Sorot Merah Putih, Minahasa – Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang digelar di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara ini, menjadi momentum penting dalam menentukan arah baru organisasi strategis ini.
Munas VI Apkasi tahun 2025 ini, tidak hanya menjadi ajang pemilihan Ketua Umum definitif untuk masa bakti 2025-2030, tetapi juga wadah untuk membahas isu-isu strategis terkait pembangunan daerah.
Nama Bursah Zarnubi mencuat sebagai kandidat terkuat untuk menduduki posisi Ketua Umum Apkasi.
Dukungan besar pun mengalir, salah satunya dari Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, yang menyatakan secara terbuka bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) solid mendukung pencalonan Bursah.
“Dengan sederet pengalaman yang sudah ada, sebagai mantan aktivis yang jadi pelaku sejarah perwujudan agenda otonomi daerah, abang saya, Bang Bursah, adalah figur yang tepat untuk itu,” ujar Juventus, dikutip Jumat (30/5/2025).
Juventus menilai, Apkasi saat ini membutuhkan sosok kuat yang mampu menyatukan dan memperjuangkan kepentingan ratusan kabupaten dalam bingkai otonomi daerah.
“Wadah ini ada untuk memperjuangkan kepentingan bersama semua kabupaten dalam agenda besar otonomi daerah. Selain itu juga jadi wadah komunikasi dan kerja sama,” tambahnya.

Bursah Zarnubi bukan nama baru dalam dunia politik dan aktivis di Indonesia. Ia dikenal sebagai mantan anggota DPR RI periode 2006-2019 dan pernah memimpin Partai Bintang Reformasi (PBR) sejak 2006.
Selain itu, ia merupakan pendiri dan Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), serta aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan.
Figur kelahiran Lahat, Sumatera Selatan, 29 Januari 1959 ini juga dikenal luas sebagai tokoh yang memiliki jaringan kuat di pemerintahan pusat, legislatif, bahkan yudikatif.
Menurut Juventus, kekuatan inilah yang membuat para bupati semakin yakin bahwa Bursah adalah figur pemersatu yang dapat membawa aspirasi kabupaten lebih terdengar dan diperjuangkan secara konkret.
“Akses kepada pembuat kebijakan yang lebih tinggi, ini yang kami para Bupati perlukan. Sendiri-sendiri bergerak pasti susah, tapi kalau bergerak bersama pasti lebih ringan,” ujar Juventus, yang juga mantan Ketua Presidium PMKRI dan politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Untuk diketahui, Bursah Zarnubi merupakan alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Jayabaya, Jakarta. Sejak masa mahasiswa, ia aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), bahkan sempat menjadi Ketua Umum HMI Cabang Jakarta.
Ia juga pernah menjabat Ketua Senat Mahasiswa FE Jayabaya serta mendirikan organisasi HUMANIKA.
Karier politik dan profesionalnya pun mencerminkan kapasitas kepemimpinan dan visi reformisnya: mulai dari peneliti, direktur utama di sejumlah perusahaan, hingga anggota legislatif.
Pada Pemilu 2009, Bursah sempat mencalonkan diri sebagai calon presiden dari PBR, meski akhirnya gagal melampaui ambang batas parlementer.
Namun, semangat dan komitmennya terhadap reformasi dan otonomi daerah tak pernah surut. Kini, dengan dukungan penuh dari berbagai kepala daerah, termasuk dari wilayah timur Indonesia, langkah Bursah menuju kursi Ketua Apkasi semakin mantap.
Apkasi Butuh Pemimpin Visioner
Dengan makin kompleksnya tantangan di tingkat daerah, termasuk isu pemerataan pembangunan, ketahanan fiskal, dan tata kelola pemerintahan yang efisien, peran Apkasi menjadi sangat strategis.
Dibutuhkan pemimpin yang bukan hanya berpengalaman, tapi juga visioner dan mampu menjadi jembatan antara pemerintah pusat dan daerah.
Jika terpilih, Bursah Zarnubi diharapkan mampu merevitalisasi peran Apkasi agar lebih progresif, adaptif, dan berdampak langsung bagi seluruh anggota di 416 kabupaten se-Indonesia.*
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini
















