Sorot Merah Putih, Jakarta – Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam menjalin hubungan solidaritas dengan Palestina melalui rencana pengiriman bantuan kemanusiaan berupa 10 ribu ton beras.
Bantuan ini bersumber dari stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang dikelola oleh Perum Bulog dan akan segera diberangkatkan dalam waktu dekat.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan bahwa keputusan ini telah disepakati dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
“Mengenai bantuan beras untuk Palestina, tadi Bapak Menko Pangan dalam Rakortas sudah menyetujui 10 ribu ton. Kita upayakan dalam tiga minggu terakhir bulan ini bisa disiapkan untuk loading-nya,” ujar Arief di Kantor Kemenko Pangan, dikutip Sabtu (14/6/2025).
Pengiriman bantuan ini akan dikoordinasikan menggunakan dana dari Indonesian Aid di bawah Kementerian Luar Negeri. Namun, karena menggunakan stok CPP, Badan Pangan Nasional akan menugaskan Perum Bulog sebagai pelaksana teknis penyediaan beras tersebut.
“Untuk penganggarannya menggunakan Indonesian Aid. Tapi karena menggunakan stok CPP, maka nanti Bapanas yang akan menugaskan Bulog,” lanjut Arief.

Payung hukum penyaluran bantuan pangan ke luar negeri ini telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 125 Tahun 2025, khususnya Pasal 11 Ayat 2, yang memperbolehkan penggunaan CPP untuk bantuan internasional jika telah disepakati dalam rapat koordinasi setingkat menteri.
Rencana ini juga sejalan dengan momentum kunjungan kerja Menteri Pertanian Palestina Rezq Basheer-Salimia ke Indonesia pada 15–17 Juni mendatang.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, diketahui mengusulkan pengiriman bantuan ini sebagai bentuk nyata dukungan Indonesia terhadap rakyat Palestina.
Sementara Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memaparkan rencana pengiriman bantuan beras Indonesia ke Palestina akan dibawa oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“Bantuan Palestina 10 ribu ton nanti Insya Allah TNI yang akan kirim. Sudah diputuskan tadi, 10 ribu ton, secepat-cepatnya,” ungkap Zulhas. Kamis (12/6/2025).
“Mudah-mudahan dalam bulan ini sudah bisa berangkat. TNI akan berlayar ke sana, ke Yordania atau langsung ke Palestina. Itu keputusan kita hari ini,” tambahnya.
Ini bukan kali pertama Indonesia menyalurkan bantuan pangan ke luar negeri. Pada 2017, Bulog juga pernah mengirimkan 5 ribu ton beras ke Sri Lanka sebagai bentuk solidaritas internasional.
Selain itu, Indonesia juga aktif dalam mekanisme ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR), bersama Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Dalam kerangka ini, Indonesia berkomitmen menyiapkan 12 ribu ton beras untuk negara-negara anggota yang terdampak bencana atau krisis pangan.
Bantuan beras ke Palestina kali ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang tak hanya vokal dalam diplomasi kemanusiaan, tetapi juga konkret dalam aksi solidaritas pangan lintas negara.*Yus
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini
















