• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Senin, April 20, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Opini

Pemberian Gelar Pahlawan 2025 : Ada Dorongan Kuat dalam diri Presiden Prabowo untuk Rekonsiliasi Total

Irfan Adhiyanto oleh Irfan Adhiyanto
10 November 2025
di Opini
Waktu membaca: 3 menit lebih
A A
0
Gelar pahlawan untuk Soeharto, Gus Dur, dan Marsinah jadi simbol rekonsiliasi nasional oleh Presiden Prabowo.(Foto: Istimewa)

Gelar pahlawan untuk Soeharto, Gus Dur, dan Marsinah jadi simbol rekonsiliasi nasional oleh Presiden Prabowo.(Foto: Istimewa)

Oleh: Marlin Dinamikanto

SorotMerahPutih – Pemberian gelar pahlawan kepada 10 tokoh nasional yang sudah tiada menyisakan pro-kontra di masyarakat. Terutama pemberian gelar kepada Presiden ke-2 RI Soeharto yang memicu kontroversi terutama di lingkungan Aktivis 98. Penghargaan yang sama diberikan kepada Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Marsinah yang gugur sebagai korban pembunuhan saat memperjuangkan hak-hak buruh di era Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto.

BacaLainnya

Pandangan ADPPI atas Gagasan Menteri Keuangan Purbaya terkait Penataan Geo Dipa dan PNM dalam Ekosistem BUMN Panas Bumi dan Transisi Energi Nasional

18 April 2026

Ikhtiar Mengungkap Kasus Besar

16 April 2026
ilustrasi

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

28 Maret 2026

Pemberian gelar itu tentu saja memicu polemik di sejumlah platform media sosial. Muncul anggapan yang mendikotomikan apabila Soeharto diberi penghargaan pahlawan maka di sisi seberangnya, orang-orang yang pernah berlawanan dengan Soeharto dengan sendirinya secara diametral pantas disebut pengkhianat. Namun faktanya Presiden Prabowo juga memberikan penghargaan yang sama kepada Gus Dur dan Marsinah, dua sosok yang dicitrakan berlawan kekuasaan Orde Baru.

Saya tidak berada dalam posisi menilai apakah anggapan diametral di atas benar atau salah. Namun saya membaca ada dorongan yang kuat dalam diri Presiden Prabowo untuk melakukan rekonsiliasi secara total atas peristiwa kelam di masa lalu sekaligus membangun soliditas sosial-politik yang tidak pernah utuh, bahkan sejak Indonesia merdeka.

Untuk itu Presiden Prabowo – dalam sudut pandang saya tentunya – memandang perlunya rekonsiliasi menyeluruh untuk menghadapi tantangan bangsa ini ke depan yang secara global tidak sedang baik-baik saja. Apakah ikhtiar ini akan gagal atau berhasil tergantung kepada banyak hal, termasuk di dalamnya kebesaran hati dari masing-masing pihak yang selama ini berseberangan dalam banyak hal.

Baca Juga  PIJAR 98: Kunjungan Presiden ke India dan Optimalisasi Diaspora India di Indonesia

Tentu saja ini juga memerlukan kejujuran, introspeksi dan keterbukaan pikiran untuk masing-masing membangun kesepahaman di antara kelompok-kelompok yang dianggap bertikai untuk berebut ruang kebenaran. Ada kalanya pula, sebut saja kasus pembantaian di masa lalu, baik pelaku maupun korban sebenarnya sama-sama menjadi korban perang dingin dalam geopolitik perang global. Sebagai bangsa yang merdeka, bersatu dan berdaulat sudah pasti tidak ingin terus-menerus menjadi proxy kepentingan yang membunuh soliditas suatu bangsa.

Rekonsiliasi memang bukan hal yang sederhana. Kami dengan diinisiasi mendiang Jopie Lasut dan Aktivis 78 Indro Tjahjono pernah mengumpulkan korban Orde Baru, baik peristiwa 1965 hingga DI/TII dalam Temu Raya Eks Tapol/Napol di Hotel Grand Cempaka pada tahun 2002. Namun upaya rekonsiliasi yang juga dihadiri Taufiq Kiemas selaku suami Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri segera terinterupsi peristiwa Ambon dan Poso. Upaya serupa juga diikhtiarkan oleh sejumlah kalangan yang diinisiasi oleh Komnas HAM namun upaya-upaya itu hanya terhenti sekedar seruan dan selalu gagal ditindaklanjuti sebagai produk kebijakan.

Untuk itu saya mengapresiasi ikhtiar rekonsiliasi Presiden Prabowo dengan memberikan penghargaan secara bersamaan kepada tokoh-tokoh yang dalam posisi berseberangan di masa lalu. Paling tidak pejuang-pejuang yang melawan penguasa tyrant bangsa sendiri juga diakui oleh Presiden Prabowo sebagai pahlawan.

Memang tidak semua peristiwa kelam di masa lalu tidak bisa semuanya bisa diserahkan kepada waktu yang terus berlalu. Untuk itu keadilan tetap menjadi kata kunci agar rekonsiliasi yang diikhtiarkan Presiden Prabowo tidak menyisakan bara di dalam sekam di antara kelompok-kelompok yang bertikai agar rekonsiliasi yang diikhtiarkan oleh sejumlah kalangan, termasuk oleh Presiden Prabowo, menjadi rekonsiliasi yang berkualitas sehingga tercipta solidaritas nasional yang kuat.

Baca Juga  Aktualisasi Kepahlawanan Figur Polri 

Penulis adalah Pimpinan Umum Sorot Merah Putih yang juga Pimred Kabar dari Pijar (1995-1999).

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

Mengenal Marsinah, Aktivis Buruh yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo

Posting Selanjutnya

Aktivis Reformasi 1998 Menolak Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

Related Posts

Pandangan ADPPI atas Gagasan Menteri Keuangan Purbaya terkait Penataan Geo Dipa dan PNM dalam Ekosistem BUMN Panas Bumi dan Transisi Energi Nasional

18 April 2026

Ikhtiar Mengungkap Kasus Besar

16 April 2026
ilustrasi

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

28 Maret 2026
ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Dari Dekonstruksi ke Rekonstruksi: Jika Rocky Gerung Masuk Pemerintahan Prabowo Subianto

4 Maret 2026
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026)

Agreement on Reciprocal Trade 19/02/2026: Preseden Buruk Diplomasi Indonesia

26 Februari 2026
Posting Selanjutnya

Aktivis Reformasi 1998 Menolak Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

Ketum BMI Gus Farkhan: Kepahlawanan adalah Kompas Moral Bangsa, Bukan Sekadar Kemegahan Personal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Pandangan ADPPI atas Gagasan Menteri Keuangan Purbaya terkait Penataan Geo Dipa dan PNM dalam Ekosistem BUMN Panas Bumi dan Transisi Energi Nasional

18 April 2026

Ikhtiar Mengungkap Kasus Besar

16 April 2026

SIAGA 98 Desak Kejelasan dan Aksi Nyata Percepatan Reformasi Polri

11 April 2026

KPK Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan BRIN di Tengah Risiko Korupsi Sektor Riset

10 April 2026

Presiden Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum dan Konsensus Kebangsaan Jadi Fondasi Utama Negara

9 April 2026
dok MKRI

MK Gelar Uji Materi UU APBN 2026, Soroti Skema dan Legalitas Program Makan Bergizi Gratis

3 April 2026

Inovasi Korlantas Polri: ETLE Handheld Tingkatkan Efektivitas Penindakan di Jalan

2 April 2026

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menhan Sjafrie Bertemu Menhan USA Peter Hegseth, Bahas Stabilitas dan Keamanan Kawasan Asia Tenggara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lawatan Diplomatik Presiden Prabowo: Hadiri Sidang Umum PBB, Kunjungi Kanada hingga Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Mayjen (Purn) Glenny Kairupan, Direktur Utama Baru Garuda dengan Latar Militer dan Pengalaman Panjang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Logo Baru, Semangat Baru: Pindad Tegaskan Komitmen Kemandirian Teknologi Pertahanan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima TNI Agus Subiyanto Mutasi 5 Perwira Isi Jabatan Strategis di BIN, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio