Sorot Merah Putih, Jakarta – Ikatan Mahasiswa/i Batak Nasional (IMAIBANA) gelar dialog publik bertajuk “Menatap Masa Depan Pariwisata Danau Toba” di ruang seminar gedung UKI, Jakarta, Minggu (13/6/2025).
Dialog yang digelar bertujuan untuk membahas lebih dalam akan tantangan dan strategi pengembangan Destinasi Pariwisata Danau Toba sebagai lokomotif dan kiblat pariwisata di dunia.
Dalam forum ini hadir sebagai pemateri, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Jimmy Panjaitan dan Wakil Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI), Hulman Panjaitan.
Para narasumber menyoroti sejumlah persoalan yang menjadi hambatan dalam percepatan pengembangan Destinasi Pariwisata Danau Toba seperti minimnya promosi pariwisata secara internasional, minimnya penyelenggaraan event berskala internasional dan rendahnya investasi di kawasan Danau Toba.

Menurut Jimmy Panjaitan, upaya promosi harus dilakukan secara agresif dan berani, salah satunya melalui penyelenggaraan event internasional yang mampu menarik perhatian dunia.
“Kita tidak bisa lagi setengah hati. Promosi harus jor-joran, kita perlu event besar untuk menarik wisatawan mancanegara,” ujarnya.
“Dan hingga saat ini kami juga terus berupaya meyakinkan investor untuk berinvestasi, sembari kami memperjuangkan perubahan jangka waktu investasi yang diinginkan investor agar lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Lamhot Sinaga menyoroti Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur hak guna tanah untuk pariwisata hanya 30 tahun, sementara waktu yang ideal bagi investor minimal 50 tahun, dimana hal ini diluan dapat menghambatan investasi di Danau Toba terkhusus di lahan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT).
“HGU untuk green operation di omnibus law bisa sampai 80 tahun. Sementara PMK dari kemenkeu berbasis bagaimana mendapatkan pendapatan Negara sebesar-besarnya. Mereka tidak tahu bahwa untuk menarik investasi butuh strategi. Jika hanya 30 tahun investor mundur teratur,” ungkapnya.
Sementara Wakil Rektor UKI, Hulman Panjaitan menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk turut andil dalam pengembangan Pariwisata di indonesia terkhusus Danau Toba.
“Peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan pariwisata Indonesia dan di Danau Toba dapat melalui pelaksanaan Tri Darma perguruan tinggi, kurikulum yang menanamkan nilai-nilai kearifan lokal, dan pelaksanaan program kampus merdeka dengan program membangun Desa dan KKN tematik, ujarnya,” ujarnya.
“Kami siap mendukung pelatihan, riset terapan , dan keterlibatan mahasiswa program pembangunan pariwisata Danau Toba,” tambahnya.
Erfan Sihombing selaku Ketua Umum IMAIBANA percaya sinergi dan kolaborasi menjadi elemen penting dalam mendorong kemajuan pariwisata Danau Toba.
“Baik pemuda, masyarakat, akademisi, dan pemerintah perlu membangun sinergitas yang komprehensif. Pendekatan pentahelix perlu didorong bersama dengan setiap pihak menyadari peranan dan tanggung jawab untuk kemajuan pariwisata danau Toba dan budaya Batak,” katanya.
Lebih lanjut Efran Sihombing mendukung edukasi dan pendidikan membangun kesadaran masyarakat untuk mengembangkan pariwisata Danau Toba.
Acara tersebut dihadiri oleh 300an mahasiswa perantau asal dari Danau Toba, turut hadir juga Politisi PDIP Trimedia Panjaitan, DPP PBB, Perkumpulan Gaja Toba Semesta ITB Ramles Silalahi, Politisi Partai Prima Mangapul Silalahi dan pendiri sekaligus pembina IMAIBANA Jhony Barimbing.*
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini














