Hasil investigasi membuat hipotesis bahwa legenda orang-orang permukaan memang benar adanya. Adanya kehidupan dengan udara berbeda. Hanya mereka belum berani berspekulasi apakah orang-orang permukaan bersahabat atau membahayakan Breatsky.
Tempat reruntuhan kubah langit yang berada di hutan dijaga ketat oleh pemerintah. Para peneliti hebat berkumpul di sana. Sementara warga kota sudah mulai resah, mereka terbagi menjadi dua keyakinan. Pertama, ada yang menganggap orang-orang permukaan ramah, tidak jauh beda dengan orang-orang Breatsky. Jadi mereka percaya harus ada orang yang pergi ke permukaan lalu mengajak mereka mengunjungi Kota Breatsky. Menolong mereka, atau orang-orang Breatsky bisa membuat permukaan layak untuk ditinggali. Keyakinan kedua, ambrolnya kubah langit adalah bencana bagi ketentraman dan kedamaian Kota Breatsky. Mereka percaya orang-orang permukaan bersifat merusak, penjelajah, dan juga menjajah. Kubah langit yang ambrol adalah ulah tangan orang-orang permukaan. Orang-orang permukaan sedang mencari tempat untuk ditinggali karena udara di permukaan berbau busuk. Belum bintang-bintang di angkasa yang jatuh menghantam permukaan. Jelas, orang-orang permukaan ingin bersembunyi dan tanggal di perut bumi yang subur.
Setelah perdebatan yang cukup panjang, pemerintahan Kota Breatsky akhirnya memutuskan untuk meneliti lebih jauh tentang kehidupan di permukaan untuk mencari anti virus. Selain itu, pergi ke permukaan dengan alasan kemanusiaan. Orang-orang permukaan adalah manusia yang bisa jadi satu nenek moyang dengan orang-orang Breatsky, dari dasar itu kemungkinan besar mereka membutuhkan pertolongan Breatsky.
Ketika pemerintah sudah mengeluarkan keputusan, semua warga kota mematuhinya. Tidak ada lagi perbedaan keyakinan yang berujung perdebatan.
โAmra, saya mendapat surat resmi dari pemerintah. Saya menjadi bagian tim untuk meneliti permukaan. Ini mungkin tugas terakhir sebelum saya pensiun. Tolong jaga pemakaman ini.โ
Tanpa menjelaskan panjang lebar, Amra meyakini bahwa hal buruk akan menimpa seniornya. Amra menghormati keputusan Omme untuk pergi ke pemukaan meneliti kehidupan di sana.
*Wiwit Putra Bangsa lahir di Bandung. Menulis menjadi kebiasaannya untuk mengeluarkan sesaknya segala yang ada di kepala agar tidak terlalu penuh dan berat. Menulis Buku Orang-orang Tersesat (2021). Cerpennya terpublikasikan di beberapa media. Puisi berjudul Liana menjadi juara satu kompetisi online tingkat nasional tahun 2023
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini











