Sorot Merah Putih, Jakarta – Nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masuk dalam daftar “Year in Search 2025” yang dirilis Google. Ia menempati peringkat ketiga topik paling banyak dicari sepanjang tahun, bersanding dengan film animasi Jumbo dan teknologi Gemini AI.
Purbaya, 61 tahun, merupakan mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sebelum masuk kabinet Presiden Prabowo Subianto, ia pernah menjadi Staf Khusus bidang ekonomi di bawah Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
Fenomena Jumbo dan Gemini AI
Di posisi teratas pencarian, publik menempatkan Jumbo film animasi karya sutradara Ryan Adriandhy yang menembus lebih dari 10,23 juta penonton. Angka ini memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang KKN di Desa Penari. Film ini mengangkat kisah Don, anak yatim piatu yang berusaha menemukan kepercayaan diri lewat sebuah ajang bakat.
Sementara itu, teknologi Gemini AI juga menjadi perhatian besar. Pembaruan terbaru membuat model AI milik Google itu semakin canggih, mulai dari mendukung pengerjaan tugas analitis hingga menulis kode pemrograman secara otomatis.
Bloomberg News melaporkan bahwa Google kini dianggap telah kembali agresif dalam kompetisi kecerdasan buatan. Gemini 3, yang dirilis tahun ini, disebut memiliki kemampuan penalaran dan pemrograman lebih baik. Analis Counterpoint Research, Neil Shah, menyebut Google sebagai “raksasa yang bangun dari tidurnya” dan menjadi salah satu pesaing utama dalam perlombaan AI global.
Purbaya dan Sorotan Kebijakan Fiskal
Sejak menjabat Menteri Keuangan, sejumlah kebijakan Purbaya mendapat perhatian publik. Dengan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara sebesar Rp39 miliar tanpa utang, ia berkomitmen mempertahankan defisit APBN di bawah batas 3 persen terhadap PDB.
Pernyataannya mengenai unjuk rasa besar pada akhir Agustus yang dipicu dinamika kebijakan fiskal dan moneter sebelumnya sempat menuai respons luas. Langkah lain yang menjadi sorotan adalah keputusan menempatkan kembali kas negara sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke bank-bank BUMN.
Titiek Puspa dalam Daftar Tren 2025
Nama penyanyi senior Titiek Puspa juga masuk daftar pencarian terpopuler. Ia wafat pada 10 April 2025 di usia 87 tahun setelah menjalani perawatan karena stroke. Sebelum itu, ia sempat mengungkapkan pernah mendapat diagnosis kanker dalam sebuah podcast. Kondisi almarhumah sempat membaik setelah menjalani meditasi rutin selama 13 hari.
Coretax, Dari Harapan Digitalisasi ke Sumber Keluhan Publik
Sistem perpajakan digital Coretax milik Direktorat Jenderal Pajak ikut menjadi tren. Sistem ini awalnya diharapkan menjadi tonggak modernisasi administratif, namun peluncuran pada Januari 2025 justru memunculkan berbagai keluhan karena lambat diakses dan belum optimal untuk membuat faktur pajak.
Menanggapi kritik tersebut, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Coretax membutuhkan waktu hingga dua tahun untuk beroperasi lebih baik. Purbaya kemudian menyampaikan rencana melibatkan para ahli keamanan siber lokal untuk memperkuat sistem tersebut.
Timnas Indonesia dan Dinamika Sepak Bola Nasional
Pada posisi keenam tren pencarian, Timnas Indonesia kembali menyita perhatian publik. Performa skuad Garuda dalam kualifikasi Piala Dunia menjadi sorotan, terutama setelah PSSI memutuskan berpisah dengan pelatih Patrick Kluivert karena alasan “dinamika internal dan arah strategi pembinaan.”
Di bawah kepemimpinan Kluivert, Timnas mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan dari delapan pertandingan resmi. Total gol mencapai 11, sementara kebobolan 15, belum cukup untuk membawa Indonesia ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini















