Sorot Merah Putih– Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Informasi ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/9).
“Bapak Presiden memang menerima undangan untuk hadir di Sidang Umum PBB, dan beliau sedang mempertimbangkan kehadirannya,” kata Prasetyo. Ia menambahkan, kehadiran Presiden Prabowo akan menjadi bentuk penghormatan bagi bangsa Indonesia di forum internasional.
Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa Presiden Prabowo akan memimpin langsung delegasi Indonesia di Sidang Majelis Umum PBB ke-79. Sidang tahun ini istimewa karena bertepatan dengan peringatan 80 tahun berdirinya PBB, di tengah tantangan global dan menurunnya kepercayaan dunia terhadap prinsip multilateralisme.
Direktur Jenderal Multilateral Kemlu RI, Tri Tharyat, menjelaskan bahwa Indonesia mendapat kesempatan berbicara di sesi debat umum dengan urutan ketiga. “Biasanya urutan pertama adalah Brasil, kedua Amerika Serikat, dan Indonesia tahun ini mendapat giliran ketiga berdasarkan undian,” ujarnya dalam press briefing Kemlu RI, Kamis (11/9).
Pidato Presiden dibatasi selama 15 menit, sesuai prosedur PBB. Lampu tanda akan berkedip pada menit ke-12 dan berubah merah pada menit ke-15 sebagai batas waktu pidato.
Menurut Kemlu, kehadiran Presiden Prabowo bukan sekadar formalitas. Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI, Umar Hadi, menekankan bahwa hal ini menegaskan komitmen Indonesia terhadap multilateralisme, reformasi PBB, dan peran negara-negara Global South. “Beberapa isu yang menjadi sorotan antara lain Palestina, serangan terhadap negara berdaulat, perubahan iklim, kesehatan mental, hingga penghapusan senjata nuklir,” kata Umar.
Sidang Majelis Umum tahun ini menjadi momentum strategis dengan rangkaian kegiatan penting, termasuk pertemuan tingkat tinggi soal solusi dua negara pada 22 September, peringatan 80 tahun PBB, serta 176 pertemuan resmi dan side events. Indonesia mendapat undangan lengkap, mulai dari level kepala negara hingga pakar.
Meski rincian pidato Presiden Prabowo belum dapat diungkapkan, Umar menegaskan arah besar yang akan dibahas mencakup dinamika global, dorongan reformasi multilateralisme, serta konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.(Van)
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini














