• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Selasa, Mei 26, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Artikel

Kenapa China Berkembang dan Maju

Boelan Tresyana oleh Boelan Tresyana
26 Maret 2026
di Artikel
Waktu membaca: 3 menit lebih
A A
0

oleh :
Andry Wibowo

Sorot Merah Putih – Diantara tahun 2003-2004 saya mendapatkan kesempatan melaksanakan tugas di Beijing (Peking), Republik Rakyat China.

BacaLainnya

MBG Jadi Mesin Ekonomi Nasional: Puluhan Ribu SPPG Gerakkan Hampir 1 Juta Tenaga Kerja dan Rp1 Triliun Per Hari

16 Mei 2026

Santri Merdeka, Pesantren Berkeadaban dan Meneguhkan Tradisi Tanpa Menafikan Kemanusiaan

23 Oktober 2025

Saat itu Beijing sedang berbenah menyambut Olimpiade tahun 2006. Untuk mempersiapkan kelancaran pelaksanaannya, kepolisian China mengundang berbagai kepolisian dari beberapa kota besar di dunia.

Hadir Kepolisian dari Tokyo, Seoul, Sydney, termasuk Jakarta untuk bertukar pikiran dan berbagi pengalaman pengamanan event berskala dunia.

Delegasi Polri yang dipimpin oleh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Ghani menyampaikan saran yang berkaitan dengan sistem pengamanan olimpiade.

Pengalaman bertugas menjadi bagian dari delegasi Polri di Beijing sangat menyenangkan. Selain mendampingi pimpinan, saya berkesempatan berkeliling menyusuri kota Beijing. Mendatangi tempat bersejarah dan beberapa destinasi wisata yang terkenal seperti tembok China (great wall) maupun kota terlarang (forbidden city).

Sebagai kota besar, Beijing kala itu sudah mengalami berbagai kemajuan. Apalagi kota ini sedang mempercantik diri  menyambut ribuan atlet dari seluruh dunia.

Namun pada sisi lainnya, kemajuan Beijing pada masa itu masih menyisakan persoalan seperti kebersihan yang kurang maksimal. Toilet umum yang terkesan jorok, kendaraan modern masih berbaur dengan sepeda, sistem pedestrian dan kualitas jalan belum memberikan kenyamanan bagi pengendara dan para pejalan kaki.

Hampir 22 tahun berlalu, hari ini saya berkesempatan lagi berkunjung ke RRC. Kali ini saya berkunjung ke Shanghai dan Hang Cao. Dua kota yang berjarak 170 KM, setara dengan jarak Jakarta-Bandung.

Baca Juga  80 Tahun Usia Kemerdekaan dan Mimpi Pejuang Serta Para Pendiri Bangsa

Sebagai kota pelabuhan Shanghai tumbuh pesat menjadi kota niaga yang maju dan modern. Kotanya tertata sangat rapih, bersih, dan tertib, begitu pula dengan jalan rayanya, aspalnya halus nyaris tanpa gelombang.

Hal serupa bisa kita temukan di Hang Cao, kota legenda ular putih (white snake), semuanya serba teratur dan indah dipandang.

Dari perjalanan saya kali ini ke dua kota tersebut nampak jelas perubahan wajah RRC. Kota-kota di RRC secara merata menjadi kota modern berkelas dunia. Kemajuan kota di RRC begitu nyata dan jauh berbeda jika dibandingkan dengan kondisi Beijing dua puluh tahun yang lalu.

Shanghai yang mewakili salah satu ikon kemajuan China tampak setara dengan berbagai ikon kemajuan kota di negara lain seperti Sydney, Kobe, Tokyo, Singapura maupun Hongkong.

Semua kemajuan yang sudah dicapai RRC mendorong saya mengidentifikasi faktor determinan bagaimana kemajuan itu terbentuk.

Dalam pemikiran saya kemajuan RRC terjadi karena beberapa faktor sebagai berikut :

1. Kedaulatan negara dan pemerintahan terjaga sebagai bangsa yang merdeka.

2. Kepemimpinan nasional yang bertanggung jawab terhadap sejarah dan rakyatnya.

3. Sistem hukum yang bekerja optimal dalam menjaga hak pribadi, sosial dan negara.

4. Persatuan dan kesatuan nasional disatukan oleh ketaatan pada konstitusi, nilai, tradisi dan cita-cita bersama.

5. Sikap anti imperialisme yang mendorong kemajuan ekonomi sebagai dasar kekuatan pembangunan di segala bidang.

6. Birokrasi sipil dan militer yang profesional, modern, serta melayani sebagai wajah keberadaban pemerintah. Sekaligus menjadi lokomotif peradaban bangsa.

7. Partai politik yang selaras dengan konstitusi, senafas dengan kepentingan dan kemajuan bangsa yang berbasis pada meritokrasi, integritas dan dedikasi.

8. Kolaborasi manusia dan teknologi yang efektif dalam mendorong sistem kehidupan yang up to date, berorientasi pada masa depan dan berdaya saing.

Baca Juga  Santri Merdeka, Pesantren Berkeadaban dan Meneguhkan Tradisi Tanpa Menafikan Kemanusiaan

9. Memelihara Lingkungan hidup sebagai komponen utama dalam mendukung ekosistem kehidupan yang berkelanjutan menuju negara yang makmur, damai dan sentosa.

Berbasis nilai-nilai diatas, implikasi kemajuan RRC tidak saja dirasakan oleh Rakyat China, melainkan juga oleh para negara sahabat di kawasan Asia Pasifik, serta dunia.

Wajar saja jika kemajuan RRC hari ini menggetarkan negara adidaya lain.

Menuju Indonesia emas 2045, apa yang telah dicapai China semestinya menjadi inspirasi bagi bangsa dan pemerintah Indonesia.

Kita tidak bisa sejajar dengan negara maju jika tidak memiliki pondasi nilai yang bukan saja ditulis dan diajarkan, tetapi juga dilaksanakan secara kolektif dan berkelanjutan.*

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

Tags: Dr. H. Andry Wibowo SIK MH Msi.forbidden citygreat wallkawasan Asia PasifikRRC
ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

Strategi Prabowo: MBG dan Koperasi Merah Putih Jadi “Booster” Pertumbuhan Ekonomi 8%

Posting Selanjutnya

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

Related Posts

MBG Jadi Mesin Ekonomi Nasional: Puluhan Ribu SPPG Gerakkan Hampir 1 Juta Tenaga Kerja dan Rp1 Triliun Per Hari

16 Mei 2026

Santri Merdeka, Pesantren Berkeadaban dan Meneguhkan Tradisi Tanpa Menafikan Kemanusiaan

23 Oktober 2025
Posting Selanjutnya
ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

ilustrasi

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Tinjau PLTP Darajat, Bupati Garut Dorong Swasembada Energi Bersih dan Ekonomi Berkelanjutan

21 Mei 2026

Presiden Prabowo: Penambahan Alutsista Perkuat Kedaulatan dan Pertahanan Nasional

19 Mei 2026

Rupiah Centrum: Saatnya Keluar dari Bayang-Bayang Dollar

18 Mei 2026

Menag Nasaruddin Umar Umumkan Hasil Sidang Isbat: 1 Zulhijah 1447 H pada 18 Mei 2026, Iduladha Jatuh 27 Mei

18 Mei 2026

MBG Jadi Mesin Ekonomi Nasional: Puluhan Ribu SPPG Gerakkan Hampir 1 Juta Tenaga Kerja dan Rp1 Triliun Per Hari

16 Mei 2026

Penggerebekan Markas Judol WNA di Jakbar, Puan: Jangan Biarkan Indonesia Jadi Basis Operasi

15 Mei 2026

Beredar Undangan Catut Nama BGN, Bimtek SPPG Nasional 2026 Dipastikan Palsu

10 Mei 2026

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Sjafrie Sjamsoeddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Smartboard, Teknologi Pembelajaran Digital yang Menjadi Program Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mendagri: Moratorium Pemekaran Daerah Otonomi Baru Tidak Berlaku untuk Usulan Daerah Istimewa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lawatan Diplomatik Presiden Prabowo: Hadiri Sidang Umum PBB, Kunjungi Kanada hingga Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Pilot Tempur Indonesia Sukses Terbang Solo Rafale di Prancis, Perkuat Pertahanan Udara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio