Sorot Merah Putih, Jakarta – Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menorehkan capaian penting di sektor energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut, dua tonggak utama berhasil dicapai: kenaikan lifting migas dan percepatan transisi energi baru terbarukan (EBT).
“Energi yang pertama di 2025, dari lifting kita yang cuma 580 ribu barel sekarang sudah mencapai 605 ribu barel,” kata Bahlil usai menghadiri Investor Daily Summit 2025 di Jakarta, Kamis (9/10/2025).
“Yang kedua, untuk transisi energi, dari 11 persen kini sudah naik menjadi 15,5 persen dari total bauran listrik nasional,” lanjutnya.
Capaian ini, kata Bahlil, menunjukkan arah pembangunan energi Indonesia semakin jelas dan terukur. Pemerintah tidak hanya fokus mengejar target angka, tetapi juga memastikan bahwa kemandirian energi nasional benar-benar bertumpu pada kekuatan dalam negeri.
Energi Tak Bisa Instan: Butuh Kesabaran dan Konsistensi
Bahlil menegaskan, mewujudkan swasembada energi bukan perkara mudah. Berbeda dengan pangan yang dapat diproduksi dalam hitungan bulan, sektor energi membutuhkan waktu bertahun-tahun, investasi besar, dan dukungan teknologi tinggi.
“Kalau pangan cukup ada lahan, pupuk, dan modal, tiga bulan bisa panen. Tapi kalau energi, ada uang dan teknologi sekalipun, hasilnya baru terlihat setelah tiga tahun—syukur kalau ada,” ujarnya dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (2/7/2025).
Menurut Bahlil, sektor energi adalah sektor strategis yang menuntut ketekunan, kecermatan, dan integritas nasional. Karena itu, setiap kebijakan pemerintah diarahkan untuk memperkuat fondasi eksplorasi sumber daya alam dan efisiensi energi berkelanjutan.
Capaian Nyata, Arah Pasti
Bahlil menyebut, peningkatan produksi migas dan bauran EBT menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia sedang bergerak menuju kemandirian energi yang sesungguhnya.
Langkah-langkah strategis pemerintah, termasuk mendorong investasi, hilirisasi, dan diversifikasi energi, dinilai semakin memperkuat ketahanan energi nasional.
“Kita harus kerja keras, kerja cerdas, dan kerja dengan doa. Karena kalau Allah tidak membukakan jalan, sumber daya itu tidak akan muncul,” ungkapnya.
Pemerintah memastikan, seluruh program energi disusun berdasarkan perhitungan jangka panjang, agar Indonesia tidak hanya mandiri secara energi, tetapi juga berdaulat dalam pengelolaan kekayaan alamnya sendiri.
Transisi Energi dan Kedaulatan Nasional
Di bawah arahan Presiden Prabowo, Kementerian ESDM mempercepat program transisi energi, termasuk penggunaan energi baru terbarukan di pembangkit listrik nasional.
Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah nyata Indonesia menuju ekonomi hijau, tanpa mengorbankan stabilitas pasokan energi konvensional yang masih dibutuhkan masyarakat dan industri.
Bahlil menegaskan, pemerintah akan terus mendorong kolaborasi antara BUMN, swasta, dan masyarakat dalam memperluas investasi energi, demi memastikan kemandirian ekonomi bangsa.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini















