Sorot Merah Putih, Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengapresiasi langkah cepat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam merespons informasi ancaman bom terhadap pesawat Saudi Airlines yang mengangkut jemaah haji asal Indonesia.
Ia menegaskan bahwa insiden ini tidak boleh dianggap sepele dan harus diusut tuntas hingga pelaku ditemukan.
“Ini kan sangat berbahaya. Makanya Bareskrim langsung turun tangan. Saya apresiasi kecepatan respons Polri dalam konteks emergency. Saya lihat juga kemarin tim Brimob sangat cekatan memeriksa seluruh detail,” ujar Habiburokhman. Jumat (20/6/2025).
Meskipun hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan bom, legislator dari Fraksi Gerindra ini menekankan bahwa ancaman tersebut sudah termasuk dalam kategori perbuatan teror.
Menurutnya, tindakan seperti itu bisa berdampak luas dan mengancam keselamatan publik.
“Walaupun tidak ada bomnya, ini sudah masuk kategori teror. Harus diusut tuntas siapa yang mengirim email dan segala detailnya harus dilacak,” tegasnya.
Habiburokhman juga mewanti-wanti agar kejadian serupa tak terulang di masa mendatang. Ia menilai potensi terjadinya ancaman semacam itu tetap tinggi, terlebih jika dilakukan dari luar negeri.
“Potensi terulang pasti besar, apalagi ini dilakukan dari luar negeri. Yang penting, kalau ada kejadian seperti ini harus langsung ditindaklanjuti secara serius,” tambahnya.
Habiburokhman menyarankan agar Polri menjalin kerja sama dengan Organisasi Polisi Kriminal Internasional (Interpol) guna menelusuri pelaku di balik ancaman bom yang dikirim melalui surat elektronik (email) dan disebut berasal dari India.
“Saya dengar Bareskrim sudah bisa mendeteksi pelakunya, kalau tidak salah dari India. Tapi tentu kita punya kerja sama internasional dengan Interpol untuk menindaklanjuti hal ini secara maksimal. Jadi tidak bisa dianggap remeh,” ujar Ketua Komisi III DPR RI tersebut.
Sebelumnya, pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV-5726 rute Jeddah-Jakarta yang membawa jemaah haji Indonesia terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, setelah menerima ancaman adanya bom di dalam pesawat.
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Wishnu Hermawan Februanto menyampaikan bahwa hasil sementara dari pemeriksaan tim penjinak bom (Jibom) bersama Kodam dan Paskhas TNI AU menyatakan pesawat dalam kondisi aman.
“Posisi pesawat dinyatakan clear, baik dari kabin maupun bagasi. Namun, kami masih melakukan pendalaman terhadap barang bawaan milik para jemaah haji,” ujar Irjen Wishnu.
Langkah responsif aparat keamanan serta seruan pengawasan ketat dari pihak legislatif menunjukkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menjaga keselamatan transportasi udara, khususnya selama musim ibadah haji yang melibatkan ribuan warga negara Indonesia.*
*Divhum Polri
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini
















