“Selama saya hidup di Kota Breatsky dan bekerja menjadi penjaga makam, baru saya melihat begitu tersiksanya jasad ini. Ingatan tentang kesedihan dan kehancuran saya yakin bukan berasal dari Kota Breatsky.”
“Atau mungkin orang ini bisa menggambarkan masa depan?”
“Visual ingatan ini terlalu sulit untuk kita lihat. Amra, segera siapkan laporan ke pusat. Sudah sepatutnya pemerintah mengambil keputusan. Kita serahkan kepada ahlinya.”
Setelah memindai ingatan, Amra kemudian menyiapkan laporan hasil penemuan bersama Omme. Pemakaman pun ditunda menunggu hasil dari kantor pusat.
Dua jasad itu Amra bawa kemudian disimpan pada kapsul yang berada pada ruangan khusus. Walaupun sudah tidak bernyawa, Amra bisa merasakan emosi jasad itu semasa hidup. Seolah tangan, kaki, rambut maupun kuku bisa berbicara dan mengajak Amra untuk berbincang. Apa yang dilakukan orang Breatsky ketika hidup, seperti langkah kakinya berjalan menaiki puncak gunung tertinggi, kaki-kaki itu seolah bercerita kebahagiaannya pada Amra. Saling menyahut kaki kanan dan kiri kadang berbeda pendapat seperti berdebat. Begitu pula dengan salah satu jasad itu. Tangan kanan bercerita kepada Amra bahwa dulu tangan itu sering dipakai untuk melukis. Lalu menyahut lah tangan kiri jasad itu, bahwa dirinya sangat berjasa membersihkan kotoran ketika buang air besar. Pantat jasad itu kemudian tertawa geli, dulu sering mengerjai tangan kiri ketika sudah dibersihkan saat buang air besar, si pantat mengeluarkan kotoran lagi. Tertawalah mereka semua begitu juga dengan Amra.
Cara berkomunikasi mereka tidak melalui mulut dengan mengeluarkan suara tetapi melepaskan energi ke udara, kemudian energi ini ditangkap oleh Amra dalam bentuk informasi.
Tidak lama energi otak keluar pada ubun-ubun jasad itu dan frekuensinya ditangkap Amra. Raut muka Amra berubah secara tiba-tiba. Kesedihan menyelimuti wajah pemuda itu. Otak jasad itu kehilangan ingatan kebahagiaannya akibat virus misterius. Hanya kesedihan, duka dan kegelapan yang tidak pernah dirasakan sebelumnya oleh Amra. Air mata Amra menetes.
Hidung jasad itu bercerita telah menghirup bau busuk ketika melihat reruntuhan kubah langit. Bahwa jasad itu sebelumnya bekerja sebagai penjaga hutan. Pada malam hari ketika sedang berpatroli, melihat ada reruntuhan dari langit dan reruntuhannya jatuh tepat pada hutan yang dijaga. Mata jasad itu kemudian bercerita melihat keanehan pada kubah langit yang ambrol, ada celah dan tampak seperti cahaya menembus dari luar bagai sinar matahari, bahkan sinarnya lebih menyilaukan dari matahari Kota Breatsky. Setelah itu udara berbau busuk tercium. Sejak menghirup udara aneh, penjaga hutan itu kemudian sakit parah, tubuhnya menggigil lalu tidak sadarkan diri.
Pada tempat lain laporan yang dikirim penjaga makam tiba di kantor pusat. Pemerintah kota sudah membentuk badan penanggulangan bencana virus sebelum semakin memburuk. Penyelidikan pada kubah langit yang ambrol pun mulai dilakukan. Memeriksa celah dan udara bau busuknya.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini











