• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Sabtu, Mei 2, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Opini

Bencana Berulang di Garut: Mitigasi yang Mandul, Rakyat yang Terluka

Boelan Tresyana oleh Boelan Tresyana
18 Maret 2025
di Opini
Waktu membaca: 4 menit lebih
A A
0

oleh :
Yaman Suryaman, SE., M.Si., Ph.D
Ketua Pusat Pengurangan Risiko Bencana Universitas Garut dan
Ketua Forum Perguruan Tinggi Pengurangan Risiko Bencana Wilayah Jawa Barat

Sorot Merah Putih – Kabupaten Garut kembali dilanda bencana alam banjir yang menimbulkan kerugian materil dan non materil. Kejadian ini terus berulang terjadi jika terjadi hujan deras mengguyur wilayah kabupaten Garut.

BacaLainnya

MBG yang Bersih, Dampak yang Berlipat: Dari Gizi Siswa hingga Penggerak Ekonomi Lokal

22 April 2026

Pandangan ADPPI atas Gagasan Menteri Keuangan Purbaya terkait Penataan Geo Dipa dan PNM dalam Ekosistem BUMN Panas Bumi dan Transisi Energi Nasional

18 April 2026

Ikhtiar Mengungkap Kasus Besar

16 April 2026

Kejadian yang baru saja terjadi salah satunya adalah kejadian banjir di daerah Kecamatan Cisurupan pada hari Sabtu kemarin tanggal 15 Maret 2025.

Banjir yang terjadi di Kecamatan Cisurupan, berdampak pada terendamnya tujuh rumah penduduk dan ruas jalan Cisurupan-Cikajang akibat meluapnya air dan lumpur dari sub DAS sungai Ciharemas.

Bupati Garut berpendapat bahwasannya perlu penanganan yang cepat baik jangka panjang maupun jangka pendek termasuk langkah mitigasi agar bencana serupa tidak terulang kembali di masa yang akan datang.

Pertanyaannya adalah bagaimana mitigasi yang sudah dilakukan selama ini sehingga bencana banjir kembali terulang di Kabupaten Garut?

Dibalik bencana yang terus berulang terjadi ini, terdapat indikasi kuat bahwa mitigasi bencana yang seharusnya dilakukan tidak terlaksana dengan baik, sehingga memperparah dampak yang terjadi.

Mitigasi Bencana yang Tidak Optimal

Bencana ini sebenarnya bukanlah yang pertama kali terjadi di Garut. Wilayah ini dikenal rawan banjir dan longsor akibat topografi berbukit dan curah hujan yang tinggi.

Baca Juga  Kebebasan Pers, Governance dan Transparansi Program MBG

Namun, upaya mitigasi yang dilakukan selama ini dapat dikatakan tidak memadai sehingga bencana di lokasi yang sama terus terulang. Beberapa faktor yang menjadi penyebab kegagalan mitigasi antara lain:

1.Kurangnya Pemeliharaan Infrastruktur Pengendali Banjir:

Banyak saluran air dan bendungan kecil yang seharusnya berfungsi untuk mengalirkan air hujan tidak terawat dengan baik.

Terjadi sedimen tanah atau lumpur dari hulu sungai yang menumpuk juga sampah yang masuk ke saluran selokan maupun sub DAS sungai dan DAS sungai. Akibatnya, saat hujan deras, air meluap dan menyebabkan banjir.

2.Alih Fungsi Lahan:

Maraknya alih fungsi lahan dari hutan dan area resapan air menjadi permukiman atau lahan pertanian telah mengurangi daya dukung lingkungan. Hal ini memperbesar risiko longsor dan banjir.

Padahal kabupaten Garut merupakan Kawasan yang secara administratif sebagai wilayah dengan luas Kawasan hutan lindung sebesar 60%. Meskipun fakta di lapangan kemungkinan besar tidak sebesar ini persentase nya.

3.Kurangnya Sosialisasi dan Kesiapan Masyarakat: Meskipun Garut termasuk daerah rawan bencana, kesadaran masyarakat tentang mitigasi bencana masih rendah.

Banyak warga yang tidak memahami tentang pengurangan risiko bencana termasuk alih fungsi lahan maupun kebiasan membuang sampah sembarangan ke aliran sungai.

Selain itu, dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana dalam bentuk langkah-langkah evakuasi belum tersosialisasikan dengan baik ke seluruh masyarakat.

4.Koordinasi Antar-Lembaga yang Lemah: Koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, dan lembaga terkait lainnya seringkali tidak optimal.

BPBD sering dipandang sebelah mata oleh OPD teknis di Kabupaten Garut. Keterlibatan BPBD yang seharusnya strategis dalam pembangunan guna mitigasi potensi bencana sering tidak terjadi.

Hal ini menjadi Penyebab terjadinya bencana. Selain itu, Ketika bencana terjadi respons terhadap bencana menjadi lambat dan tidak terorganisir dengan baik.

Baca Juga  Kenang Mendiang Setyadharma S Pelawi: Selalu Hadir di Setiap Demonstrasi

Rekomendasi untuk Mengurangi Dampak Bencana di Masa Depan

Agar bencana serupa tidak terulang atau dampaknya dapat diminimalisir, beberapa langkah perlu segera diambil:

1. Perbaikan dan Pemeliharaan Infrastruktur: Pemerintah perlu memprioritaskan perbaikan saluran air, bendungan, dan infrastruktur pengendali banjir lainnya. Pemeliharaan rutin juga harus dilakukan untuk memastikan infrastruktur tersebut berfungsi optimal dengan cara pengerukan sedimentasi aliran sungai, anak sungai dan juga selokan.

2. Penegakan Aturan tentang Alih Fungsi Lahan: Pemerintah harus tegas dalam menegakkan aturan terkait alih fungsi lahan. Kawasan hutan dan area resapan air harus dilindungi untuk mengurangi risiko longsor dan banjir.

3. Peningkatan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat: BPBD dan pemerintah daerah perlu meningkatkan sosialisasi tentang mitigasi bencana kepada masyarakat. Pelatihan evakuasi dan simulasi bencana harus dilakukan secara berkala, sistematis dan terstruktur.

4. Penguatan Sistem Peringatan Dini: Teknologi sistem peringatan dini harus ditingkatkan, termasuk pemasangan alat pendeteksi curah hujan dan peringatan dini longsor.

Yang lebih penting adalah strategi komunikasi dan Informasi dari sistem ini harus disebarluaskan secara cepat dan efektif kepada masyarakat.

Misalnya melalui dibentuknya grup Whatsapp secara berjenjang dari mulai tingkat RT, RW, Desa, dan kecamatan Sehingga informasi bisa sampai lebih efektif.

Untuk antisipasi keadaan internet mati dapat digunakan media komunikasi dengan menggunakan radio. Setiap RT bisa ditempatkan satu perangkat radio rig di ketua RT nya.

5. Koordinasi Antar-Lembaga yang Lebih Baik: Dengan spirit pentahelix, Pemerintah daerah, BPBD, Media Massa, dunia usaha, akademisi, NGOs yang bergerak di bidang kebencanaan, dan OPD-OPD Teknis terkait harus meningkatkan koordinasi dalam merencanakan dan melaksanakan program mitigasi bencana.

Sinergi antar-lembaga akan menciptakan manajemen bencana yang baik dari mulai tahapan mitigasi ke tahapa kesiapsiagaan, tahapan tanggap darurat hingga tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Baca Juga  Faperta UNIGA Gelar Pelatihan Penulisan Ilmiah Berbasis Teknologi AI bagi Dosen

6. Dengan langkah-langkah konkret dan komitmen bersama, diharapkan Kabupaten Garut dapat mengurangi risiko bencana banjir dan longsor di masa depan.

Bencana ini harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih serius dalam mengelola lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana.*Boelan

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

Tags: BPBD GarutDampak Bencana di Masa DepanForum Perguruan Tinggi Pengurangan Risiko BencanaMitigasi bencanaUniversitas Garut
ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

Draf RUU TNI Beredar di Medsos Beda dengan Pembahasan Komisi I, Ini Penjelasan Dasco

Posting Selanjutnya

Turut Berduka dan Prihatin, IPW: Tindak Tegas Pelaku Penembakan Tiga Anggota Polri di Lampung

Related Posts

MBG yang Bersih, Dampak yang Berlipat: Dari Gizi Siswa hingga Penggerak Ekonomi Lokal

22 April 2026

Pandangan ADPPI atas Gagasan Menteri Keuangan Purbaya terkait Penataan Geo Dipa dan PNM dalam Ekosistem BUMN Panas Bumi dan Transisi Energi Nasional

18 April 2026

Ikhtiar Mengungkap Kasus Besar

16 April 2026
ilustrasi

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

28 Maret 2026
ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Dari Dekonstruksi ke Rekonstruksi: Jika Rocky Gerung Masuk Pemerintahan Prabowo Subianto

4 Maret 2026
Posting Selanjutnya
Korban Penembakan terhadap Kapolsek dan Anggota Polres Way Kanan saat Penggrebekan Judi Sabung Ayam di Desa Negri Besar Way Kanan

Turut Berduka dan Prihatin, IPW: Tindak Tegas Pelaku Penembakan Tiga Anggota Polri di Lampung

Wabup Garut, Putri Karlina, menggelar pertemuan dengan Baznas Kabupaten Garut, di Kantor Wakil Bupati Garut, Selasa (18/3/2025).

Wabup Garut Putri Karlina Dorong Optimalisasi Zakat ASN Melalui Baznas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu, 29 April 2026

Presiden Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Tahap II Rp116 Triliun di Cilacap

30 April 2026

ADPPI Tegaskan Peran Kunci Jumhur Hidayat dalam Sinkronisasi Transisi Energi dan Lingkungan

29 April 2026

KPK Dorong Reformasi Tata Kelola Parpol untuk Cegah Korupsi Politik Sejak Hulu

27 April 2026

Rocky Gerung Hadiri Pelantikan Jumhur Hidayat, Soroti Isu Lingkungan Jadi Penentu Politik Gen Z

27 April 2026

KPK-Lemhannas Gembleng 110 Calon Pemimpin Berintegritas di Tengah Ancaman Konflik Kepentingan

24 April 2026
dok KAI

COO Danantara Dony Oskaria Pacu Modernisasi KAI untuk Transportasi Massal Terintegrasi Berkelanjutan

23 April 2026

Minimnya Anggaran KPK dan Dampaknya Terhadap Efektivitas Pemberantasan Korupsi di Indonesia

23 April 2026

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rocky Gerung Hadiri Pelantikan Jumhur Hidayat, Soroti Isu Lingkungan Jadi Penentu Politik Gen Z

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Tahap II Rp116 Triliun di Cilacap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ADPPI Tegaskan Peran Kunci Jumhur Hidayat dalam Sinkronisasi Transisi Energi dan Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima TNI Agus Subiyanto Mutasi 5 Perwira Isi Jabatan Strategis di BIN, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Sjafrie Sjamsoeddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio