Sorot Merah Putih, Jakarta – Pemerintah menyiapkan langkah percepatan pembukaan 500.000 hektare lahan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa meningkatnya permintaan bahan baku dapat memicu lonjakan harga dan tekanan inflasi.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menyampaikan bahwa kebutuhan bahan baku program tersebut jauh lebih besar dibanding estimasi awal, sehingga memerlukan penataan ulang pasokan pangan nasional.
“Program MBG ini butuh bahan baku dalam jumlah besar. Kami tidak ingin implementasinya justru mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok. Itu sebabnya Pak Presiden memberikan instruksi agar koordinasi dipercepat,” ujar Nanik seusai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Kamis (20/11).
Pasokan Susu Mulai Menipis, Pemerintah Bangun Peternakan Sapi
Salah satu persoalan yang mulai terlihat adalah minimnya pasokan susu untuk menu MBG. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah tengah menyiapkan pembangunan peternakan sapi dalam skala besar.
“Kami sudah mulai kesulitan mencari susu. Karena itu akan dibuat peternakan sapi untuk memenuhi kebutuhan MBG dan juga masyarakat,” kata Nanik.
Peternakan itu ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 3 juta liter susu per hari. Selain susu sapi, lahan yang sama diproyeksikan memproduksi susu kedelai dan sayuran sebagai bagian dari diversifikasi bahan baku program.
“Selain susu sapi, akan diproduksi juga susu kedelai. Untuk sayur-sayuran, Pak Nusron akan membuka lahan baru,” lanjutnya.
Lokasi Lahan: 300 Ribu Hektare di Luar Jawa, 200 Ribu di Jawa
Dari total lahan yang direncanakan, 300.000 hektare akan dibuka di luar Jawa, sedangkan 200.000 hektare dibuka di Pulau Jawa. Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Agrinas disebut telah menyiapkan langkah operasional untuk membuka lahan tersebut.
“Mulai malam ini sudah bergerak. Untuk peternakan, Pak Prabowo sudah instruksikan agar langsung dikerjakan. Pengelolaan pakan dan ternak dilakukan secara terintegrasi di lokasi,” ujar Nanik.
Ketergantungan Kedelai Jadi Sorotan
Nanik juga menyinggung tingginya kebutuhan kedelai, terutama untuk produksi tahu dan tempe yang menjadi bagian dari menu MBG.
“Satu dapur membutuhkan 200 sampai 300 kilogram tahu atau tempe per hari. Kalau tidak menanam kedelai sendiri, pasokan bisa kurang. Saat ini baru sekitar 50 persen yang terpenuhi,” tuturnya.
Menurut Nanik, antisipasi pasokan bahan baku perlu dilakukan sejak dini agar pelaksanaan MBG tidak menimbulkan gejolak harga di tingkat masyarakat.
“Jangan sampai ada kenaikan harga yang tidak terkendali. Semua pihak kami minta ikut menyiapkan bahan bakunya,” kata dia.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini













