Sorot Merah Putih, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Kamis pagi. Rapat ini membahas sejumlah isu strategis nasional, mulai dari sektor pangan hingga optimalisasi devisa hasil ekspor (DHE) yang berperan penting bagi stabilitas ekonomi Indonesia.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih, antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo memberikan sejumlah arahan strategis lintas sektor untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dan memastikan kebijakan pemerintah berjalan secara sinergis serta berorientasi pada kepentingan rakyat.
Mendorong Kemandirian Pangan Nasional
Sektor pangan menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Presiden Prabowo memberikan instruksi langsung kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk memperkuat produksi pupuk nasional. Ia menekankan pentingnya ketersediaan pupuk berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau sebagai langkah konkret untuk meningkatkan produktivitas petani dan menjaga ketahanan pangan nasional.
“Guna meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” demikian pernyataan resmi yang diunggah akun Sekretariat Kabinet.
Kebijakan ini mencerminkan komitmen Presiden dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia, agar negara tidak lagi bergantung pada impor bahan pendukung pertanian. Pemerintah ingin memastikan para petani memperoleh dukungan optimal untuk mengembangkan sektor pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
Optimalisasi Devisa Ekspor untuk Stabilitas Ekonomi
Selain sektor pertanian, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya pengelolaan devisa hasil ekspor (DHE) secara optimal. Ia menekankan agar devisa dari hasil ekspor dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk mendorong stabilitas ekonomi nasional dan memperkuat cadangan devisa negara.
Presiden menilai, pengelolaan DHE yang baik akan menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga daya tahan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Dengan demikian, pemerintah mendorong agar seluruh pemangku kepentingan termasuk pelaku ekspor dan sektor perbankan berperan aktif dalam memastikan devisa negara tetap berputar di dalam negeri.
Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo yang menitikberatkan pada kemandirian finansial, penguatan industri dalam negeri, dan peningkatan nilai tambah ekspor.
Konsolidasi Kebijakan Menuju Indonesia Mandiri
Rapat terbatas di Kertanegara ini menjadi bagian dari strategi Presiden Prabowo untuk memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga negara. Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan sebagai fondasi pembangunan nasional.
Melalui pendekatan yang terukur, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil, Presiden Prabowo menunjukkan bahwa arah kepemimpinan nasional ke depan menekankan kemandirian bangsa, efisiensi kebijakan, serta kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini
















