RUMAH TANPA AIR MENGALIR
rumah tanpa air mengalir
belum juga berakhir
bahkan kecemasannya
menjelma jadi sebuah sungai
yang meluap air kecemasan
sangat membosankan
dari mana sumber mata airnya, tanyamu
yang sekian abad sebelum masehi
tak pernah menyentuh tubuh musim hujan
kini terkunci sangkar besi
dipecahkan suara anak dinihari
rumah tanpa air mengalir
telah disuguhi darah dan senjata
antara perang timur tengah
tak berkesudahan
sakit nyeri di telapak kaki kiri
menunggu jawaban pandita apakah bermata tiga ?
sampai juga kubaca tadi pagi
minumlah air kekal, pesan rabi
di sumur tua samaria
yang mengalir abadi
sampai tanah surga
Jakarta, Minggu 28 Oktober 2024
KOTA TANJUNG PANDAN SUATU PAGI
kota tanjung pandan suatu pagi
masih kukejar sisa kantuk kelaparan akut dinihari
ketika sudah turun dari pesawat terbang
hanya kengerian membaca kisah anak negeri
terperosok nyanyian nada minor
di semak belukar kota zaman batu
tercium aroma kopi hitam tanpa matahari
bersiap menulis air rawa permukiman kumuh
menyantap sampah dan rebusan eceng gondok
lalu kutemukan sungai-sungai purba di bawah tanah
yang bermandikan air nuklir
alangkah kaya alam dan hutan di kabupaten belitung
para nelayan bersuka ria
mengirim hasil tambang pasir
ke pelabuhan yang nyaris merapat dengan lautan emas
milik singapura
Belitung, Kamis, 26 September 2024
MELEPAS LAUT TANJUNG KELAYANG
mengauli kepenatan
pergumulan hidup
pohon liar rasa pahit
itu nyanyian tangisanku
delapan bulan
ziarah kubur di rumah ibadah
kota-kota sudah terbakar
tinggal dalam kegelisahan
dilepas jangkar berkarat
di pantai tanjung kelayang
aku langsung menyatu
dengan seribu akar matahari
seperti ikan terasing
lalu tenggelam dalam lautan bebatuan
percakapan terbentur di batu iman tegar
tak sempat disantap burung elang hitam
pada pagihari
masih diselimuti ketegangan
Belitung, Babel, Minggu 29 September 2024
BERGUMUL DENGAN MATAHARI PAGI
bergumul dengan matahari pagi-
hari ini
seperti aku tak lagi mendengar
penjual lapak menawarkan
daun-daun hijau
nyaris rontok
menimpa pohon-pohon terlantar
kekeringan
lalu sajakku bersetubuh
dengan aspal jalan hitam
yang masuk kompleks permukiman
diam
batu-batu bisu
berterbangan
orang-orang gerak badan
dalam gua kelahiran
nyaris berkelahi
dalam keterasingan
Jakarta, Oktober 2024
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini
















