• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Kamis, April 23, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Nasional

Aktivis Reformasi 1998 Menolak Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

Boelan Tresyana oleh Boelan Tresyana
10 November 2025
di Nasional
Waktu membaca: 3 menit lebih
A A
0

Sorot Merah Putih, Jakarta – Sejumlah aktivis reformasi 1998 menyatakan penolakan atas keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan Presiden ke-2 RI, Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional. Pernyataan sikap tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima Sorot Merah Putih, Senin (10/11/2025).

Kelompok Aktivis 98 dikenal sebagai gerakan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat sipil yang berperan dalam menggugat kekuasaan Orde Baru hingga melahirkan Reformasi 1998. Mereka menyebut keputusan pemerintah tersebut berpotensi mengaburkan ingatan sejarah bangsa.

BacaLainnya

Viral Anggaran Rp1,2 Triliun SIPGN, BGN Pastikan Transparansi dan Keamanan Data Nasional

23 April 2026

SIAGA 98 Desak Kejelasan dan Aksi Nyata Percepatan Reformasi Polri

11 April 2026

Inovasi Korlantas Polri: ETLE Handheld Tingkatkan Efektivitas Penindakan di Jalan

2 April 2026

“Kami tak menolak mengakui jasa siapapun terhadap Republik ini, termasuk Soeharto. Tetapi kepahlawanan adalah hal yang jauh lebih besar dan penting dari sekadar menghargai jasa seseorang,” demikian bunyi pernyataan mereka.

Menurut para aktivis, menjadikan klaim jasa sebagai alasan untuk mengangkat Soeharto ke posisi pahlawan dapat berakibat pada penyingkiran fakta sejarah mengenai pelanggaran hak asasi manusia, pembatasan kebebasan sipil, hingga represi politik selama masa Orde Baru.

Mereka menilai, hal tersebut sama saja dengan memberikan “bius amnesia sejarah” kepada bangsa.

“Kepahlawanan seharusnya menjadi mekanisme moral kolektif yang membantu bangsa membedakan mana yang benar dan yang salah dalam sejarah. Ia tidak boleh dikosongkan maknanya menjadi sekadar kemegahan personal,” lanjut pernyataan itu.

Soroti Inkonsistensi Negara dalam Penulisan Sejarah

Dalam pernyataannya, Aktivis 98 turut menyinggung pentingnya konsistensi negara dalam menghargai semua pihak yang berjasa bagi Indonesia.

Bila rekonsiliasi dijadikan alasan utama penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional, mereka menilai pemerintah juga seharusnya berani mengakui kontribusi tokoh-tokoh kiri yang selama ini dihapus dalam penulisan sejarah resmi.

Baca Juga  DPP KAMSRI Soroti Kisruh di DPR, Prof. Jimly: Evaluasi Menyeluruh Kelembagaan Legislatif

“Kami bertanya: Apakah bangsa ini telah kehilangan keberanian untuk mengakui sejarahnya sendiri? Apakah nilai-nilai yang hendak diajarkan kepada generasi kita dari sikap inkonsisten dan mau menang sendiri tersebut?” tulis mereka mempertanyakan.

Para aktivis juga menyoroti implikasi moral dari keputusan tersebut terhadap generasi muda. Mereka khawatir keputusan itu akan mengirim pesan bahwa kekuasaan dapat membenarkan tindakan apa pun, termasuk pelanggaran kemanusiaan, demi stabilitas politik.

“Jika itu pelajaran moral yang akan diwariskan kepada generasi muda, maka bangsa ini bukan sedang membangun masa depan, tetapi sedang memperpanjang bayang-bayang masa lalu. Terhadap kemungkinan itu, kami menyatakan tidak setuju,” tegas mereka.

Berikut aktivis reformasi 1998 menyatakan penolakan atas keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan Presiden ke-2 RI, Soeharto sebagai Pahlawan nasional, menyatakan tidak setuju:

1. Andi Arief
2. Rachland Nashidik
3. ⁠Hery Sebayang
4. ⁠Jemmy Setiawan
5. ⁠Aam Sapulete
6. ⁠Robertus Robet
7. ⁠Syahrial Nasution
8. ⁠Rocky Gerung
9. Yopie Hidayat
10. ⁠Bivitri Susanti
11. ⁠Abdullah Rasyid
12. ⁠Ulin Yusron
13. ⁠Iwan D. Laksono
14. ⁠Beathor Suryadi
15. ⁠Affan Afandi
16. ⁠Zeng Wei Zian
17. ⁠Umar Hasibuan
18. ⁠Hendardi
19. Syahganda Nainggolan
20. Hardi R Hermawan
21. ⁠Denny Indrayana
22. Khalid Zabidi.
23. Wawan Leak
24. Asfin Situmorang
25. Joni Sujarman
26. Kaka Sumijta
27. Anton Aritonang
28. Ign Tricahyo
29. Firdaus Dermawan
30. Bambang Sri Pujo Sukarno Sakti
31. Jove Manukoa
32. Standarkiaa Latief
33. Bob R
34. Teddy Wibisana
35. Gde Siriana
36. Lukman Nurhakim.

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

Tags: Aktivis Reformasi 1998Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto
ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

Pemberian Gelar Pahlawan 2025 : Ada Dorongan Kuat dalam diri Presiden Prabowo untuk Rekonsiliasi Total

Posting Selanjutnya

Ketum BMI Gus Farkhan: Kepahlawanan adalah Kompas Moral Bangsa, Bukan Sekadar Kemegahan Personal

Related Posts

Viral Anggaran Rp1,2 Triliun SIPGN, BGN Pastikan Transparansi dan Keamanan Data Nasional

23 April 2026

SIAGA 98 Desak Kejelasan dan Aksi Nyata Percepatan Reformasi Polri

11 April 2026

Inovasi Korlantas Polri: ETLE Handheld Tingkatkan Efektivitas Penindakan di Jalan

2 April 2026

BGN Ungkap Skema Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan 93 Persen untuk Program MBG

31 Maret 2026

BGN Tak Toleransi Praktik Curang, Mitra Mark Up Harga Terancam Disuspend Operasional

31 Maret 2026

Seskab Teddy: Presiden Hadirkan Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas Meriahkan Idulfitri

28 Maret 2026
Posting Selanjutnya

Ketum BMI Gus Farkhan: Kepahlawanan adalah Kompas Moral Bangsa, Bukan Sekadar Kemegahan Personal

Kemenko Polhukam dorong harmonisasi kewenangan pusat dan daerah untuk perkuat tata kelola pemerintahan.(Foto:doc. Polkam)

Kemenko Polhukam Dorong Revisi UU Pemda untuk Perkuat Sinergi dan Harmonisasi Pusat-Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Viral Anggaran Rp1,2 Triliun SIPGN, BGN Pastikan Transparansi dan Keamanan Data Nasional

23 April 2026

MBG yang Bersih, Dampak yang Berlipat: Dari Gizi Siswa hingga Penggerak Ekonomi Lokal

22 April 2026

Pandangan ADPPI atas Gagasan Menteri Keuangan Purbaya terkait Penataan Geo Dipa dan PNM dalam Ekosistem BUMN Panas Bumi dan Transisi Energi Nasional

18 April 2026

Ikhtiar Mengungkap Kasus Besar

16 April 2026

SIAGA 98 Desak Kejelasan dan Aksi Nyata Percepatan Reformasi Polri

11 April 2026

KPK Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan BRIN di Tengah Risiko Korupsi Sektor Riset

10 April 2026

Presiden Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum dan Konsensus Kebangsaan Jadi Fondasi Utama Negara

9 April 2026

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Logo Baru, Semangat Baru: Pindad Tegaskan Komitmen Kemandirian Teknologi Pertahanan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kenapa China Berkembang dan Maju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima TNI Agus Subiyanto Mutasi 5 Perwira Isi Jabatan Strategis di BIN, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Pilot Tempur Indonesia Sukses Terbang Solo Rafale di Prancis, Perkuat Pertahanan Udara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Mayjen (Purn) Glenny Kairupan, Direktur Utama Baru Garuda dengan Latar Militer dan Pengalaman Panjang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio