Bulan yang berduka bagi Kota Breatsky, sudah total tujuh orang Kota Breatsky meninggal. Menurut keterangan resmi pemerintah kota, mereka meninggal karena terpapar virus asing yang datang dari dunia luar. Orang-orang Breatsky berspekulasi datangnya virus terbawa dari reruntuhan kubah langit.
“Amra siapkan alat perekam ingatan! Kamu masih paham dengan pelatihannya bukan?”
Senior Amra menyemangati dengan mengingatkan agar tidak lupa dengan pelatihan menyimpan ingatan orang yang sudah meninggal. Ingatan itu dikumpulkan pada sebuah benda yang mirip dengan tabung berukuran besar terbuat dari besi. Tabung itu memiliki banyak selang menempel pada bagian bawah seperti tentakel gurita. Bagian tengahnya terdapat indikator dan layar berfungsi melihat perkembangan pemindahan ingatan orang-orang yang sudah meninggal.
Informasi semasa hidup orang yang meninggal akan dipindah dan dikumpulkan. Orang-orang Kota Breatsky memiliki kemampuan memindai kenangan orang yang sudah meninggal. Kenangan yang tersimpan di otak bisa ditransfer ke media lain. Kenangan orang-orang meninggal semasa hidupnya akan dipergunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan bukan untuk membangkitkan atau menghidupkan kembali.
Tidak seperti pada ingatan jasad-jasad sebelumnya, tujuh orang yang meninggal akibat virus asing itu menjadi sangat sulit terpindai. Hasilnya pun terjadi error dengan banyak data terhapus atau gambar menjadi buram dan sangat sulit untuk dilihat.
Hal yang lebih menakutkan adalah ingatan ke tujuh jasad itu menyimpan kehancuran dan kekacauan. Tergambar dengan adanya kehidupan lain di permukaan bumi diisi oleh orang-orang ukuran tubuhnya pendek, setinggi perut dewasa orang Breatsky.
“Kita belum bisa menyimpulkan, tapi saya yakin ingatan ini bukan berasal dari sini. Bisa jadi legenda orang-orang permukaan memang benar-benar ada.”
“Memangnya dulu tidak ada yang seperti ini Pak Omme? Orang meninggal menyimpan kenangan yang sangat menyedihkan.”
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini











