Sorot Merah Putih, Jakarta – Asosiasi Daerah Penghasil Panasbumi Indonesia (ADPPI) menyatakan optimisme tinggi terhadap masa depan pemanfaatan energi panas bumi di era pemerintahan Presiden Prabowo.
Demikian disampaikan Ketua Umum ADPPI, Hasanuddin menyusul peresmian delapan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Kamis (26/6/2025).
Menurut Hasanuddin, langkah nyata pemerintah bersama BUMN panas bumi, sektor swasta (Independent Power Producer), pemerintah daerah, dan masyarakat menunjukkan komitmen serius menuju kemandirian energi berbasis sumber daya bersih dan terbarukan.
“Peresmian delapan PLTP oleh Presiden Prabowo merupakan bukti konkret bahwa energi panas bumi menjadi prioritas dalam agenda transisi energi nasional,” ujarnya.
Adapun delapan PLTP yang diresmikan adalah: PLTP Blawan Ijen Unit 1, Jawa Timur; PLTP Sorik Marapi Unit 5, Sumatera Utara; PLTP Salak Binary, Jawa Bara
Lalu PLTP Patuha Unit 2, Jawa Barat; PLTP Salak Unit 7, Jawa Barat; PLTP Wayang Windu Unit 3, Jawa Barat; PLTP Muaralaboh Unit 2, Sumatera Barat; dan PLTP Ulubelu Gunung Tiga, Lampung.
Hasanuddin menuturkan, beroperasinya pembangkit-pembangkit ini bukan hanya berdampak pada penyediaan listrik ramah lingkungan, tetapi juga membawa manfaat ekonomi yang signifikan bagi daerah dan masyarakat sekitar.
“PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dan Bonus Produksi dari sektor panas bumi cukup besar, ditambah lagi terbukanya lapangan kerja dan efek berganda bagi ekonomi lokal,” jelasnya.
Namun demikian, ADPPI mendorong pemerintah untuk mengatasi sejumlah tantangan yang masih menghambat investasi panas bumi.
Beberapa di antaranya adalah kepastian tarif listrik, serta persoalan sosial akibat minimnya informasi dan komunikasi tentang proyek panas bumi kepada masyarakat.
“Pemerintah perlu melibatkan organisasi masyarakat sipil, khususnya di bidang lingkungan hidup, sejak tahap awal perencanaan proyek. Ini penting untuk membangun kepercayaan dan menghindari konflik sosial,” imbuhnya.
ADPPI juga menyyampaikan, pentingnya percepatan regulasi terkait pemanfaatan langsung panas bumi untuk sektor pariwisata.
Hasanuddin menandaskan, kawasan panas bumi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata yang edukatif dan ekonomis.
“Jika dikelola terintegrasi, pemanfaatan panas bumi tidak hanya untuk pembangkit listrik tapi juga untuk mendongkrak sektor pariwisata dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.*
Baca di Berita Geothermal Presiden Prabowo Resmikan 55 Proyek Energi Hijau, PLTP Ijen Jadi Simbol Lompatan Energi Jawa Timur
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini














