• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Minggu, Maret 8, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Opini

Gibran Sudah Bekerja, Mereka Masih Bermimpi Buruk

Boelan Tresyana oleh Boelan Tresyana
12 Juni 2025
di Opini
Waktu membaca: 4 menit lebih
A A
0
Wapres RI ke-14, Gibran Rakabuming Raka

Wapres RI ke-14, Gibran Rakabuming Raka (dok Setwapres)


‎oleh: Arvindo Noviar

Sorot Merah Putih, Jakarta – ‎Ada spesies aneh dalam politik kita: mereka yang hanya percaya demokrasi jika mereka menang. Begitu kalah, langsung teriak curang.

BacaLainnya

Dari Dekonstruksi ke Rekonstruksi: Jika Rocky Gerung Masuk Pemerintahan Prabowo Subianto

4 Maret 2026
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026)

Agreement on Reciprocal Trade 19/02/2026: Preseden Buruk Diplomasi Indonesia

26 Februari 2026
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin negara yang menandatangani Board of Peace (BoP) Charter pada Kamis, 22 Januari 2026 di Davos, Swiss

Board of Peace: Langkah Prabowo yang Dibenci Kaum Penonton Tapi Diperlukan oleh Bangsa Besar

31 Januari 2026

Begitu tersingkir, tafsir konstitusi dipelintir demi ambisi. Hari ini, sasaran mereka adalah Gibran Rakabuming Raka-sah secara hukum, sah secara politik, tapi dianggap haram oleh kaum elite yang percaya kekuasaan hanya boleh diwariskan di lingkar mereka sendiri.
‎
‎Saya tak bicara dari sumber fantasi. Saya adalah Ketua Umum Relawan yang sesekali mengawal Gibran keliling kampanye-dari kampung ke kota, dari terik ke hujan, dari makian ke sambutan hangat.

Ia tak datang membawa nama besar saja, ia membawa kerja. Ia tak menunggu disodorkan, ia menjemput mandat dengan kerja keras.

Dan yang paling menyakitkan bagi para penggugat ini adalah: ia menang. Diusung oleh Prabowo sendiri, dipilih langsung sebagai pendamping, bukan karena kekerabatan semata, melainkan karena keyakinan politik.
‎
‎Ingat baik-baik: Gibran adalah pilihan pribadi Prabowo. Ya, Prabowo—sosok yang kenyang pengalaman, matang dalam geopolitik, dan tahu betul siapa yang layak menjadi tandemnya di medan tempur kenegaraan.

Tapi Prabowo tak berjalan sendiri. Ia bukan raja dalam kerajaan. Ia berdiskusi, berembuk, mendengarkan suara para ketua umum partai politik dari Koalisi Indonesia Maju. Dan mereka menyepakati satu nama: Gibran Rakabuming Raka.
‎
‎Apakah itu keputusan sepihak? Jelas tidak. Apakah itu akal-akalan? Juga tidak.

Baca Juga  Kenang Mendiang Effendi Saman: Sosok Pengacara-Aktivis yang Mengabadikan Diri untuk Kaum Tertindas

Prosesnya terbuka, disepakati, bahkan dibicarakan publik berbulan-bulan sebelum resmi dideklarasikan. Dan setelah itu, pasangan Prabowo–Gibran diuji di arena paling demokratis: pemilihan presiden dan wakil presiden.

Rakyat memilih. Rakyat memutuskan. Dan mereka menang.
‎
‎Tapi kemenangan rupanya tak cukup bagi segelintir elite yang terlalu lama terbiasa menjadi pemenang. Mereka mendadak tersinggung oleh sistem yang selama ini mereka puja.

Mereka bicara moral, tapi yang mereka pertontonkan adalah ketidakmampuan menerima kekalahan. Mereka bicara etika, tapi nyatanya hanya sedang mencari celah hukum untuk membatalkan kehendak rakyat.
‎
‎Lucu rasanya, mereka yang gemar membanggakan sejarah panjang demokrasi hari ini ingin menganulir hasil pemilu hanya karena pasangan yang menang tak berasal dari klub eksklusif politik mereka.

Lebih lucu lagi, mereka menyebut Gibran tak sah karena masih muda dan anak presiden, padahal sebagian dari mereka sendiri adalah produk dari dinasti politik tua yang diwariskan seperti sertifikat tanah: turun-temurun.
‎
‎Mereka menuduh Gibran naik lewat jalan pintas. Padahal jalan pintas siapa? Anak muda ini justru menempuh jalan paling rumit: bersaing dengan para senior, dituding tanpa ampun, dihujat karena nama keluarganya, dan tetap melangkah.

Mereka yang duduk di ruang konspiratif berpikir Gibran hanya numpang nama—mereka yang turun ke lapangan tahu, ia bekerja keras untuk menang.
‎
‎Dan izinkan saya bertanya: apakah menjadi wakil presiden bukan bagian dari kehendak rakyat? Apakah mereka pikir 96 juta suara itu hanya jatuh dari langit? Jangan rendahkan rakyat hanya karena Anda tak disukai mereka.
‎
‎Mereka ingin Gibran dimakzulkan. Dengan alasan apa? Karena ia menang terlalu cepat? Karena ia tidak lahir dari partai yang mereka kontrol? Karena ia tak membungkuk pada senioritas yang sekarat? Kalau itu alasannya, kita sedang disuruh tunduk pada feodalisme berkedok demokrasi.
‎
‎Gibran bisa dikritik, tentu. Ia harus diawasi. Tapi menjatuhkannya tanpa dasar hukum adalah penghinaan terhadap konstitusi dan bentuk kekanak-kanakan paling memalukan dari mereka yang dulu mengklaim diri sebagai pejuang reformasi.

Baca Juga  PIJAR 98: Kekhawatiran pada “Reposisi?”

Hari ini mereka lebih mirip sisa-sisa rezim lampau: takut pada kemunculan generasi baru karena kursi mereka mulai diguncang oleh suara yang bukan berasal dari ruang makan keluarga politik lama.
‎
‎Saya berdiri membela Gibran bukan karena fanatisme. Saya berdiri karena saya tahu ia terpilih melalui proses yang benar, melalui keputusan politik yang matang, dan melalui pemilu yang sah.

Saya berdiri karena saya menyaksikan langsung rakyat meneriakkan namanya, bukan karena mereka diperintah, tapi karena mereka berharap.
‎
‎Mereka boleh menggugat, mereka boleh ribut. Tapi suara rakyat yang memilih Gibran tak bisa dipalsukan, apalagi dimakzulkan.
‎
‎Jadi biarlah para pecundang itu terus menggugat dengan sorak bising dan tafsir hukum yang mereka pilin-pilin seperti benang kusut.

Sejarah tidak mencatat mereka yang paling keras bersuara. Sejarah mencatat mereka yang paling ikhlas bekerja.
‎
‎Dan Gibran sudah bekerja—jauh sebelum mereka sadar bahwa mereka sudah kalah.*

Jakarta, 12 Juni 2025

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

Tags: Gibran Sudah BekerjaMas Wapresspesies aneh dalam politikWapres Gibran Rakabuming Raka
ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

KPK Dorong Kepala Daerah Terbitkan SE Cegah Suap dan Gratifikasi Jelang PPDB

Posting Selanjutnya

Diskusi Publik Bersama PMII: Menyoal Masa Depan Pertambangan di Era Transisi Energi

Related Posts

Dari Dekonstruksi ke Rekonstruksi: Jika Rocky Gerung Masuk Pemerintahan Prabowo Subianto

4 Maret 2026
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026)

Agreement on Reciprocal Trade 19/02/2026: Preseden Buruk Diplomasi Indonesia

26 Februari 2026
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin negara yang menandatangani Board of Peace (BoP) Charter pada Kamis, 22 Januari 2026 di Davos, Swiss

Board of Peace: Langkah Prabowo yang Dibenci Kaum Penonton Tapi Diperlukan oleh Bangsa Besar

31 Januari 2026

Jangan Biarkan Serakahnomic Hancurkan Kemanusiaan

1 Desember 2025

Soeharto Ditetapkan sebagai Pahlawan, Merendahkan Standar Kita dalam Bernegara

11 November 2025

Jika Soeharto Jadi Pahlawan, Lalu Kami Ini Siapa?

11 November 2025
Posting Selanjutnya
Kiri ke Kanan Ketua pelaksana acara, Abduh Alfatih Akbar; Bandot Malera, Koordinator FDKI; dan Hasanuddin, Ketua Umum ADPPI

Diskusi Publik Bersama PMII: Menyoal Masa Depan Pertambangan di Era Transisi Energi

Hariadi Tri Joko Mulyo

Rumah Mampang Prapatan XIX: Kenang Mendiang Hariadi Tri Joko Mulyo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Fekon UNIGA Ajak Pelaku UMKM Eduwisata Gunung Guntur: Bangun Branding Lewat Cerita Lokal

7 Maret 2026

Dari Dekonstruksi ke Rekonstruksi: Jika Rocky Gerung Masuk Pemerintahan Prabowo Subianto

4 Maret 2026

Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya: Gizi sebagai Fondasi Pendidikan Nasional

26 Februari 2026
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026)

Agreement on Reciprocal Trade 19/02/2026: Preseden Buruk Diplomasi Indonesia

26 Februari 2026

PRIMA Apresiasi Stimulus Pemerintah: Jaga Stabilitas Sosial Jelang Ramadhan

13 Februari 2026

Presiden Prabowo Terima Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer, Bahas Teknologi dan Masa Depan Aviasi Indonesia

3 Februari 2026
Penutupan Retret PWI 2026 acara “Api Semangat Bela Negara” (ASBN) di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Retret PWI 2026 di Kemhan Resmi Ditutup, 160 Perwakilan PWI Dikukuhkan sebagai Kader Bela Negara

3 Februari 2026

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-Puisi Pulo Lasman Simanjuntak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima TNI Agus Subiyanto Mutasi 5 Perwira Isi Jabatan Strategis di BIN, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramai Dituding Cuma 30 Persen Susu, Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Susu Program MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Dekonstruksi ke Rekonstruksi: Jika Rocky Gerung Masuk Pemerintahan Prabowo Subianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Sjafrie Sjamsoeddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio