-benar hidup, tidak bisa berdiri di atas pidato. Ia harus berdiri di atas pabrik, smelter, pembangkit listrik, dan teknologi.

Karena pada akhirnya, kedaulatan bukan ditentukan oleh seberapa keras kita berbicara-tetapi oleh seberapa kuat kita memproduksi.

Dan di era krisis energi global ini, hanya bangsa yang berindustri yang akan bertahan.*

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

Tags: Hilirisasi NasionalindustrialisasiNalar Bangsa Institutesosialisme Indonesia
ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

Posting Selanjutnya

Seskab Teddy: Presiden Hadirkan Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas Meriahkan Idulfitri

Related Posts

Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Buruh: Kedekatan yang Dibangun Lewat Dialog, Perlindungan dan Aksi Nyata

1 Agustus 2026

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

22 Juli 2026
MBG Watch memasang garis kuning-hitam atau menyegel secara simbolis area depan kantor BGN

Kenaikan BBM, Skandal Tata Kelola MBG dan Mega Koruptor: Kombinasi Yang Perlu Diwaspadai

12 Juni 2026

Mengapa Dasco Tetap di DPR Saat Kursi Kabinet Terbuka Lebar?

8 Juni 2026

Malaikat Pelindung Silmy Karim

7 Juni 2026

Tantangan Nanik S. Deyang: Menata Ulang Arah dan Integritas Program MBG

4 Juni 2026
Posting Selanjutnya

Seskab Teddy: Presiden Hadirkan Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas Meriahkan Idulfitri

BMI Kecam Hoaks YouTube yang Seret Nama AHY, Siap Tempuh Jalur Hukum

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Penanganan Karhutla, 5.000 ASN Disiapkan ke Enam Provinsi

24 Agustus 2026

Presiden Prabowo Evaluasi Karhutla Kalimantan dan Pemulihan Gempa NTT, Seskab: TNI-Polri Bergerak Cepat

24 Agustus 2026

Tangani Karhutla Kalbar: Presiden Prabowo Kerahkan 3 Batalyon TNI, 6 Helikopter Water Bombing hingga OMC

22 Agustus 2026

Jika Dasco Masuk Kabinet, Itu Bukan Sekadar Reshuffle

11 Agustus 2026

SIAGA 98 Usul Terbitkan Perpres Baru untuk Perkuat Penataan Kelembagaan BGN Pascaputusan MK

5 Agustus 2026

Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Buruh: Kedekatan yang Dibangun Lewat Dialog, Perlindungan dan Aksi Nyata

1 Agustus 2026

Presiden Prabowo Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia di Istana Negara

22 Juli 2026

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lawatan Diplomatik Presiden Prabowo: Hadiri Sidang Umum PBB, Kunjungi Kanada hingga Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Evaluasi Karhutla Kalimantan dan Pemulihan Gempa NTT, Seskab: TNI-Polri Bergerak Cepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima TNI Agus Subiyanto Mutasi 5 Perwira Isi Jabatan Strategis di BIN, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tangani Karhutla Kalbar: Presiden Prabowo Kerahkan 3 Batalyon TNI, 6 Helikopter Water Bombing hingga OMC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Penanganan Karhutla, 5.000 ASN Disiapkan ke Enam Provinsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com | djituberita.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio