Sorot Merah Putih, Jakarta – Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. memimpin upacara wisuda purnabakti bagi sejumlah pimpinan dan hakim agung di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Upacara ini menjadi bentuk penghormatan atas pengabdian panjang para pejabat tinggi lembaga peradilan tertinggi itu.
Mereka yang diwisuda antara lain Ketua MA periode 2020–2024 Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H., Ketua Kamar Militer periode 2018–2025 Mayjen TNI (Purn) Dr. Burhan Dahlan, S.H., M.H., serta Hakim Agung Dr. H. Purwosusilo, S.H., M.H., Dr. Desnayeti M, S.H., M.Hum., dan Dr. Drs. Abdul Manaf, M.H., yang diwakili oleh keluarga.
Upacara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung, dilanjutkan pembacaan doa dan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia. Para hakim agung yang purnabakti kemudian menyerahkan kalung jabatan dan tanda kehormatan kepada Ketua MA sebagai simbol berakhirnya masa tugas.
Dalam sambutannya, Sunarto menyampaikan bahwa purnabakti bukan sekadar akhir masa jabatan, melainkan momen refleksi atas perjalanan panjang pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Purnabakti adalah ruang untuk menilai sejauh mana jabatan dijalankan dengan amanah dan tanggung jawab. Jabatan yang dijalankan dengan ketulusan akan meninggalkan jejak yang kekal,” ujar Sunarto.
Sunarto juga menegaskan, setiap capaian yang diraih Mahkamah Agung saat ini tidak lepas dari peran dan dedikasi para pendahulu.
“Seribu langkah selalu dimulai dari satu langkah, dan langkah pertama merekalah yang membuka jalan bagi sejarah panjang lembaga ini,” katanya.
Ia menyoroti makna simbolis dari atribut hakim agung. Warna kuning pada toga disebut melambangkan kebijaksanaan dan kematangan moral, sementara cakra emas mencerminkan keseimbangan serta kekuatan dalam menjaga keadilan.
Menurut Sunarto, kedudukan hakim agung dalam sistem hukum Indonesia memiliki arti penting karena merupakan puncak dari profesi kehakiman—“hakimnya para hakim” yang menjadi panutan bagi seluruh jajaran peradilan.
“Setiap langkah pengabdian, sekecil apa pun, akan bermakna besar jika dijalankan dengan ketulusan hati dan niat memberi manfaat bagi sesama,” tuturnya.
Acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Ketua MA beserta istri, diikuti seluruh pimpinan dan hakim agung, dengan diiringi lagu Syukur.
Hadir dalam kesempatan tersebut mantan Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Agung, para Ketua Muda Kamar, para Hakim Agung, Ketua Umum Dharmayukti Karini, pejabat eselon I dan II Mahkamah Agung, serta keluarga besar para wisudawan purnabakti.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini














