• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Minggu, Maret 8, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Nasional

IRC Reform Tanggapi Pernyataan Jokowi: Demokrasi Butuh Sikap Negarawan, Bukan Tuduhan Politik

Boelan Tresyana oleh Boelan Tresyana
15 Juli 2025
di Nasional
Waktu membaca: 3 menit lebih
A A
0

Sorot Merah Putih, Jakarta – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menilai ada agenda besar politik di balik isu ijazah palsu miliknya hingga isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal itu dirasakan Jokowi usai polemik soal ijazah kembali mencuat setelah dirinya purnatugas.

“Saya berperasaan, memang kelihatannya ada agenda besar politik. Dibalik isu-isu ini ijazah palsu, isu pemakzulan,” kata Jokowi di kediaman pribadinya di Solo, Senin (14/6/2025).

BacaLainnya

Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya: Gizi sebagai Fondasi Pendidikan Nasional

26 Februari 2026

PRIMA Apresiasi Stimulus Pemerintah: Jaga Stabilitas Sosial Jelang Ramadhan

13 Februari 2026
Presiden Prabowo usai melantik keanggotaan Komisi Percepatan Reformasi Polri

Catatan SIAGA 98: Ingat Fakta Polri Bisa Abaikan Presiden

31 Januari 2026

Menanggapi pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo terkait dugaan adanya agenda politik besar di balik isu ijazah palsu dan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Hasanuddin selaku Koordinator SIAGA 98 sekaligus Ketua Indonesia Raya Club for Reform (IRC Reform) menyampaikan bahwa justru Jokowi sendiri yang memperumit situasi.

Alih-alih menyelesaikan polemik secara terbuka dengan menunjukkan dokumen yang dimaksud, Jokowi malah menempuh jalur hukum yang justru memperpanjang polemik dan memunculkan berbagai spekulasi di publik.

“Langkah tersebut seolah menjadi upaya untuk membalikkan isu yang bertujuan menurunkan reputasi politik Jokowi, atau dengan kata lain, untuk men-downgrade,” tegas Hasanuddin, Selasa (15/7/2025).

Padahal, menurut Hasanuddin, jika Jokowi memilih bersikap terbuka dan transparan sejak awal, polemik seputar ijazah bisa segera diselesaikan tanpa perlu menciptakan kegaduhan politik yang berlarut-larut.

“Jokowi telah melemparkan isu yang tidak berdasar soal adanya agenda politik besar. Kami mencurigai beliau dalam kondisi psikologis yang tidak stabil karena menempuh langkah hukum dalam kapasitas sebagai pelapor. Ini preseden baru dalam era reformasi,” ucapnya.

Baca Juga  Presiden Prabowo Kedatangan Tamu dari Dewan Keamanan Federasi Rusia, Ini yang Dibahas...

Lebih lanjut, Hasanuddin menyayangkan langkah Jokowi yang tidak menyelesaikan polemik ijazah dengan cara sederhana, yakni membuka dokumen asli ke publik.

“Seandainya Pak Jokowi memperlihatkan ijazah aslinya kepada pihak-pihak yang mempertanyakan, polemik ini pasti sudah selesai. Polri dapat mengundang UGM dan pihak penggugat seperti Roy Suryo, didampingi saksi independen. Tapi yang terjadi justru pelaporan pidana, yang memperpanjang masalah dan memicu berbagai spekulasi,” terangnya.

SIAGA 98 juga menduga ada kemungkinan Jokowi justru sengaja membiarkan polemik ini berlarut-larut untuk kepentingan politik tertentu.

“Jangan-jangan justru Presiden ke-7 itu sendiri yang sedang memainkan agenda politik besar. Bukan sebaliknya,” tambahnya.

Mengenai wacana pemakzulan terhadap Wapres Gibran, SIAGA 98 menilai hal itu tidak perlu dibesar-besarkan.

“Usulan pemakzulan tidak serta-merta jadi masalah serius. Dalam demokrasi, kritik adalah hal yang wajar. Kalau dianggap sebagai otokritik, justru bisa bermanfaat,” ujarnya.

Hasanuddin juga mengingatkan bahwa Gibran memiliki dukungan politik yang kuat, terutama dari Presiden Prabowo Subianto dan Partai Gerindra.

“Jika dulu saat kampanye Gibran berkata, ‘Tenang saja Pak Prabowo, saya sudah di sini,’ maka sekarang kami katakan, ‘Tenang saja Mas Gibran, kini Prabowo ada di sini’. Apa yang perlu dikhawatirkan soal kebersamaan politik?” cetusnya.

Ia juga menyinggung etika pascapemerintahan, mengingatkan Jokowi agar meneladani sikap mantan Presiden Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Presiden ke-7 perlu belajar dari Presiden Megawati dan SBY yang memberikan ruang bagi penerusnya tanpa menciptakan kegaduhan. Jangan justru membayang-bayangi dengan pertemuan di balik pertemuan yang memunculkan banyak spekulasi,” tegas Hasanuddin.

Terakhir, SIAGA 98 meminta semua pihak mendukung fokus pemerintahan saat ini untuk menghadapi tantangan global dan membangun kesejahteraan rakyat, tanpa diganggu polemik berkepanjangan.

Baca Juga  Waktunya Prabowo Meletakkan Dasar Ekonomi Baru, Mulai dari BUMN

“Presiden dan Wapres saat ini tengah berjuang di kancah internasional dan domestik. Jangan diganggu dengan isu ijazah palsu yang justru bisa menurunkan martabat bangsa-kecuali memang ada agenda politik lain dari Presiden ke-7,” pungkasnya.*

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

Tags: Hasanuddin Koordinator SIAGA 98Ketua IRC HasanuddinPolemik Ijazah JokowiPolemik pemkazulan GibranPresiden ke-7 RI Joko Widodo
ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

Jumhur Hidayat Dorong Pendapatan Kena Pajak Rp10 Juta Keatas: Atasi Lesunya Industri

Posting Selanjutnya

Menyorot Cak Farkhan: Pemimpin Muda Progresif Nahkoda BMI

Related Posts

Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya: Gizi sebagai Fondasi Pendidikan Nasional

26 Februari 2026

PRIMA Apresiasi Stimulus Pemerintah: Jaga Stabilitas Sosial Jelang Ramadhan

13 Februari 2026
Presiden Prabowo usai melantik keanggotaan Komisi Percepatan Reformasi Polri

Catatan SIAGA 98: Ingat Fakta Polri Bisa Abaikan Presiden

31 Januari 2026

Reuni Akpol 91 Bhara Daksa, Komjen Moh. Iqbal Tekankan Nilai Loyalitas dan Kebersamaan

22 Desember 2025
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono sebelumnya melepas bantuan kemanusiaan dalam program solidaritas “Diplomat Peduli” pada Kamis (5/12) di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI

Diplomat Peduli, Menlu Sugiono Kirim Drone Kargo Raksasa untuk Bantu Wilayah Terisolasi Aceh

7 Desember 2025

Poros Jakarta Raya: Hentikan Serakahnomic dan Wujudkan Ekonomi yang Berkeadilan

6 Desember 2025
Posting Selanjutnya

Menyorot Cak Farkhan: Pemimpin Muda Progresif Nahkoda BMI

Presiden Prabowo Akhiri Lawatan Internasional, Bertolak dari Paris Menuju Tanah Air

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Fekon UNIGA Ajak Pelaku UMKM Eduwisata Gunung Guntur: Bangun Branding Lewat Cerita Lokal

7 Maret 2026

Dari Dekonstruksi ke Rekonstruksi: Jika Rocky Gerung Masuk Pemerintahan Prabowo Subianto

4 Maret 2026

Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya: Gizi sebagai Fondasi Pendidikan Nasional

26 Februari 2026
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026)

Agreement on Reciprocal Trade 19/02/2026: Preseden Buruk Diplomasi Indonesia

26 Februari 2026

PRIMA Apresiasi Stimulus Pemerintah: Jaga Stabilitas Sosial Jelang Ramadhan

13 Februari 2026

Presiden Prabowo Terima Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer, Bahas Teknologi dan Masa Depan Aviasi Indonesia

3 Februari 2026
Penutupan Retret PWI 2026 acara “Api Semangat Bela Negara” (ASBN) di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Retret PWI 2026 di Kemhan Resmi Ditutup, 160 Perwakilan PWI Dikukuhkan sebagai Kader Bela Negara

3 Februari 2026

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-Puisi Pulo Lasman Simanjuntak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima TNI Agus Subiyanto Mutasi 5 Perwira Isi Jabatan Strategis di BIN, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramai Dituding Cuma 30 Persen Susu, Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Susu Program MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Dekonstruksi ke Rekonstruksi: Jika Rocky Gerung Masuk Pemerintahan Prabowo Subianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Sjafrie Sjamsoeddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio