• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Kamis, April 23, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Opini

Pemisahan Pemilu dan Disonansi Demokrasi

Boelan Tresyana oleh Boelan Tresyana
29 Juni 2025
di Opini
Waktu membaca: 4 menit lebih
A A
0

oleh :
Arvindo Noviar

Sorot Merah Putih, Jakarta – Indonesia belum lama menapaki sejarah elektoral yang cukup membanggakan. Pemilu serentak yang digelar beberapa tahun lalu memperlihatkan betapa rakyat, meski dengan keterbatasan infrastruktur dan kesenjangan literasi politik, mampu hadir dalam satu panggilan demokrasi.

BacaLainnya

MBG yang Bersih, Dampak yang Berlipat: Dari Gizi Siswa hingga Penggerak Ekonomi Lokal

22 April 2026

Pandangan ADPPI atas Gagasan Menteri Keuangan Purbaya terkait Penataan Geo Dipa dan PNM dalam Ekosistem BUMN Panas Bumi dan Transisi Energi Nasional

18 April 2026

Ikhtiar Mengungkap Kasus Besar

16 April 2026

Di sana, dalam satu hari, rakyat memilih Presiden, anggota DPR RI, DPD RI, dan juga perwakilan mereka di tingkat daerah. Kompleksitas teknis yang dihadapi saat itu tidak bisa disangkal, tetapi hasilnya cukup memuaskan.

Tidak hanya dalam hal partisipasi, tetapi juga dalam meneguhkan legitimasi politik yang menyeluruh. Pemilu serentak telah membentuk satu denyut nadi republik, menyatukan kehendak rakyat dari pusat sampai pelosok.

Namun, melalui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024, arah itu seolah ditarik mundur.

Pemilihan anggota DPRD kabupaten, kota, dan provinsi akan digeser ke waktu yang terpisah dari pemilu nasional.

Alasannya teknis dan normatif, tetapi dampaknya jauh lebih luas. Pemisahan ini bukan sekadar soal jadwal.

Ia adalah keputusan yang mengubah tata hubungan antara ruang dan waktu politik, antara aspirasi rakyat dan arah kebijakan negara.

Dalam pengalaman demokrasi modern, pemilu bukan hanya peristiwa memilih, tetapi proses menyatukan konteks.

Ketika seorang warga memilih Presiden dan memilih wakil daerahnya dalam hari yang sama, ia memaknai pilihannya dalam kerangka yang utuh.

Ia bisa menimbang janji pusat dalam kaitannya dengan kebutuhan lokal. Ia bisa melihat partai atau calon tidak semata dari baliho atau jargon, tetapi dari kemungkinan keterpaduan antara kebijakan makro dan kenyataan mikro yang ia hadapi sehari-hari.

Baca Juga  Jangan Biarkan Serakahnomic Hancurkan Kemanusiaan

Keserentakan itu bukan hanya efisiensi logistik, tetapi efisiensi batin; semacam simpul politik yang menyatukan peta harapan.

Dengan Pemilu yang dipisah, simpul itu dilepaskan. Rakyat diundang dua kali untuk mencoblos dalam konteks yang terpisah, dengan materi yang berbeda, dalam jarak waktu yang tidak sedikit.

Dalam jeda itu, ingatan politik bisa memudar, kejelasan pilihan bisa melemah, dan keterkaitan antara pusat dan daerah menjadi kabur. Yang lebih serius, koordinasi kebijakan berpotensi terhambat. Presiden dan DPR yang terpilih lebih dulu akan mulai bekerja tanpa dukungan penuh dari struktur legislatif daerah.

Padahal, banyak program pembangunan bersifat lintas sektor dan lintas wilayah. Tanpa DPRD yang sinkron, roda negara bisa tersendat di tingkat provinsi dan kabupaten.

Argumen bahwa pemilu serentak terlalu melelahkan bagi petugas dan peserta cukup bisa dipahami.

Tetapi kita seharusnya belajar dari pengalaman, bukan melupakannya. Perbaikan manajemen pemilu, pelatihan penyelenggara, serta pemutakhiran teknologi bisa menjadi solusi.

Bukan dengan membelah waktu dan membebani rakyat dua kali. Risiko kelelahan justru berpindah ke ruang partisipasi.

Rakyat yang sebelumnya datang dengan satu semangat, kini harus membagi perhatian, energi, dan kadang kepercayaan.

Lebih dari sekadar penjadwalan, pemisahan ini juga memunculkan risiko sistemik di level lokal.

Tingkat pengawasan publik cenderung lebih lemah, dinamika politik uang lebih sulit dikendalikan, dan polarisasi bisa lebih tajam.

Ketika sorotan nasional menghilang, arena lokal menjadi lebih rentan terhadap praktik transaksional.

Dalam situasi itu, suara rakyat bukan lagi alat penentu, melainkan alat tukar yang dilemahkan oleh jarak dan kelelahan kolektif.

Bagi partai politik, pemisahan ini juga menuntut kesiapan yang tidak sederhana. Logistik harus dikalkulasi ulang, strategi harus dijalankan dua kali, dan konsolidasi harus dilakukan dalam rentang yang lebih panjang.

Baca Juga  MBG yang Bersih, Dampak yang Berlipat: Dari Gizi Siswa hingga Penggerak Ekonomi Lokal

Dalam praktiknya, yang diuntungkan adalah kelompok yang telah mapan; kelompok yang memiliki dana besar untuk menguasai jaringan lokal. Akibatknya partisipasi justru semakin asimetris.

Kita tidak sedang menolak perubahan, tetapi perubahan yang tidak mempertimbangkan relasi sosial, psikologis, dan politik rakyat bisa menjauhkan kita dari tujuan demokrasi itu sendiri.

Jika Pemilu serentak sebelumnya telah menunjukkan bahwa rakyat mampu mengelola kompleksitas dengan damai dan antusias, maka alangkah bijaknya untuk memperbaiki kekurangannya, bukan merombaknya secara total.

Demokrasi bukan hanya prosedur, tetapi juga proses kebersamaan dalam menentukan masa depan.

Ketika rakyat memilih, mereka tidak hanya menjalankan hak, tetapi juga menata harapan.

Maka waktu Pemilu bukan sekadar kalender, melainkan medan tempat makna dibangun.

Jika waktu itu dipisah tanpa kejelasan arah, makna pun bisa ikut retak. Dan ketika makna terputus dari pengalaman hidup rakyat, demokrasi berubah menjadi ritual tanpa ruh.

Dalam situasi seperti itu, pertanyaan mendasarnya bukan lagi apakah rakyat akan memilih, tetapi apakah pilihan mereka masih mampu menjangkau hidup yang mereka perjuangkan.*

Baca di Kabariku.com MK Akhiri “Pemilu 5 Kotak”: Pemilu Nasional dan Daerah Dipisah Mulai 2029

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

Tags: Disonansi DemokrasiPemilu 2029Pemilu 5 kotakPemisahan Pemilu
ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

Usai Terima PM Malaysia, Presiden Prabowo Pimpin Ratas Deregulasi Sektor Riil dan Tarif RI-AS

Posting Selanjutnya

Melawan Lupa di Kota yang Pernah Menyala: Aktivis 98 Kembali ke Bandung

Related Posts

MBG yang Bersih, Dampak yang Berlipat: Dari Gizi Siswa hingga Penggerak Ekonomi Lokal

22 April 2026

Pandangan ADPPI atas Gagasan Menteri Keuangan Purbaya terkait Penataan Geo Dipa dan PNM dalam Ekosistem BUMN Panas Bumi dan Transisi Energi Nasional

18 April 2026

Ikhtiar Mengungkap Kasus Besar

16 April 2026
ilustrasi

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

28 Maret 2026
ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Dari Dekonstruksi ke Rekonstruksi: Jika Rocky Gerung Masuk Pemerintahan Prabowo Subianto

4 Maret 2026
Posting Selanjutnya

Melawan Lupa di Kota yang Pernah Menyala: Aktivis 98 Kembali ke Bandung

Seskab Teddy Tinjau Sekolah Rakyat di Sentra Handayani: 100 Lokasi Siap Diluncurkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

MBG yang Bersih, Dampak yang Berlipat: Dari Gizi Siswa hingga Penggerak Ekonomi Lokal

22 April 2026

Pandangan ADPPI atas Gagasan Menteri Keuangan Purbaya terkait Penataan Geo Dipa dan PNM dalam Ekosistem BUMN Panas Bumi dan Transisi Energi Nasional

18 April 2026

Ikhtiar Mengungkap Kasus Besar

16 April 2026

SIAGA 98 Desak Kejelasan dan Aksi Nyata Percepatan Reformasi Polri

11 April 2026

KPK Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan BRIN di Tengah Risiko Korupsi Sektor Riset

10 April 2026

Presiden Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum dan Konsensus Kebangsaan Jadi Fondasi Utama Negara

9 April 2026
dok MKRI

MK Gelar Uji Materi UU APBN 2026, Soroti Skema dan Legalitas Program Makan Bergizi Gratis

3 April 2026

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Logo Baru, Semangat Baru: Pindad Tegaskan Komitmen Kemandirian Teknologi Pertahanan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kenapa China Berkembang dan Maju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima TNI Agus Subiyanto Mutasi 5 Perwira Isi Jabatan Strategis di BIN, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Pilot Tempur Indonesia Sukses Terbang Solo Rafale di Prancis, Perkuat Pertahanan Udara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Mayjen (Purn) Glenny Kairupan, Direktur Utama Baru Garuda dengan Latar Militer dan Pengalaman Panjang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio