• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Senin, April 13, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Opini

Ironi Nobel Perdamaian dan Wajah Baru Kontra-Revolusi

Boelan Tresyana oleh Boelan Tresyana
16 Oktober 2025
di Opini
Waktu membaca: 5 menit lebih
A A
0

oleh :
Ahmad Faisal Ibrahim
Sekretaris DPK Partai PRIMA Kota Bogor

‎Sorot Merah Putih – Ketika Komite Nobel di Oslo mengumumkan bahwa penghargaan Nobel Perdamaian 2025 diberikan kepada Maria Corina Machado, banyak pihak menyambutnya sebagai kemenangan demokrasi di Venezuela.

BacaLainnya

ilustrasi

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

28 Maret 2026
ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Dari Dekonstruksi ke Rekonstruksi: Jika Rocky Gerung Masuk Pemerintahan Prabowo Subianto

4 Maret 2026

Machado disebut sebagai pejuang hak asasi manusia dan simbol perlawanan terhadap otoritarianisme. Namun, bagi rakyat pekerja Venezuela dan kaum kiri di seluruh dunia, keputusan itu justru menjadi lelucon pahit.

Sebab perempuan yang dielu-elukan itu bukanlah pejuang perdamaian, melainkan agen restorasi neoliberalisme-wajah baru dari apa yang disebut kontra-revolusi borjuis.

Demokrasi sebagai Kedok Restorasi Neoliberal

Sejak awal, Maria Corina Machado bukan hadir dari rahim rakyat tertindas, melainkan dari kelas borjuis lama yang kekuasaannya runtuh setelah revolusi Bolivarian di bawah Hugo Chávez.

Ia dikenal sebagai pendukung privatisasi, pembela kepentingan perusahaan minyak multinasional, dan figur yang secara terbuka meminta intervensi Washington untuk menggulingkan pemerintahan sah Venezuela.

Ia bukan berjuang untuk demokrasi substantif-yakni kekuasaan rakyat atas sumber daya dan kehidupan mereka sendiri-melainkan untuk mengembalikan Venezuela ke orbit kapitalisme global.

Machado adalah wajah yang sopan dari sebuah proyek lama: pengambilalihan kembali kekayaan nasional oleh korporasi internasional. Di bawah slogan “kebebasan”, ia berjuang agar minyak Venezuela kembali dikelola oleh swasta.

Di bawah dalih “hak asasi manusia”, ia mendukung sanksi ekonomi yang justru membuat jutaan rakyat kehilangan akses terhadap pangan dan obat-obatan.

Baca Juga  Jalan Baru Menuju Kedaulatan Desa

Itulah ironi paling menyakitkan: penghargaan “perdamaian” diberikan kepada seseorang yang membela sanksi-alat perang paling halus dari imperialisme modern.

Kontra-Revolusi dan Kekerasan yang Berpakaian Moral

Dalam sejarah politik Latin Amerika, pola seperti ini sudah berulang kali muncul. Dari Chili hingga Bolivia, dari Nikaragua hingga Brasil, setiap kali kekuasaan rakyat mulai membangun sistem ekonomi yang menantang logika pasar global, selalu muncul figur-figur “demokrat” yang mengusung reformasi pro-pasar sebagai jalan penyelamatan bangsa. Mereka adalah agen kontra-revolusi—bukan dengan senjata, tapi dengan narasi moral. Demokrasi dijadikan selimut bagi kepentingan modal.

Kekerasan mereka tidak lagi berupa kudeta militer berdarah, melainkan pembunuhan ekonomi yang bertahap: embargo, blokade, dan privatisasi. Inilah bentuk baru imperialisme abad ke-21.

Ia tak lagi datang dengan kapal perang, tapi dengan perjanjian dagang, lembaga keuangan internasional, dan penghargaan bergengsi seperti Nobel Perdamaian.

Dari Caracas ke Jakarta: Kontra-Revolusi Finansial

Fenomena semacam itu tidak hanya terjadi di Venezuela. Dalam bentuk yang lebih halus, pola kontra-revolusi juga hidup dalam kebijakan ekonomi negara-negara Dunia Ketiga yang mengaku “pro-rakyat”.

Salah satunya bisa kita lihat dalam kebijakan fiskal Indonesia, yang tampak berpihak pada rakyat namun tetap tunduk pada logika akumulasi kapital.

Contohnya, kebijakan penyuntikan dana pemerintah ke bank-bank milik negara untuk kemudian disalurkan ke masyarakat dalam bentuk kredit berbunga rendah. Di permukaan, kebijakan ini tampak mulia: negara hadir memberi akses modal kepada rakyat kecil.

Namun jika dicermati secara struktur, kebijakan ini tetap beroperasi dalam kerangka kapitalisme finansial.

Negara bukan sedang mentransfer alat produksi atau menghapus ketergantungan rakyat pada pasar, tetapi justru memperluas relasi hutang dan memperdalam cengkeraman lembaga keuangan terhadap rakyat.

Baca Juga  Belajar dari Jenderal (Purn) Budi Gunawan dan Jenderal (Purn). Sjafrie Syamsoeddin; Mengatasi Krisis Agustus

Rakyat menjadi pelanggan tetap sistem perbankan, bukan pemilik sarana produksi. Negara berperan sebagai penjamin agar roda kapital tetap berputar-agar bank tetap mendapat keuntungan, dan sektor riil tetap beroperasi di bawah sistem kredit.

Itulah bentuk kontra-revolusi finansial: negara tampil seolah penyelamat, padahal fungsinya menjaga keberlangsungan akumulasi kapital.

Kemanusiaan yang Diprivatisasi

Baik Maria Machado di Venezuela maupun para teknokrat ekonomi di Indonesia, sama-sama berbicara dengan bahasa yang lembut: demokrasi, stabilitas, kemanusiaan, dan kesejahteraan.

Namun di balik diksi-diksi itu, tersembunyi logika yang sama-yakni mempertahankan sistem yang menindas manusia melalui mekanisme pasar. Kemanusiaan diprivatisasi, dan moralitas dijadikan instrumen legitimasi.

Kita sedang hidup dalam zaman ketika kontra-revolusi tidak lagi perlu menembak atau memenjarakan.

Cukup dengan mengendalikan ekonomi dan membingkai wacana. Ketika rakyat lapar, mereka disebut “tidak efisien”; ketika rakyat melawan, mereka disebut “anti-demokrasi”.

Inilah perang kelas dalam bentuk yang paling modern-perang wacana dan struktur ekonomi.

Menolak Kontra-Revolusi yang Berwajah Kemanusiaan

Pemberian Nobel Perdamaian kepada Maria Corina Machado seharusnya dibaca bukan sebagai penghargaan bagi perjuangan rakyat Venezuela, tetapi sebagai puncak dari depolitisasi makna perdamaian.

Perdamaian kini diartikan sebagai tunduknya bangsa-bangsa terhadap tatanan ekonomi global; bukan sebagai keadilan sosial, tapi sebagai kestabilan pasar.

Dengan begitu, penghargaan itu sejatinya bukan hadiah bagi perjuangan, melainkan tanda kemenangan kapital atas revolusi.

Tugas kita hari ini adalah membongkar ironi semacam itu. Bahwa “perdamaian” tanpa keadilan hanyalah bentuk baru dari penindasan.

Bahwa “pemberdayaan” tanpa perubahan struktur ekonomi hanyalah cara halus untuk melestarikan ketimpangan.

Dan bahwa setiap kebijakan yang tidak menantang akar akumulasi kapital, pada akhirnya, hanyalah kontra-revolusi yang dibungkus kemanusiaan.

Sejarah selalu berputar dalam bentuk yang berbeda, tapi dengan isi yang sama. Dari Caracas hingga Jakarta, dari Washington hingga Oslo, perjuangan antara kapital dan rakyat terus berlangsung dalam rupa yang semakin halus.

Baca Juga  Gelar Pahlawan Bukan untuk Gembong Koruptor dan Pelanggar HAM

Jika Maria Machado disebut pejuang perdamaian, maka yang kita hadapi bukan hanya ironi politik, melainkan dekadensi moral dunia yang telah menjadikan kapitalisme sebagai agama baru.

Sebab sesungguhnya, tidak ada perdamaian tanpa keadilan, dan tidak ada keadilan tanpa pembebasan dari kapital.***

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

Tags: Kekerasan yang Berpakaian MoralMaria Corina MachadoNobel Perdamaian 2025Partai Prima Kota BogorRestorasi Neoliberal
ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

Menko Yusril: Pemerintah Tak Intervensi Hukum, Praperadilan Delpedro Jalan Sesuai Prosedur

Posting Selanjutnya

Menhan Sjafrie Sebut Presiden Prabowo Bekerja Tanpa Libur Selama Setahun Pemerintahan

Related Posts

ilustrasi

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

28 Maret 2026
ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Dari Dekonstruksi ke Rekonstruksi: Jika Rocky Gerung Masuk Pemerintahan Prabowo Subianto

4 Maret 2026
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026)

Agreement on Reciprocal Trade 19/02/2026: Preseden Buruk Diplomasi Indonesia

26 Februari 2026
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin negara yang menandatangani Board of Peace (BoP) Charter pada Kamis, 22 Januari 2026 di Davos, Swiss

Board of Peace: Langkah Prabowo yang Dibenci Kaum Penonton Tapi Diperlukan oleh Bangsa Besar

31 Januari 2026

Jangan Biarkan Serakahnomic Hancurkan Kemanusiaan

1 Desember 2025
Posting Selanjutnya
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menilai Presiden Prabowo Subianto bekerja total tanpa kenal waktu selama satu tahun pemerintahannya. (Foto: Kemenhan)

Menhan Sjafrie Sebut Presiden Prabowo Bekerja Tanpa Libur Selama Setahun Pemerintahan

Selamat Ulang Tahun ke-74 Tokoh Perdamaian Dunia Presiden Prabowo Subianto: Satu Tahun Kepemimpinan untuk Indonesia yang Kuat dan Bermartabat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

SIAGA 98 Desak Kejelasan dan Aksi Nyata Percepatan Reformasi Polri

11 April 2026

KPK Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan BRIN di Tengah Risiko Korupsi Sektor Riset

10 April 2026

Presiden Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum dan Konsensus Kebangsaan Jadi Fondasi Utama Negara

9 April 2026
dok MKRI

MK Gelar Uji Materi UU APBN 2026, Soroti Skema dan Legalitas Program Makan Bergizi Gratis

3 April 2026

Inovasi Korlantas Polri: ETLE Handheld Tingkatkan Efektivitas Penindakan di Jalan

2 April 2026

Presiden Prabowo Tiba di Seoul, Disambut Hangat Diaspora Indonesia

1 April 2026

Pemerintah Luncurkan Delapan Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional dan Kebijakan Energi

1 April 2026

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum dan Konsensus Kebangsaan Jadi Fondasi Utama Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LAM Riau Dukung Prof. Dr. M. Syaifuddin Jadi Rektor UIN Suska 2025-2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Logo Baru, Semangat Baru: Pindad Tegaskan Komitmen Kemandirian Teknologi Pertahanan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima TNI Agus Subiyanto Mutasi 5 Perwira Isi Jabatan Strategis di BIN, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan BRIN di Tengah Risiko Korupsi Sektor Riset

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio