Sorot Merah Putih, Jakarta – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menegaskan empat sektor hilirisasi prioritas yang menjadi fokus pengembangan nasional, yakni mineral dan batu bara, minyak dan gas bumi, perikanan dan kelautan, serta perkebunan dan kehutanan.
Direktur Strategi dan Tata Kelola Hilirisasi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Ahmad Faisal Suralaga, menyatakan keempat sektor ini memiliki potensi besar tidak hanya untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri, tetapi juga untuk menarik investasi dan mendorong ekspor.
“Yang paling penting, ketika hilirisasi dari empat bidang ini terealisasi, potensi investasinya mencapai US$ 618 miliar dan dapat menciptakan lebih dari 3 juta lapangan kerja,” ujar Ahmad dalam acara Minerba Convex 2025 di Jakarta Convention Center, Rabu (15/10/2025).
Potensi Investasi Tiap Sektor
Secara rinci, potensi investasi yang bisa digarap di keempat sektor adalah:
• Mineral dan batu bara: US$ 498,4 miliar (~Rp 8.261,47 triliun)
• Minyak dan gas bumi: US$ 68,3 miliar (~Rp 1.132,14 triliun)
• Perikanan dan kelautan: US$ 15,3 miliar (~Rp 253,61 triliun)
• Perkebunan dan kehutanan: US$ 36,1 miliar (~Rp 598,39 triliun)
Jika seluruh potensi ini terealisasi, Indonesia diperkirakan mampu menghasilkan ekspor senilai US$ 857,6 miliar (~Rp 14.215,57 triliun) dan nilai tambah ekonomi sebesar US$ 235,9 miliar (~Rp 3.910,27 triliun).
Pendekatan Ekosistem untuk Hilirisasi Berkelanjutan
Ahmad menekankan bahwa pengembangan hilirisasi dilakukan dengan pendekatan ekosistem, memastikan seluruh rantai nilai tetap berada di dalam negeri dan memberikan manfaat maksimal.
“Artinya, kami memastikan hilirisasi itu, memastikan nilai tambah ada di dalam negeri. Jadi pendekatannya ekosistem,” jelasnya.
Sebagai contoh konkret, Indonesia kini menjadi satu-satunya negara yang telah membangun ekosistem baterai kendaraan listrik, mulai dari pertambangan bahan baku hingga produksi sel baterai, termasuk rencana pengembangan tahap recycling.
“Kita patut berbangga karena ekosistem baterai kendaraan listrik ini sudah terbangun lengkap, dan akan terus dikembangkan hingga tahap daur ulang,” tambah Ahmad.
Dampak Strategis bagi Perekonomian Nasional
Dengan hilirisasi yang tepat, keempat sektor ini tidak hanya meningkatkan pendapatan nasional, tetapi juga menjadi penggerak lapangan kerja, mendorong inovasi teknologi, dan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global.
Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memastikan sumber daya alam dimanfaatkan secara optimal, memberikan nilai tambah di dalam negeri, dan memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini
















