Sorot Merah Putih, Bandung – Presiden Prabowo Subianto mengawali kegiatannya di Jawa Barat dengan menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 dengan meninjau langsung berbagai inovasi unggulan nasional yang dipamerkan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (7/8/2025).
Konvensi yang berlangsung selama tiga hari ini, merupakan kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan ITB, serta menjadi bagian dari peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang jatuh pada 10 Agustus.
Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyebutkan bahwa konvensi ini digelar sebagai inisiatif langsung dari Presiden Prabowo untuk menyatukan kekuatan para peneliti, akademisi, dan pelaku industri, khususnya di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo melihat capaian dan terobosan teknologi dari delapan sektor prioritas nasional, yakni energi, pertahanan, digitalisasi (kecerdasan buatan dan semikonduktor), hilirisasi, kesehatan, pangan, maritim, serta material dan manufaktur maju.
Salah satu yang menarik perhatian adalah stan milik PT Pertamina (Persero) yang menampilkan teknologi Katalis Merah Putih serta rig pengeboran migas buatan anak bangsa.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menilai kehadiran Presiden sebagai bentuk dukungan nyata negara terhadap pengembangan teknologi nasional.
“Kita harapkan dengan inovasi-inovasi yang kami tampilkan hari ini, kontribusi peningkatan migasnya bisa meningkat di masa depan sehingga target Bapak Presiden Prabowo untuk peningkatan lifting migas dan ketahanan energi nasional bisa tercapai,” ujar Fadjar.
Fadjar juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan teknologi yang terus berkembang.
“Oleh sebab itu, kita juga harus membuka diri dan berkolaborasi dengan banyak pihak, salah satunya dengan ITB yang memang sangat concern dalam pengembangan teknologi,” jelasnya.

Dari sektor kesehatan, Universitas Gadjah Mada melalui Science Techno Park memamerkan teknologi ventilator adaptif buatan lokal yang mampu menyesuaikan aliran oksigen sesuai kebutuhan pasien.
“Ventilator ini sangat spesial. Jika pasien dalam kondisi sesak, alat ini akan menyesuaikan. Ini berbeda dari ventilator konvensional,” jelas Deputy Director UGM Science Techno Park, Prof. Sang Kompiang Wirawan.
Ia menambahkan bahwa dukungan negara sangat penting dalam proses hilirisasi inovasi teknologi.
“Yang terpenting sekarang adalah negara menjadi pembeli pertama inovasi anak bangsa. Itu bisa dimanfaatkan oleh BUMN, pemerintah pusat maupun daerah. Negara hadir sebagai off-taker,” tegasnya.
KSTI 2025 digelar sebagai ajang strategis kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri untuk mendorong kedaulatan teknologi Indonesia.
Kehadiran langsung Presiden Prabowo di pameran sebelum menyampaikan pidato utama dinilai mempertegas komitmen negara dalam mendukung sains dan teknologi sebagai tulang punggung pembangunan nasional.
“Dukungan dari Bapak Presiden sangat berarti. Kita harapkan ini menjadi pemicu dan motivasi agar sains dan teknologi di Indonesia semakin maju,” pungkas Fadjar.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini















