oleh :
Marlin Dinamikanto
Sorot Merah Putih – Terminologi Serakahnomic itu dikenalkan secara meluas oleh Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, 21 Juli 2025.
Dalam pidatonya Presiden Prabowo mensinyalir adanya pihak-pihak yang tidak pernah jera mencuri kekayaan negara.
Peringatan Presiden Prabowo kembali bergema saat terjadinya banjir bandang parah yang menggenang di tiga wilayah Provinsi Sumatera meliputi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Kuasa alam menelanjangi keserakahan manusia dengan menunjukkan bukti-bukti langsung lewat kayu-kayu gelondongan yang diangkut air bah dari hulu ke wilayah-wilayah permukiman penduduk di Tapanuli Tengah, Sibolga dan Tapanuli Selatan.
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu tegas mengatakan kayu-kayu gelondongan itu berasal dari kegiatan ilegal logging untuk pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di lereng-lereng pegunungan.
Untuk itu selaku bupati Masinton sudah berusaha mencegah terjadinya banjir bandang dengan melakukan moratorium pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di kawasan perbukitan di wilayahnya.
Namun di penghujung November yang muram banjir bandang tiba-tiba datang. Ratusan ribu atau bahkan jutaan warga di pesisir pantai barat Sumatera terdampak besarnya air bah.
Mengingatkan kisah Nabi Nuh yang kali ini memberikan peringatan secara tegas kepada para binatang ekonomi yang semakin serakah mengunyah apa saja – termasuk sumberdaya alam yang mestinya memberikan kesejahteraan kepada warga di sekitarnya.
Negara yang mestinya memberikan perlindungan yang penuh kepada warganya mendadak terdiam. Infrastruktur dasar hancur. Jalan-jalan, jembatan penghubung, tiang listrik, sarana dan prasarana air bersih, fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan lainnya lumpuh.
Dalam pernyataan resmi sejumlah pejabat kementerian, seperti biasa, mereka lebih menyalahkan faktor cuaca yang tidak ramah di jantung musim penghujan.
Sulit dibayangkan berapa ribu air mata tumpah mengiringi keranda kerabat korban ke pemakaman, berapa pula yang harap-harap cemas atas nasib keluarganya yang masih tertimbun puing-puing banjir atau terseret arus, berapa pula yang dirawat di tenda-tenda darurat?
Sedangkan bantuan logistik yang mengalir dari solidaritas kemanusiaan dari berbagai penjuru wilayah terhambat. Hingga hari kedua pasca terjadinya bencana jarang terlihat helikopter menurunkan bantuan logistik ke daerah bencana.
Warga yang terancam kelaparan pun mulai menjarah mini market. Sehingga Presiden Prabowo memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lebih sigap. Namun status Bencana Nasional tidak segera dimaklumatkan.
Di tengah sempitnya ruang fiskal, bisa jadi status Bencana Nasional masih jadi pertimbangan. Namun warga terdampak yang kedinginan dan terancam kelaparan membutuhkan penanganan yang segera.
Ini pula yang memicu desakan dari banyak netizen agar pemerintah segera menetapkan status Bencana Nasional mengingat luasnya areal yang terdampak banjir bandang.
Tapi apakah para binatang ekonomi yang serakah akan introspeksi diri atas keserakahannya? Alih-alih intropeksi mereka yang tinggal di rumah-rumah megah itu menyebut gelontoran kayu-kayu itu tumbang sendiri karena debit hujan yang super deras.
Mengutip Mahatma Gandhi, sumberdaya alam cukup untuk memberikan kesejahteraan kepada semua warga dunia tapi tidak pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan sekelompok orang yang serakah.
Di sini sebenarnya, hai para menteri pentingnya menghayati seruan Presiden Prabowo tentang bahaya sesungguhnya dari serakahnomic.
Bahaya itu sungguh nyata, bukan saja telah menenggelamkan wilayah utara pesisir barat Pulau Sumatera, bukan saja menumbalkan banyak orang untuk memenuhi hasrat keserakahan segelintir orang, melainkan telah membunuh kemanusiaan itu sendiri.
Lagi pula, hujan memang berkemampuan menumbangkan pohon, tapi hujan tidak memiliki gergaji yang bisa mengubah kayu-kayu yang tumbang menjadi kayu gelondongan.***
*Penulis adalah mantan Pimred Kabar dari Pijar (KdP) dan sekarang Pimpinan Umum sorotmerahputih.com
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini















