• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Minggu, Juni 14, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Opini

Rupiah Centrum: Saatnya Keluar dari Bayang-Bayang Dollar

Boelan Tresyana oleh Boelan Tresyana
18 Mei 2026
di Opini
Waktu membaca: 3 menit lebih
A A
0

Hasanuddin
Koordinator SIAGA 98

Tulisan ini merupakan tanggapan atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk, Jawa Timur, 16 Mei 2026.
“…. rakyat di desa enggak pakai dolar kok”.

Sorot Merah Putih, Jakarta – Pernyataan itu memicu perdebatan. Sebagian ekonom menganggapnya terlalu menyederhanakan persoalan kurs rupiah terhadap dolar.

BacaLainnya

MBG Watch memasang garis kuning-hitam atau menyegel secara simbolis area depan kantor BGN

Kenaikan BBM, Skandal Tata Kelola MBG dan Mega Koruptor: Kombinasi Yang Perlu Diwaspadai

12 Juni 2026

Mengapa Dasco Tetap di DPR Saat Kursi Kabinet Terbuka Lebar?

8 Juni 2026

Malaikat Pelindung Silmy Karim

7 Juni 2026

Namun dibalik pernyataan tersebut, sesungguhnya ada kritik mendasar terhadap cara pandang ekonomi Indonesia yang selama ini terlalu “dollar sentris”.

Selama puluhan tahun, kita dibiasakan melihat ekonomi nasional dari kaca mata dolar.

Seolah-olah kesehatan ekonomi Indonesia hanya ditentukan oleh naik turunnya mata uang Amerika Serikat.

Ketika dolar naik, kepanikan dibangun.

Ketika rupiah melemah, narasi krisis langsung diproduksi. Media ramai memberitakan kurs. Para analis sibuk menggambarkan ancaman. Padahal kehidupan ekonomi mayoritas rakyat Indonesia berjalan bukan dengan dolar, melainkan dengan rupiah.

Petani di desa tidak menerima upah dalam dolar. Pedagang pasar tidak menjual cabai dengan dolar. Buruh, nelayan, tukang ojek, UMKM, hingga warung kecil di kampung seluruhnya hidup dalam ekosistem rupiah.

Inilah realitas yang sering dilupakan oleh para ekonom yang terlalu lama terjebak dalam paradigma dollar centrum.

Cara pandang ini menempatkan dolar sebagai pusat gravitasi ekonomi dunia, sementara rupiah diposisikan hanya sebagai mata uang pinggiran yang nilainya selalu diukur dari kedekatannya terhadap dolar.

Akibatnya, bangsa ini seperti terus didorong untuk merasa inferior terhadap mata uang sendiri.

Padahal kekuatan ekonomi Indonesia sesungguhnya berada pada pasar domestik yang besar, konsumsi rakyat, sumber daya alam, serta perputaran ekonomi internal yang menggunakan rupiah setiap hari.

Baca Juga  Usai Pilkada 2024, Benarkah PKS Tersingkir dari Episentrum Jabodetabek?

Rakyat kecil tidak bangun pagi untuk mengecek kurs dolar. Mereka bangun untuk memastikan harga beras terjangkau, pekerjaan tersedia, hasil panen laku, dan usaha tetap berjalan.

Karena itu, stabilitas ekonomi nasional tidak boleh semata-mata diukur dari fluktuasi dolar.

Yang lebih penting adalah: apakah pangan tersedia, apakah industri bergerak, apakah lapangan kerja tercipta, apakah daya beli rakyat terjaga, dan apakah negara mampu menjaga kepercayaan terhadap rupiah.

Tentu Indonesia tetap membutuhkan dolar dalam perdagangan internasional. Tidak ada yang menyangkal itu.

Tetapi kebutuhan terhadap dolar dalam transaksi global tidak berarti bangsa ini harus tunduk secara psikologis pada dolar.

Inilah yang perlu dibenahi.

Selama ini, ketergantungan terbesar Indonesia bukan semata pada dolar, melainkan pada cara berpikir yang menempatkan dolar sebagai pusat segala ukuran ekonomi.

Padahal dalam praktik kehidupan sehari-hari, rakyat Indonesia lebih percaya menyimpan nilai dalam bentuk emas, tanah, usaha, atau aset riil lainnya dibanding menyimpan dolar.

Artinya, fondasi ekonomi sosial masyarakat Indonesia sebenarnya masih bertumpu pada kekuatan domestik.

Pada titik inilah pernyataan Presiden Prabowo menjadi relevan dan strategis.

Pernyataan itu bukan sekadar soal kurs, tetapi ajakan untuk membangun kepercayaan diri ekonomi nasional.

Sudah saatnya Indonesia membangun paradigma rupiah centrum — sebuah cara pandang yang menempatkan rupiah sebagai pusat realitas ekonomi Indonesia sendiri.

Sebab selama rakyat Indonesia hidup, bekerja, dan bertransaksi menggunakan rupiah, maka rupiah bukan sekadar alat pembayaran, melainkan simbol kedaulatan ekonomi bangsa.*

Artikel telah tayang di Kabariku.com

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

Tags: dollarekonomi pedesaanHasanuddin Koordinator SIAGA 98pedesaanPresiden Prabowo SubiantoRupiahRupiah centrumSimpul Aktivis Angkatan 1998
ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

Menag Nasaruddin Umar Umumkan Hasil Sidang Isbat: 1 Zulhijah 1447 H pada 18 Mei 2026, Iduladha Jatuh 27 Mei

Posting Selanjutnya

Presiden Prabowo: Penambahan Alutsista Perkuat Kedaulatan dan Pertahanan Nasional

Related Posts

MBG Watch memasang garis kuning-hitam atau menyegel secara simbolis area depan kantor BGN

Kenaikan BBM, Skandal Tata Kelola MBG dan Mega Koruptor: Kombinasi Yang Perlu Diwaspadai

12 Juni 2026

Mengapa Dasco Tetap di DPR Saat Kursi Kabinet Terbuka Lebar?

8 Juni 2026

Malaikat Pelindung Silmy Karim

7 Juni 2026

Tantangan Nanik S. Deyang: Menata Ulang Arah dan Integritas Program MBG

4 Juni 2026

Presiden di Panggung Dunia, Mendagri Menjaga Kesinambungan Pemerintahan

31 Mei 2026

Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Badai Politik

8 Mei 2026
Posting Selanjutnya

Presiden Prabowo: Penambahan Alutsista Perkuat Kedaulatan dan Pertahanan Nasional

Tinjau PLTP Darajat, Bupati Garut Dorong Swasembada Energi Bersih dan Ekonomi Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

MBG Watch memasang garis kuning-hitam atau menyegel secara simbolis area depan kantor BGN

Kenaikan BBM, Skandal Tata Kelola MBG dan Mega Koruptor: Kombinasi Yang Perlu Diwaspadai

12 Juni 2026

Mengapa Dasco Tetap di DPR Saat Kursi Kabinet Terbuka Lebar?

8 Juni 2026

Malaikat Pelindung Silmy Karim

7 Juni 2026

SIAGA 98 Dukung Kejagung Usut Tuntas Korupsi BGN, Minta Permohonan JC Soni Sonjaya Ditolak

6 Juni 2026

Presiden Prabowo Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Tekankan Dedikasi Pelaksana untuk Generasi Emas 2045

5 Juni 2026

Letkol Teddy Indra Wijaya Raih Penghargaan Taskap Terbaik pada Dikreg LXVII Seskoad 2026

4 Juni 2026

Tantangan Nanik S. Deyang: Menata Ulang Arah dan Integritas Program MBG

4 Juni 2026

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa Dasco Tetap di DPR Saat Kursi Kabinet Terbuka Lebar?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Sjafrie Sjamsoeddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Urgensitas Keberadaan Hakim Komisaris dalam Penegakan Hukum KUHP 2023

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lawatan Diplomatik Presiden Prabowo: Hadiri Sidang Umum PBB, Kunjungi Kanada hingga Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima TNI Agus Subiyanto Mutasi 5 Perwira Isi Jabatan Strategis di BIN, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com | djituberita.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio