• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Sabtu, Juli 25, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Opini

Pemberian Gelar Pahlawan 2025 : Ada Dorongan Kuat dalam diri Presiden Prabowo untuk Rekonsiliasi Total

Irfan Adhiyanto oleh Irfan Adhiyanto
10 November 2025
di Opini
Waktu membaca: 3 menit lebih
A A
0
Gelar pahlawan untuk Soeharto, Gus Dur, dan Marsinah jadi simbol rekonsiliasi nasional oleh Presiden Prabowo.(Foto: Istimewa)

Gelar pahlawan untuk Soeharto, Gus Dur, dan Marsinah jadi simbol rekonsiliasi nasional oleh Presiden Prabowo.(Foto: Istimewa)

Oleh: Marlin Dinamikanto

SorotMerahPutih – Pemberian gelar pahlawan kepada 10 tokoh nasional yang sudah tiada menyisakan pro-kontra di masyarakat. Terutama pemberian gelar kepada Presiden ke-2 RI Soeharto yang memicu kontroversi terutama di lingkungan Aktivis 98. Penghargaan yang sama diberikan kepada Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Marsinah yang gugur sebagai korban pembunuhan saat memperjuangkan hak-hak buruh di era Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto.

BacaLainnya

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

22 Juli 2026
MBG Watch memasang garis kuning-hitam atau menyegel secara simbolis area depan kantor BGN

Kenaikan BBM, Skandal Tata Kelola MBG dan Mega Koruptor: Kombinasi Yang Perlu Diwaspadai

12 Juni 2026

Mengapa Dasco Tetap di DPR Saat Kursi Kabinet Terbuka Lebar?

8 Juni 2026

Pemberian gelar itu tentu saja memicu polemik di sejumlah platform media sosial. Muncul anggapan yang mendikotomikan apabila Soeharto diberi penghargaan pahlawan maka di sisi seberangnya, orang-orang yang pernah berlawanan dengan Soeharto dengan sendirinya secara diametral pantas disebut pengkhianat. Namun faktanya Presiden Prabowo juga memberikan penghargaan yang sama kepada Gus Dur dan Marsinah, dua sosok yang dicitrakan berlawan kekuasaan Orde Baru.

Saya tidak berada dalam posisi menilai apakah anggapan diametral di atas benar atau salah. Namun saya membaca ada dorongan yang kuat dalam diri Presiden Prabowo untuk melakukan rekonsiliasi secara total atas peristiwa kelam di masa lalu sekaligus membangun soliditas sosial-politik yang tidak pernah utuh, bahkan sejak Indonesia merdeka.

Untuk itu Presiden Prabowo – dalam sudut pandang saya tentunya – memandang perlunya rekonsiliasi menyeluruh untuk menghadapi tantangan bangsa ini ke depan yang secara global tidak sedang baik-baik saja. Apakah ikhtiar ini akan gagal atau berhasil tergantung kepada banyak hal, termasuk di dalamnya kebesaran hati dari masing-masing pihak yang selama ini berseberangan dalam banyak hal.

Baca Juga  Kehendak untuk Berkuasa di Era Kerusuhan sebagai Konten

Tentu saja ini juga memerlukan kejujuran, introspeksi dan keterbukaan pikiran untuk masing-masing membangun kesepahaman di antara kelompok-kelompok yang dianggap bertikai untuk berebut ruang kebenaran. Ada kalanya pula, sebut saja kasus pembantaian di masa lalu, baik pelaku maupun korban sebenarnya sama-sama menjadi korban perang dingin dalam geopolitik perang global. Sebagai bangsa yang merdeka, bersatu dan berdaulat sudah pasti tidak ingin terus-menerus menjadi proxy kepentingan yang membunuh soliditas suatu bangsa.

Rekonsiliasi memang bukan hal yang sederhana. Kami dengan diinisiasi mendiang Jopie Lasut dan Aktivis 78 Indro Tjahjono pernah mengumpulkan korban Orde Baru, baik peristiwa 1965 hingga DI/TII dalam Temu Raya Eks Tapol/Napol di Hotel Grand Cempaka pada tahun 2002. Namun upaya rekonsiliasi yang juga dihadiri Taufiq Kiemas selaku suami Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri segera terinterupsi peristiwa Ambon dan Poso. Upaya serupa juga diikhtiarkan oleh sejumlah kalangan yang diinisiasi oleh Komnas HAM namun upaya-upaya itu hanya terhenti sekedar seruan dan selalu gagal ditindaklanjuti sebagai produk kebijakan.

Untuk itu saya mengapresiasi ikhtiar rekonsiliasi Presiden Prabowo dengan memberikan penghargaan secara bersamaan kepada tokoh-tokoh yang dalam posisi berseberangan di masa lalu. Paling tidak pejuang-pejuang yang melawan penguasa tyrant bangsa sendiri juga diakui oleh Presiden Prabowo sebagai pahlawan.

Memang tidak semua peristiwa kelam di masa lalu tidak bisa semuanya bisa diserahkan kepada waktu yang terus berlalu. Untuk itu keadilan tetap menjadi kata kunci agar rekonsiliasi yang diikhtiarkan Presiden Prabowo tidak menyisakan bara di dalam sekam di antara kelompok-kelompok yang bertikai agar rekonsiliasi yang diikhtiarkan oleh sejumlah kalangan, termasuk oleh Presiden Prabowo, menjadi rekonsiliasi yang berkualitas sehingga tercipta solidaritas nasional yang kuat.

Baca Juga  MBG yang Bersih, Dampak yang Berlipat: Dari Gizi Siswa hingga Penggerak Ekonomi Lokal

Penulis adalah Pimpinan Umum Sorot Merah Putih yang juga Pimred Kabar dari Pijar (1995-1999).

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

Mengenal Marsinah, Aktivis Buruh yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo

Posting Selanjutnya

Aktivis Reformasi 1998 Menolak Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

Related Posts

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

22 Juli 2026
MBG Watch memasang garis kuning-hitam atau menyegel secara simbolis area depan kantor BGN

Kenaikan BBM, Skandal Tata Kelola MBG dan Mega Koruptor: Kombinasi Yang Perlu Diwaspadai

12 Juni 2026

Mengapa Dasco Tetap di DPR Saat Kursi Kabinet Terbuka Lebar?

8 Juni 2026

Malaikat Pelindung Silmy Karim

7 Juni 2026

Tantangan Nanik S. Deyang: Menata Ulang Arah dan Integritas Program MBG

4 Juni 2026

Presiden di Panggung Dunia, Mendagri Menjaga Kesinambungan Pemerintahan

31 Mei 2026
Posting Selanjutnya

Aktivis Reformasi 1998 Menolak Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

Ketum BMI Gus Farkhan: Kepahlawanan adalah Kompas Moral Bangsa, Bukan Sekadar Kemegahan Personal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Presiden Prabowo Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia di Istana Negara

22 Juli 2026

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

22 Juli 2026

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya di Malang, Tekankan Pengabdian TNI dan Polri untuk Rakyat

18 Juli 2026

Selamat Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026

1 Juli 2026
Koordinator SIAGA 98, Hasanuddin

SIAGA 98 Dorong DPR hingga Setneg Kawal Ketat Implementasi Ketentuan Peralihan UU Polri Nomor 5 Tahun 2026

29 Juni 2026
MBG Watch memasang garis kuning-hitam atau menyegel secara simbolis area depan kantor BGN

Kenaikan BBM, Skandal Tata Kelola MBG dan Mega Koruptor: Kombinasi Yang Perlu Diwaspadai

12 Juni 2026

Mengapa Dasco Tetap di DPR Saat Kursi Kabinet Terbuka Lebar?

8 Juni 2026

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lawatan Diplomatik Presiden Prabowo: Hadiri Sidang Umum PBB, Kunjungi Kanada hingga Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia di Istana Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Alasan DPR Tak Dukung Alimin Ribut Sujono, Hakim Vonis Mati Ferdy Sambo yang Gagal Jadi Hakim Agung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mendagri: Moratorium Pemekaran Daerah Otonomi Baru Tidak Berlaku untuk Usulan Daerah Istimewa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com | djituberita.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio