Sorot Merah Putih, Denpasar – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai, menhadiri sekaligus meresmikan pendirian Pusat Kajian HAM yang berlokasi di Museum Agung Pancasila, Renon, Denpasar, Bali, pada Sabtu (10/5/2025).
Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Pigai, sebagai simbol dimulainya kerja sama strategis antara Kementerian HAM dengan lembaga pendidikan dan kebudayaan di Indonesia.
Dalam acara tersebut, Menteri Pigai didampingi oleh Ketua Yayasan Kepustakaan Agung Bung Karno, Shri I.B. Darmika Marhen, yang akrab disapa Gus Marhaen, serta anggota DPD RI, Dr. I Gusti Ngurah Arya Wedakarna.
“Kedatangan saya atas undangan dari anggota DPD RI, Dr. Arya Wedakarna, dan Ketua Yayasan Kepustakaan Agung Bung Karno, Gus Marhaen. Kehadiran saya di sini adalah bagian dari upaya membangun peradaban HAM dan mencari sahabat HAM dari berbagai komponen bangsa, termasuk akademisi,” ujar Menteri Pigai.
Museum Agung Pancasila, menurut Pigai, akan dikembangkan sebagai pusat persemaian nilai-nilai Pancasila dan HAM. Ia menekankan bahwa setiap sila dalam Pancasila sejatinya mengandung prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia.
“Nilai-nilai dalam Pancasila semuanya adalah nilai-nilai HAM. Yang membedakan hanya istilahnya saja. Kami akan terus bekerja sama mengembangkan peradaban HAM berbasis Pancasila,” tegas Pigai.
Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan kerja sama dan tidak berhenti pada seremoni semata. “Saya harap ini tidak hanya menjadi kegiatan simbolik, tetapi benar-benar menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan,” tambahnya.

Sebelum meresmikan Pusat Kajian HAM, Menteri Pigai juga menyempatkan diri mengunjungi Museum Agung Bung Karno yang terletak di sebelah selatan Museum Agung Pancasila.
Ia mengaku kagum atas koleksi sejarah dan dedikasi di balik pendirian kedua museum tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi dedikasi anak bangsa, khususnya putra daerah Bali, yang secara mandiri membangun museum ini sebagai warisan sejarah bagi generasi mendatang,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Kepustakaan Bung Karno, Gus Marhaen, menyampaikan komitmennya untuk mendukung program-program Kementerian HAM. Ia menyatakan kesiapan yayasannya untuk menjadikan Museum Agung Pancasila sebagai pusat pembelajaran.
“Jika rencana pembangunan Universitas HAM oleh Kementerian HAM terlaksana, kami siap mendukung dan menjadikan museum ini sebagai bagian dari proses pendidikan dan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan,” ungkap Gus Marhaen.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Museum Agung Bung Karno dan Museum Pancasila mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Provinsi Bali, mengingat museum ini menyimpan koleksi sejarah penting dalam perjalanan bangsa.
“Museum ini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi saya persembahkan untuk bangsa dan negara,” pungkasnya.
Dengan peresmian ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sipil dapat terus tumbuh dalam rangka memperkuat nilai-nilai HAM dan Pancasila di Indonesia.*Boelan
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini
















