• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Kamis, Desember 11, 2025
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Opini

Soeharto Ditetapkan sebagai Pahlawan, Merendahkan Standar Kita dalam Bernegara

Boelan Tresyana oleh Boelan Tresyana
11 November 2025
di Opini
Waktu membaca: 4 menit lebih
A A
0

oleh :
Teddy Wibisana
Aktivis 90an yang Melawan Soeharto

Sorot Merah Putih, Jakarta – Soeharto, Presiden RI yang paling lama berkuasa yang dalam menjalankan kekuasaannya selama 32 tahun melakukan pelanggaran HAM, korupsi, kolusi dan nepotisme, oleh pemerintah diangkat menjadi pahlawan nasional.

BacaLainnya

Jangan Biarkan Serakahnomic Hancurkan Kemanusiaan

1 Desember 2025

Jika Soeharto Jadi Pahlawan, Lalu Kami Ini Siapa?

11 November 2025
Gelar pahlawan untuk Soeharto, Gus Dur, dan Marsinah jadi simbol rekonsiliasi nasional oleh Presiden Prabowo.(Foto: Istimewa)

Pemberian Gelar Pahlawan 2025 : Ada Dorongan Kuat dalam diri Presiden Prabowo untuk Rekonsiliasi Total

10 November 2025

Keputusan ini jelas sangat memalukan, yang membuat harga diri bangsa kita menjadi begitu rendahnya, yang membuat bangsa kita seakan tidak memiliki standar etika apalagj standar kepahlawanan.

Bagaimana presiden yang menggunakan semua instrumen negara untuk tetap berkuasa selama 32 tahun, dan baru berhenti berkuasa karena tidak mampu lagi menahan krisis dan kemarahan rakyat, bisa diangkat menjadi pahlawan?

Bagai mana seorang presiden yang memperkaya diri dan kroninya, melalui Peraturan Pemerintah (PP Nomor 15 Tahun 1976), yang dengan terang-terangan memaksa  bank milik negara untuk menyetorkan 5 persen dari laba bersih mereka ke yayasan miliknya, bisa menjadi pahlawan?

Bagaimana seorang presiden yang menggusur tanah milik rakyat hanya untuk keuntungan pengusaha, bukan untuk pelayanan publik, bisa diangkat sebagai pahlawan?

Dan bagaimana seorang presiden yang selama kekuasaannya melanggar HAM, dan hobi memenjarakan lawan politiknya, bisa diangkat menjadi pahlawan?_

Fakta Kekuasaan Soeharto

Pertanyaan-pertanyaan terhadap proses pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan tadi,  juga sekaligus gugatan saya terhadap pemerintah atas keputusannya tersebut. Keputisan itu telah mengabaikan fakta sejarah atas praktik KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) dan pelanggaran HAM yang dilakukan Soeharto.

Apa lagi kemudian fakta itu kemudian menjadi kekuatan hukum tetap, saat MA dalam sidang Peninjauan Kembali dengan tergugat Soeharto dan Yayasan Supersemar, dalam keputusannya Nomor 140 PK/Pdt/2015, MA menghukum Yayasan Supersemar untuk membayar ganti rugi kepada negara sebesar US$315.002.183 dan ganti rugi sebesar Rp139 miliar.

Baca Juga  Kebebasan Pers, Governance dan Transparansi Program MBG

Keputusan hukum ini secara tidak langsung membuktikan bahwa ada praktek korupsi yang dilakukan Soeharto melalui yayasan Supersemar miliknya.

Kasus pembantaian di Tanjung Priok,Talangsari- Lampung, Nipah,penembak misterius, DOM Aceh dan Papua, serta pelangaran HAM lainnya dokumentasinya sudah tersebar di media digital.

Kasus-kasus penggusuran tanah rakyat dan konflik agraria terjadi di banyak wilayah. Penggusuran tanah rakyat di banyam wilayah seperti di Cimacan, Rancamaya, Garut, Tapos, yang diikuti dengan banyaknya penangkapan dan pemenjaraan aktivis petani yang melawan penggusuran tersebut sudah di tulis dalam banyak buku.

Aktivis mahasiswa yang dipenjara saat demonstrasi melawan kebijakan Soeharto, di tahun 1974, 1978, 1989 sampai generasi 90 an, juga masih bisa diperoleh informasinya di media digital.

Bahkan saya sendiri saat bergabung dalam Front Aksi Mahasiswa Indonesia (FAMI) pernah ditangkap dan dihukum penjara selama satu tahun (1993-1994) saat  bersama 20 masiswa lainnya melakukan aksi di gedung DPR/MPR, menuntut MPR untuk mencopot Soeharto melalui Sidang Istimewa MPR.

Fakta-fakta sejarah itu tidak diperdulikan bahkan ingin dilupakan oleh pemerintah Prabowo-Gibran, yang memutuskan Soeharto menjadi pahlawan nasional. Pemerintah Prabowo-Gibran tidak bisa menjadikan alasan bahwa usulan itu sejak tahun 2010, tapi presiden sebelumnya menolak.

Siapa yang Diuntungkan Saat Soeharto sebagai Pahlawan?

Keputusan diangkatnya Soeharto sebagai pahlawan adalah keputusan politik, jadi ada keuntungan politik dalam keputusan tersebut.

Yang pertama menikmati keuntungan tersebut adalah keluarga Soeharto sendiri. Mereka tidak dibayangi lagi sebagai anak penguasa otoriter yang menjalankan praktik KKN.

Keuntungan politik biasanya akan berlanjut dengan keuntungan ekonomi. Ino akan terjadi pada keluarga Soeharto.

Keputusan MA Nomor 140 PK/Pdt/2015, yang menghukum Yayasan Supersemar dan Soeharto untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 4.4 triliun, yang selama ini sulit untuk dieksekusi, akan menjadi sebatas selembar kertas saja. Ini menjadi keuntungan ekonomi untuk keluarga cendana.

Baca Juga  Jalan Baru Menuju Kedaulatan Desa

Yang menikmati keuntungan besar lainnya tentu Prabowo dan partai Gerindra. Sebagai ex mantu Soeharto saja sudah diuntungkan, apalagi ditambah adanya Titiek Soeharto di Gerindra, yang menjadi Ketua Komisi IV DPR RI.

Keuntungan politik Sorharto menjadi pahlawan hanya untuk  keluarganya dan partai politik yang terkait dengan Soeharto dan keluarganya.

Tapi keuntungan itu tidak sebanding dengan kerugiannya. Salah satu kerugian adalah makin sulitnya pemberantasan korupsi kedepannya.

Jika negara tidak bisa mengeksekusi pengembalian uang hasil korupsi penguasa orde baru, yang sudah memiliki kekuatan hukum yang mengikat, bagaimana bisa melakukan pemberantasan korupsi kedepannya?

Jika saat ini gembar-gembor upaya pemberantasan korupsi terdengar begitu nyaringnya, tentu itu hanya omong kosong.***

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

Tags: Aktivis 90anGelar Pahlawan Nasional untuk Soehartohari pahlawan nasional
ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Mendadak di Halim Bahas Penyerapan Anggaran Sebelum Kunjungan ke Australia

Posting Selanjutnya

Candaan Yulian Gunhar ke Menteri Bahlil Lahadalia: “Ketua Umum Partai Ini Bisa Jadi Wapres, Barang Ini!”

Related Posts

Jangan Biarkan Serakahnomic Hancurkan Kemanusiaan

1 Desember 2025

Jika Soeharto Jadi Pahlawan, Lalu Kami Ini Siapa?

11 November 2025
Gelar pahlawan untuk Soeharto, Gus Dur, dan Marsinah jadi simbol rekonsiliasi nasional oleh Presiden Prabowo.(Foto: Istimewa)

Pemberian Gelar Pahlawan 2025 : Ada Dorongan Kuat dalam diri Presiden Prabowo untuk Rekonsiliasi Total

10 November 2025
Foto Ilustrasi (Istimewa)

Aktualisasi Kepahlawanan Figur Polri 

5 November 2025

Gelar Pahlawan Bukan untuk Gembong Koruptor dan Pelanggar HAM

1 November 2025
Jenderal (Purn) Budi Gunawan dan Jenderal (Purn). Sjafrie Syamsoeddin mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto resmi membuka acara Indo Defence di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2025)

Belajar dari Jenderal (Purn) Budi Gunawan dan Jenderal (Purn). Sjafrie Syamsoeddin; Mengatasi Krisis Agustus

28 Oktober 2025
Posting Selanjutnya

Candaan Yulian Gunhar ke Menteri Bahlil Lahadalia: “Ketua Umum Partai Ini Bisa Jadi Wapres, Barang Ini!”

Badan Gizi Nasional menyiapkan Rp29,5 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis hingga akhir 2025. (Foto: doc.BGN)

BGN Siapkan Anggaran Rp29,5 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis hingga Akhir 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Presiden Prabowo Terima Anugerah Kehormatan Bintang Tertinggi “Nishan-e-Pakistan” dari Pemerintah Pakistan

10 Desember 2025
Indonesia dinilai sudah mandiri menangani bencana Sumatra. Menhan Sjafrie tegaskan kesiapan nasional (Foto:Antara)

Menhan Sjafrie Pastikan Respons Bencana Sumatra Mengandalkan Kekuatan Dalam Negeri

9 Desember 2025
Presiden Prabowo Subianto meninjau posko pengungsian korban banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025), untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal. (doc.Setpres)

Presiden Prabowo Setujui Bantuan Rp60 Juta untuk Perbaikan Rumah Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

9 Desember 2025
Wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh dari pantauan udara yang didokumentasikan pada Minggu, 7 November 2025. (dok BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Pastikan Pasokan Pangan Tercukupi, Perbaikan Infrastruktur Aceh Dipimpin KSAD

8 Desember 2025
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono sebelumnya melepas bantuan kemanusiaan dalam program solidaritas “Diplomat Peduli” pada Kamis (5/12) di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI

Diplomat Peduli, Menlu Sugiono Kirim Drone Kargo Raksasa untuk Bantu Wilayah Terisolasi Aceh

7 Desember 2025

Poros Jakarta Raya: Hentikan Serakahnomic dan Wujudkan Ekonomi yang Berkeadilan

6 Desember 2025
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masuk daftar Google Year in Search 2025. (Doc.Istimewa)

Menkeu Purbaya Masuk Daftar “Year in Search 2025”, Bersanding dengan Jumbo dan Gemini AI

5 Desember 2025

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Sjafrie Sjamsoeddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Poros Jakarta Raya: Hentikan Serakahnomic dan Wujudkan Ekonomi yang Berkeadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diplomat Peduli, Menlu Sugiono Kirim Drone Kargo Raksasa untuk Bantu Wilayah Terisolasi Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Pastikan Pasokan Pangan Tercukupi, Perbaikan Infrastruktur Aceh Dipimpin KSAD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Alasan DPR Tak Dukung Alimin Ribut Sujono, Hakim Vonis Mati Ferdy Sambo yang Gagal Jadi Hakim Agung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Kolaborasi dengan kabariku.com

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Kolaborasi dengan kabariku.com