• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Selasa, Maret 10, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Opini

Analisis Gaya Bahasa Politik Prabowo: Dibedah dari Linguistik

Boelan Tresyana oleh Boelan Tresyana
20 Oktober 2025
di Opini
Waktu membaca: 4 menit lebih
A A
0

oleh :
Dr. J. Anhar Rabi Hamsah Tis’ah, M.Pd
Dosen Tetap Universitas Muhammadiyah Jakarta,
Ahli Linguistik Forensik

Sorot Merah Putih – Baiklah, berbicara bahasa di dunia politik itu seperti membahas senjata pamungkas. Tidak hanya sekadar memberikan informasi, di balik tiap kata ada kekuatan, kepentingan, bahkan permainan ideologi yang terkadang tidak terasa di permukaan.

BacaLainnya

Dari Dekonstruksi ke Rekonstruksi: Jika Rocky Gerung Masuk Pemerintahan Prabowo Subianto

4 Maret 2026
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026)

Agreement on Reciprocal Trade 19/02/2026: Preseden Buruk Diplomasi Indonesia

26 Februari 2026
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin negara yang menandatangani Board of Peace (BoP) Charter pada Kamis, 22 Januari 2026 di Davos, Swiss

Board of Peace: Langkah Prabowo yang Dibenci Kaum Penonton Tapi Diperlukan oleh Bangsa Besar

31 Januari 2026

Politisi sekelas Prabowo Subianto sudah jelas, tiap kata keluar dari mulutnya pasti sudah dihitung dengan benar. Tidak ada yang namanya “asal ceplos”.

Semua gaya bicara, intonasi, sampai pilihan diksi sudah diracik untuk membangun citra, menyulut emosi massa, sama memperkuat posisi dia sendiri di atas panggung politik.

Jadi, wajar saja, ketika bicara gaya bahasa politik, apalagi dari kacamata linguistik, pasti sangat seru untuk dibahas. Kita bisa melihat bagimana bahasa itu bermain peran dalam mengatur power dan ideologi di politik.

Prabowo yang berasal dari background militer dengan jam terbang di politik nasional yang sudah tidak diragukan lagi, pasti memiliki komunikasi yang sangat unik.

Ada sentuhan tegasnya sebagai seorang tantara, tepat, lugas, keras tapi juga bisa bermain dengan kata-kata yang membumi, seperti saat berbicara dengan kalangan menengah ke bawah.

Kombonya pasti terasa dan tidak heran jika menjadi bahan diskusi atau tugas makalah tidak pernah basi, update terus.

Gaya Prabowo ketika berbicara, bener-bener menunjukkan dua sisi; satu sisi, dia tampil seperti pemimpin kuat, percaya diri, dan berwibawa, dan di sisi lain, dia juga memberikan vibe deket dengan rakyat biasa.

Baca Juga  IRC for Reform Dorong Presiden Prabowo Bertemu Pimpinan KPK dan Kejaksaan Pasca Amnesti dan Abolisi

Pilihan diksi, gaya bertutur, hingga cara Prabowo menyesuaikan obrolan ke lawan bicara/mitra tutur, semuanya menunjukkan bahwa Prabowo bermain strategi.

Kata-katanya penuh nuansa nasionalis, populis, plus sentuhan gimmick emosional. Sehingga secara tidak langsung rang-orang merasa, “wah, dia ngerti masalah saya nih. Ya, nggak?”.

Intinya, mengulik gaya bahasa politik Prabowo itu seperti membuka kotak rahasia bagaimana bahasa sebenarnya menjadi alat membangun kekuasaan dan mengatur persepsi publik di politik Indonesia.

Ujaran sekali tampil ke publik itu bukan sekadar suara saja, tapi sudah melewati proses pemilihan kata yang matang. Mainnya ke pengaruh, siapa yang paling bisa mengontrol narasi, dialah yang menjadi pemenangnya, simple.

FUNGSI & CIRI KHAS BAHASA POLITIK PRABOWO

Di politik, bahasa sudah pasti bukan cuma komunikasi sehari-hari, fungsinya luas dan terkadang rumit. Prabowo sangat rajin untuk tampil beda, gaya bahasa Prabowo sangat mudah dikenal dibanding pesaingnya, apalagi dalam hal mendekati massa.

1. Diksi (Militansi Dibungkus Populisme) 

Jika kita perhatikan, kata-kata yang Prabowo pilih sering sekali mengandung nuansa campuran, nuansa militer dan populis. seperti, “perjuangan,” “bertempur,” “garis depan” ini jelas sekali jika dulu pernah menjadi tentara.

Tapi, muncul juga kata “wong cilik,” “petani”, atau “buruh”. Ya seperti itulah gaya bahasanya, sudah keras di depan, namun kemudian dibelokkan ke arah “kita bareng rakyat kecil kok”.

Kombinasinya sangat cerdas. Rasanya seperti, “saya pemimpin tegas, tapi juga mengerti dan sayang sama kalian”.

2. Retorika (Repetisi, Hiperbola, Metafora) 

Urusan retorika, Prabowo sangat hobi mengulang-ngulang kata agar mengenai di otak audiens. Banyak kata-kata yang sering diulang, terutama soal kebutuhan rakyat, emosinya sangat dapat.

Prabowo juga suka menggunakan hiperbola narasi ‘negara mau hancur kalau nggak ada perubahan’.

Baca Juga  Kenaikan PPN 12 Persen Tuai Kritikan, Pengamat: Ada Peran Besar PDI Perjuangan Melahirkan Kebijakan Ini

Efek dramatisnya sangat terasa, terkadang dapat membuat ciut lawan dan kadang juga malah menjadi bahan meme.

Prabowo paling juara dalam hal metafora pertempuran, dalam ranah politik Prabowo dapat membuat nuansa seperti perang, “kita tempur di garis depan lawan korupsi”.

Semua orang langsung membayangkan suasananya, sehinggah dapat dengan mudah terikat dengan narasi yang disampaikannya. Lalu, retorikanya juga dipoles biar pesannya terasa dalam tidak hanya di permukaan.

3. Pragmatik (Cepat Adaptasi) 

Jika situasi politik panas, gaya bicaranya juga ikut memanas tajam dan konfrontatif ke lawan.

Tapi sebaliknya jika waktunya adem (rekonsiliasi) bahasa Prabowo juga berubah menjadi lebih damai, misalnya seperti kata “persatuan,” dan “gotong royong”.

Dia mengerti konteks, mudah mengatur capaian komunikasi sesuai audiens. Jelas, yang seperti ini tidak semua politisi bisa.

4. Bahasa (Medium Ideologi) 

Jadi, ideologi Prabowo sangat kuat memancar melalui bahasa. Banyak kata “tanah air,” “bangsa Indonesia”, “Ibu Pertiwi” yang sering dia selipkan langsung patriotik.

Prabowo juga sering membedakan antara rakyat biasa dengan elite. Ibaratnya, “kita” vs “mereka”.

Storytelling seperti ini sangat mudah untuk membangun solidaritas massa. Sehingga secara tidak langsung kita merasa Prabowo bener-bener ada di pihak “kita semua” bukan elite.

Jadi, gaya bahasa politik Prabowo itu kompleks dan tidak dangkal. Semua racikan diksi, retorika, sampai cara dia mengatur intonasi diatur secanggih mungkin agar mengenai ke hati massa.

Mau keras bisa, mau halus bisa, pokoknya fleksibel semuanya. Ini yang membuat analisis bahasanya seru, kita bisa melihat strategi komunikasi politik benar-benar in action, bukan sekadar teori!.***

Jakarta, 19 Oktober 2025

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

Tags: Ahli Linguistik ForensikDr. J. Anhar Rabi Hamsah Tis’ahGaya Bahasa Politik PrabowoKabinet Merah PutihPresiden Prabowo SubiantoUniversitas Muhammadiyah Jakarta
ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

Setelah Sufmi Dasco, Kini Teddy Indra Wijaya di “Operasi Podcast Bocor Alus Politik”

Posting Selanjutnya

Menhan Sjafrie Pastikan Kesiapan Skadron Udara 11: Capaian Pertahanan Setahun Pemerintahan Presiden Prabowo

Related Posts

Dari Dekonstruksi ke Rekonstruksi: Jika Rocky Gerung Masuk Pemerintahan Prabowo Subianto

4 Maret 2026
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026)

Agreement on Reciprocal Trade 19/02/2026: Preseden Buruk Diplomasi Indonesia

26 Februari 2026
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin negara yang menandatangani Board of Peace (BoP) Charter pada Kamis, 22 Januari 2026 di Davos, Swiss

Board of Peace: Langkah Prabowo yang Dibenci Kaum Penonton Tapi Diperlukan oleh Bangsa Besar

31 Januari 2026

Jangan Biarkan Serakahnomic Hancurkan Kemanusiaan

1 Desember 2025

Soeharto Ditetapkan sebagai Pahlawan, Merendahkan Standar Kita dalam Bernegara

11 November 2025

Jika Soeharto Jadi Pahlawan, Lalu Kami Ini Siapa?

11 November 2025
Posting Selanjutnya
Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin, melaksanakan kunjungan kerja ke Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar

Menhan Sjafrie Pastikan Kesiapan Skadron Udara 11: Capaian Pertahanan Setahun Pemerintahan Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tak akan menoleransi pejabat lemah iman dan pengusaha serakah.(Foto: BPMI/ISetpres)

Presiden Prabowo Tekankan Integritas Pejabat Usai Saksikan Penyerahan Rp13 Triliun Uang Korupsi CPO

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

KPK Gelar Pelatihan Integritas bagi APH, Targetkan 160 Personel Sepanjang 2026

8 Maret 2026

Fekon UNIGA Ajak Pelaku UMKM Eduwisata Gunung Guntur: Bangun Branding Lewat Cerita Lokal

7 Maret 2026

Dari Dekonstruksi ke Rekonstruksi: Jika Rocky Gerung Masuk Pemerintahan Prabowo Subianto

4 Maret 2026

Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya: Gizi sebagai Fondasi Pendidikan Nasional

26 Februari 2026
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026)

Agreement on Reciprocal Trade 19/02/2026: Preseden Buruk Diplomasi Indonesia

26 Februari 2026

PRIMA Apresiasi Stimulus Pemerintah: Jaga Stabilitas Sosial Jelang Ramadhan

13 Februari 2026

Presiden Prabowo Terima Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer, Bahas Teknologi dan Masa Depan Aviasi Indonesia

3 Februari 2026

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima TNI Agus Subiyanto Mutasi 5 Perwira Isi Jabatan Strategis di BIN, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Dekonstruksi ke Rekonstruksi: Jika Rocky Gerung Masuk Pemerintahan Prabowo Subianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Gelar Pelatihan Integritas bagi APH, Targetkan 160 Personel Sepanjang 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramai Dituding Cuma 30 Persen Susu, Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Susu Program MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Sjafrie Sjamsoeddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio