Sorot Merah Putih, Jakarta – Direktur Indonesia Millennials Center (IMC), Yerikho, menegaskan bahwa pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang sempat viral di media sosial, bukanlah sindiran politik.
Yerikho menegaskan, apa yang disampaikan Dasco murni candaan ringan dalam suasana pidato informal.
“Pernyataan Pak Dasco itu jelas-jelas disampaikan dalam konteks bercanda. Tidak ada maksud menyindir apalagi menyerang partai atau kelompok tertentu,” ujar Yerikho, Selasa (22/7/2025) malam.
Yerikho menyoroti adanya upaya sejumlah pihak menggiring opini publik agar guyonan tersebut tampak bernuansa politik.
Menurutnya, langkah ini bisa memicu polarisasi dan kegaduhan yang tidak perlu.
“Ini sangat disayangkan. Alih-alih menjaga suasana politik yang kondusif, justru ada pihak yang memanfaatkan momen ini untuk menciptakan kegaduhan,” tambahnya.
IMC menyerukan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dipelintir, terlebih di era digital ketika potongan video bisa dengan mudah disalahartikan jika tidak dilihat secara utuh.
“Kami percaya publik kita cerdas dan bisa membedakan mana candaan dan mana yang serius. Tapi kami juga mengingatkan, jangan sampai candaan dijadikan senjata politik oleh pihak-pihak yang punya agenda terselubung,” tegas Yerikho.
Sebelumnya, Dasco melontarkan guyonan saat menutup Kongres Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) pada Sabtu (19/7/2025).
Dalam video yang beredar, Dasco menyebut ada partai politik lain yang juga tengah menggelar kongres, merujuk pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang pada akhir pekan lalu mengumumkan perubahan logo partai dari bunga mawar menjadi gajah kepala merah.
Dalam kesempatan itu, Dasco berseloroh apakah Gekrafs juga akan mengganti logonya menjadi “kancil”.
Candaan ini kemudian dipelintir sebagian pihak sehingga memicu spekulasi politik di media sosial.*
Baca juga :
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini















