Sorot Merah Putih, Pulau Buru — Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke Markas Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 821/Satria Bupolo di Pulau Buru, Maluku, Sabtu (25/10). Kunjungan ini menandai komitmen pemerintah memperkuat pertahanan wilayah timur Indonesia sekaligus menghidupkan kembali semangat kebangsaan di tanah yang pernah menyimpan sejarah kelam bangsa.
Menhan Sjafrie datang bersama jajaran tinggi TNI, antara lain Wapang TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kabaloghan Marsdya Yusuf Jauhari, Pangdam XV/Pattimura Mayjen Putranto Gatot Sri Handoyo, Aslog Kasad Mayjen Adisura Firdaus Tarigan, dan Danrem 151/Binaiya Brigjen Rafles Manurung. Kehadiran mereka disambut hangat prajurit dan masyarakat setempat, yang kini turut menjadi bagian dari upaya membangun satuan baru di jantung Maluku itu.
Pembangunan Sudah Capai 74,79 Persen, 80 Persen Prajurit Putra Daerah
Dalam pemaparan lapangan, Danyonif TP 821/SB Letkol Inf Zodiqul Ulum Ely melaporkan bahwa progres pembangunan markas telah mencapai 74,79 persen. Pekerjaan dilakukan dengan semangat gotong royong antara prajurit dan masyarakat setempat, termasuk dalam pembangunan sarana dasar dan program ketahanan pangan.
Yang menarik, sekitar 80 persen personel Yonif TP 821/SB merupakan putra daerah Pulau Buru. Mereka bukan hanya garda pertahanan negara, tetapi juga simbol keterlibatan masyarakat lokal dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.
“Kami tidak hanya membangun markas, tetapi juga membangun kepercayaan dan hubungan sosial dengan masyarakat Pulau Buru,” ujar Letkol Zodiqul. “Sinergi ini menjadi fondasi kuat bagi pertahanan dan pembangunan daerah.”
Menhan Sjafrie: Dari Pulau Kelam Menjadi Tanah Kehormatan
Dalam arahannya kepada seluruh prajurit, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan apresiasi atas semangat pengabdian pasukan yang bekerja dengan dedikasi tinggi di tengah keterbatasan fasilitas.
“Saya bangga dengan semangat kalian. Yonif TP 821/SB harus menjadi percontohan di wilayah timur Indonesia tangguh, profesional, dan dekat dengan rakyat,” tegas Menhan.
Ia juga menyinggung nilai historis Pulau Buru yang pernah dikenal sebagai tempat pembuangan politik di masa lalu. Namun, menurut Sjafrie, sejarah tidak boleh menjadi beban, melainkan tonggak kebangkitan baru.
“Dulu tanah ini menyimpan kisah kelam. Kini menjadi tanah pengabdian dan kebanggaan. Jadikan Pulau Buru saksi semangat juang prajurit TNI untuk Merah Putih,” ujar Sjafrie dengan nada berapi.
Menegaskan Peran TNI Sebagai Wajah Negara
Dalam sesi arahan penutup, Sjafrie mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan, disiplin, dan moralitas sebagai tiga pilar utama kekuatan TNI. Ia juga menekankan kesejahteraan prajurit serta perawatan fasilitas dasar seperti dapur satuan agar tetap bersih dan layak.
“Kalian adalah wajah negara di mata rakyat. Tunjukkan bahwa prajurit TNI adalah tentara yang tangguh, berdisiplin, dan berhati baik,” pesan Menhan.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini
















