Sorot Merah Putih – Jakarta – Posisi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Ad Interim kembali menjadi sorotan publik. Berdasarkan pengamatan Siaga 98, Sjafrie Sjamsoedin diprediksi akan tetap memegang jabatan ini dalam jangka waktu yang cukup lama, meski sejumlah tokoh seperti Mahmud MD, Tito Karnavian, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Hadi Tjahjanto sempat disebut-sebut sebagai kandidat potensial.
Sinyal ini terlihat dari pernyataan Sjafrie saat memimpin rapat bersama pejabat Kemkopolkam, Selasa (09/09/2025). Dalam konferensi persnya, Sjafrie menegaskan:
“Saya memberikan pengarahan pertama kepada para pejabat utama yang selama beberapa bulan mereka akan membantu saya sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Ad Interim, seraya saya juga bisa menjalankan tugas saya sebagai Menteri Pertahanan, Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional, dan Ketua Tim Pengarah Penertiban Kawasan Hutan,” ujar Sjafrie.
Sebelumnya, posisi Menko Polhukam Ad Interim dipegang oleh Budi Gunawan. Kini, Sjafrie menjabat ganda sebagai Menko Polhukam Ad Interim dan Menteri Pertahanan, menegaskan peran strategisnya dalam kabinet. Penguasaan posisi ganda ini memungkinkan Sjafrie mengendalikan kebijakan strategis di bidang politik, pertahanan, dan keamanan nasional, sekaligus memimpin upaya penertiban kawasan hutan yang menjadi program prioritas pemerintah.
Koordinator Siaga 98, Hasanuddin, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Sjafrie adalah bukti hak prerogatif presiden dalam menentukan pejabat strategis. “Presiden memiliki hak prerogatif dan tahu apa yang harus dikerjakan demi kepentingan bangsa. Masyarakat nanti akan melihat sendiri gebrakan Presiden Prabowo ke depan,” ujar Hasanuddin.
Menurut Hasanuddin, keputusan ini bukan sekadar pengisian jabatan kosong, melainkan langkah strategis untuk menjaga kesinambungan dan stabilitas politik serta keamanan nasional. Sjafrie dipandang mampu menjalankan berbagai peran penting secara simultan, mengingat pengalaman panjangnya di bidang pertahanan dan koordinasi lintas kementerian.
Siaga 98 juga menekankan bahwa meski sejumlah tokoh nasional sempat disebut-sebut sebagai kandidat, keputusan presiden menunjukkan bahwa pemilihan pejabat tidak hanya didasarkan pada nama besar atau popularitas, tetapi pertimbangan kapasitas, pengalaman, dan kemampuan memimpin agenda strategis negara.
Dengan penunjukan ini, Sjafrie diharapkan dapat menjalankan tugasnya secara optimal sebagai Menko Polhukam Ad Interim, sambil tetap fokus pada peran utamanya sebagai Menteri Pertahanan. Keputusan tersebut sekaligus memperkuat sinyal pemerintah dalam menjaga stabilitas politik, hukum, dan keamanan, serta memastikan program penertiban kawasan hutan berjalan sesuai target.(Van)
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini















