Sorot Merah Putih, Jakarta – Partai Golkar resmi menonaktifkan Adies Kadir dari Fraksi Partai Golkar DPR RI terhitung mulai Senin, 1 September 2025. Keputusan ini diumumkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, setelah meningkatnya eskalasi demonstrasi di sejumlah wilayah buntut pernyataan Adies terkait tunjangan rumah anggota DPR yang menuai kritik publik.
Namun di balik sorotan tersebut, rekam jejak Adies Kadir menunjukkan bahwa ia adalah sosok politisi yang hebat dan berpengaruh di Senayan.
Raihan Suara Setiap Pemilu
Adies Kadir merupakan kader Golkar yang sukses menembus DPR RI selama tiga periode berturut-turut dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur I.
Pada Pemilu 2014, ia meraih 30.093 suara dan berhasil mengungguli Priyo Budi Santoso, politisi senior yang kala itu juga maju dari dapil yang sama.
Lima tahun kemudian, pada Pemilu 2019, perolehan suaranya meningkat pesat menjadi 106.106 suara. Keberhasilan ini kembali ia ulangi pada Pemilu 2024, ketika ia mengantongi 147.185 suara dan kembali dipercaya duduk sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029.
Riwayat Jabatan di DPR RI
Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Senayan, Adies Kadir tidak pernah sekadar menjadi anggota biasa. Ia selalu menduduki jabatan strategis di DPR RI. Pada 2014, ia dipercaya sebagai Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Selanjutnya, pada 2019, ia menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan.
Karier Adies Kadir kian menanjak pada 2024 ketika ia dipilih sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Latar Belakang Pendidikan
Adies Kadir lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 17 Oktober 1968. Ia menempuh pendidikan dasar di Kapuas, melanjutkan ke SMP di Samarinda, lalu SMA di Kupang.
Selepas itu, ia menempuh studi S1 Teknik Sipil di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, kemudian beralih ke dunia hukum dengan meraih gelar Sarjana Hukum dan Magister Hukum di Universitas Merdeka.
Pendidikan tingginya dituntaskan dengan gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Itulah Adies Kadir, sosok berpengaruh di Senayan yang dinonaktifkan oleh partai terkait pernyataannya soal tunjangan perumahan anggota dewan.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini
















