• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Minggu, Januari 18, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Opini

Pemisahan Pemilu dan Disonansi Demokrasi

Boelan Tresyana oleh Boelan Tresyana
29 Juni 2025
di Opini
Waktu membaca: 4 menit lebih
A A
0

oleh :
Arvindo Noviar

Sorot Merah Putih, Jakarta – Indonesia belum lama menapaki sejarah elektoral yang cukup membanggakan. Pemilu serentak yang digelar beberapa tahun lalu memperlihatkan betapa rakyat, meski dengan keterbatasan infrastruktur dan kesenjangan literasi politik, mampu hadir dalam satu panggilan demokrasi.

BacaLainnya

Jangan Biarkan Serakahnomic Hancurkan Kemanusiaan

1 Desember 2025

Soeharto Ditetapkan sebagai Pahlawan, Merendahkan Standar Kita dalam Bernegara

11 November 2025

Jika Soeharto Jadi Pahlawan, Lalu Kami Ini Siapa?

11 November 2025

Di sana, dalam satu hari, rakyat memilih Presiden, anggota DPR RI, DPD RI, dan juga perwakilan mereka di tingkat daerah. Kompleksitas teknis yang dihadapi saat itu tidak bisa disangkal, tetapi hasilnya cukup memuaskan.

Tidak hanya dalam hal partisipasi, tetapi juga dalam meneguhkan legitimasi politik yang menyeluruh. Pemilu serentak telah membentuk satu denyut nadi republik, menyatukan kehendak rakyat dari pusat sampai pelosok.

Namun, melalui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024, arah itu seolah ditarik mundur.

Pemilihan anggota DPRD kabupaten, kota, dan provinsi akan digeser ke waktu yang terpisah dari pemilu nasional.

Alasannya teknis dan normatif, tetapi dampaknya jauh lebih luas. Pemisahan ini bukan sekadar soal jadwal.

Ia adalah keputusan yang mengubah tata hubungan antara ruang dan waktu politik, antara aspirasi rakyat dan arah kebijakan negara.

Dalam pengalaman demokrasi modern, pemilu bukan hanya peristiwa memilih, tetapi proses menyatukan konteks.

Ketika seorang warga memilih Presiden dan memilih wakil daerahnya dalam hari yang sama, ia memaknai pilihannya dalam kerangka yang utuh.

Ia bisa menimbang janji pusat dalam kaitannya dengan kebutuhan lokal. Ia bisa melihat partai atau calon tidak semata dari baliho atau jargon, tetapi dari kemungkinan keterpaduan antara kebijakan makro dan kenyataan mikro yang ia hadapi sehari-hari.

Baca Juga  Gelar Pahlawan Bukan untuk Gembong Koruptor dan Pelanggar HAM

Keserentakan itu bukan hanya efisiensi logistik, tetapi efisiensi batin; semacam simpul politik yang menyatukan peta harapan.

Dengan Pemilu yang dipisah, simpul itu dilepaskan. Rakyat diundang dua kali untuk mencoblos dalam konteks yang terpisah, dengan materi yang berbeda, dalam jarak waktu yang tidak sedikit.

Dalam jeda itu, ingatan politik bisa memudar, kejelasan pilihan bisa melemah, dan keterkaitan antara pusat dan daerah menjadi kabur. Yang lebih serius, koordinasi kebijakan berpotensi terhambat. Presiden dan DPR yang terpilih lebih dulu akan mulai bekerja tanpa dukungan penuh dari struktur legislatif daerah.

Padahal, banyak program pembangunan bersifat lintas sektor dan lintas wilayah. Tanpa DPRD yang sinkron, roda negara bisa tersendat di tingkat provinsi dan kabupaten.

Argumen bahwa pemilu serentak terlalu melelahkan bagi petugas dan peserta cukup bisa dipahami.

Tetapi kita seharusnya belajar dari pengalaman, bukan melupakannya. Perbaikan manajemen pemilu, pelatihan penyelenggara, serta pemutakhiran teknologi bisa menjadi solusi.

Bukan dengan membelah waktu dan membebani rakyat dua kali. Risiko kelelahan justru berpindah ke ruang partisipasi.

Rakyat yang sebelumnya datang dengan satu semangat, kini harus membagi perhatian, energi, dan kadang kepercayaan.

Lebih dari sekadar penjadwalan, pemisahan ini juga memunculkan risiko sistemik di level lokal.

Tingkat pengawasan publik cenderung lebih lemah, dinamika politik uang lebih sulit dikendalikan, dan polarisasi bisa lebih tajam.

Ketika sorotan nasional menghilang, arena lokal menjadi lebih rentan terhadap praktik transaksional.

Dalam situasi itu, suara rakyat bukan lagi alat penentu, melainkan alat tukar yang dilemahkan oleh jarak dan kelelahan kolektif.

Bagi partai politik, pemisahan ini juga menuntut kesiapan yang tidak sederhana. Logistik harus dikalkulasi ulang, strategi harus dijalankan dua kali, dan konsolidasi harus dilakukan dalam rentang yang lebih panjang.

Baca Juga  Mafia Pangan; Kejahatan Struktural dalam Birokrasi

Dalam praktiknya, yang diuntungkan adalah kelompok yang telah mapan; kelompok yang memiliki dana besar untuk menguasai jaringan lokal. Akibatknya partisipasi justru semakin asimetris.

Kita tidak sedang menolak perubahan, tetapi perubahan yang tidak mempertimbangkan relasi sosial, psikologis, dan politik rakyat bisa menjauhkan kita dari tujuan demokrasi itu sendiri.

Jika Pemilu serentak sebelumnya telah menunjukkan bahwa rakyat mampu mengelola kompleksitas dengan damai dan antusias, maka alangkah bijaknya untuk memperbaiki kekurangannya, bukan merombaknya secara total.

Demokrasi bukan hanya prosedur, tetapi juga proses kebersamaan dalam menentukan masa depan.

Ketika rakyat memilih, mereka tidak hanya menjalankan hak, tetapi juga menata harapan.

Maka waktu Pemilu bukan sekadar kalender, melainkan medan tempat makna dibangun.

Jika waktu itu dipisah tanpa kejelasan arah, makna pun bisa ikut retak. Dan ketika makna terputus dari pengalaman hidup rakyat, demokrasi berubah menjadi ritual tanpa ruh.

Dalam situasi seperti itu, pertanyaan mendasarnya bukan lagi apakah rakyat akan memilih, tetapi apakah pilihan mereka masih mampu menjangkau hidup yang mereka perjuangkan.*

Baca di Kabariku.com MK Akhiri “Pemilu 5 Kotak”: Pemilu Nasional dan Daerah Dipisah Mulai 2029

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

Tags: Disonansi DemokrasiPemilu 2029Pemilu 5 kotakPemisahan Pemilu
ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

Usai Terima PM Malaysia, Presiden Prabowo Pimpin Ratas Deregulasi Sektor Riil dan Tarif RI-AS

Posting Selanjutnya

Melawan Lupa di Kota yang Pernah Menyala: Aktivis 98 Kembali ke Bandung

Related Posts

Jangan Biarkan Serakahnomic Hancurkan Kemanusiaan

1 Desember 2025

Soeharto Ditetapkan sebagai Pahlawan, Merendahkan Standar Kita dalam Bernegara

11 November 2025

Jika Soeharto Jadi Pahlawan, Lalu Kami Ini Siapa?

11 November 2025
Gelar pahlawan untuk Soeharto, Gus Dur, dan Marsinah jadi simbol rekonsiliasi nasional oleh Presiden Prabowo.(Foto: Istimewa)

Pemberian Gelar Pahlawan 2025 : Ada Dorongan Kuat dalam diri Presiden Prabowo untuk Rekonsiliasi Total

10 November 2025
Foto Ilustrasi (Istimewa)

Aktualisasi Kepahlawanan Figur Polri 

5 November 2025

Gelar Pahlawan Bukan untuk Gembong Koruptor dan Pelanggar HAM

1 November 2025
Posting Selanjutnya

Melawan Lupa di Kota yang Pernah Menyala: Aktivis 98 Kembali ke Bandung

Seskab Teddy Tinjau Sekolah Rakyat di Sentra Handayani: 100 Lokasi Siap Diluncurkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Tutup Celah Korupsi Lintas Negara, KPK-CAC Timor Leste Teken MoU

17 Januari 2026

Buka Career Day MGBK DKI, Kepala BNN RI: Generasi Bebas Narkoba Penentu Indonesia Emas

14 Januari 2026
Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi (Foto:BPMI)

Presiden Prabowo Resmikan Program Sekolah Rakyat Strategi Pengentasan Kemiskinan

12 Januari 2026

Optimalisasi Asset Recovery, KPK Serahkan Lahan Rp9,83 Miliar di Sumedang untuk Pusdiklat HAM

9 Januari 2026

Menutup 2025, Menyongsong 2026 dengan Disiplin dan Keyakinan Politik Rakyat

1 Januari 2026
GOL Pelaporan Gratifikasi Online

Laporan Gratifikasi 2025 Naik 20 Persen: KPK Terima 5.020 Aduan Senilai Rp16,40 Miliar

31 Desember 2025
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan laporan capaian hasil Satgas PKH dan penyelamatan keuangan negara tahun 2025 di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (24/12/2025)

Presiden Prabowo: Jangan Mau Dilobi, Penyelamatan Rp6,6 Triliun Baru Permulaan

26 Desember 2025

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tutup Celah Korupsi Lintas Negara, KPK-CAC Timor Leste Teken MoU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima TNI Agus Subiyanto Mutasi 5 Perwira Isi Jabatan Strategis di BIN, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramai Dituding Cuma 30 Persen Susu, Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Susu Program MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Resmikan Program Sekolah Rakyat Strategi Pengentasan Kemiskinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Career Day MGBK DKI, Kepala BNN RI: Generasi Bebas Narkoba Penentu Indonesia Emas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio