Sorot Merah Putih, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta kembali membuat terobosan dalam layanan publik pada masa 100 hari kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.
Setelah membuka akses taman dan ruang terbuka hijau (RTH) selama 24 jam serta memperpanjang jam operasional perpustakaan hingga malam hari, kini Pemprov Jakarta meluncurkan program kunjungan malam hari ke museum milik pemerintah daerah.
Program bertajuk “Night at The Museum” resmi dimulai pada Sabtu, 10 Mei 2025, dan mendapat sambutan positif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk perkumpulan Gerak Jakarta yang menyatakan dukungan penuh atas kebijakan ini.
“Pemprov Jakarta berhasil membuka lebih banyak ruang publik di malam hari, memberi kesempatan bagi warga yang hanya memiliki waktu luang setelah jam kerja untuk tetap menikmati fasilitas budaya dan edukatif,” ujar Ketua Umum Gerak Jakarta, Dhini Mudiani, saat memimpin rombongan kunjungan ke Museum Sejarah Jakarta.
Rombongan Gerak Jakarta menjelajahi museum pada Sabtu, 10 Mei 2025, pukul 19.00 hingga 20.30 WIB, dalam kunjungan yang dikemas sebagai bagian dari kampanye mereka untuk meningkatkan literasi sejarah dan budaya masyarakat, khususnya generasi muda.
Tur malam tersebut dipandu langsung oleh Kepala Museum Esti Utami bersama Kepala UP Museum Kesejarahan Jakarta, Amat Kusaini Al Alexs, serta Koordinator Tourist Guide & Tiketing UP Museum dan Ketua Umum Ikatan Pemandu Museum Indonesia (IPMI) beserta staf.
Dalam sesi dialog dengan pihak museum, Dhini mengapresiasi langkah Pemprov Jakarta yang dinilainya inovatif dan inklusif.
Ia juga mendorong agar museum terus berinovasi dalam menyajikan pengalaman yang menarik bagi pengunjung.
“Saya melihat sudah ada ruang imersif dan ruang audio visual yang menayangkan film-film tentang kegiatan seni, budaya, serta kehidupan masyarakat Batavia. Ini sangat positif untuk menarik minat warga,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum Gerak Jakarta, Intan, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan menghapus stigma negatif terhadap museum.
“Kami ingin mengajak masyarakat, terutama anak muda, agar melihat museum sebagai tempat yang menarik, menyenangkan, dan sarat informasi. Program ini efektif untuk menghilangkan kesan suram dan angker yang selama ini melekat pada museum,” kata Intan.
Melalui program “Night at The Museum”, Pemprov Jakarta berupaya menjadikan museum sebagai ruang edukasi sekaligus rekreasi yang terbuka dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, kapan pun waktunya.
Dukungan dari berbagai komunitas seperti Gerak Jakarta menjadi sinyal positif bahwa inisiatif ini mendapat tempat di hati warga.*Beng
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini















