• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Senin, Juni 8, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Opini

Mengapa Dasco Tetap di DPR Saat Kursi Kabinet Terbuka Lebar?

Boelan Tresyana oleh Boelan Tresyana
8 Juni 2026
di Opini
Waktu membaca: 4 menit lebih
A A
0

Hasanuddin, SH
Koordinator SIAGA 98

Sorot Merah Putih, Jakarta – Secara politik, tidak banyak yang meragukan bahwa Sufmi Dasco Ahmad memiliki kapasitas dan pengaruh untuk menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih.

BacaLainnya

Malaikat Pelindung Silmy Karim

7 Juni 2026

Tantangan Nanik S. Deyang: Menata Ulang Arah dan Integritas Program MBG

4 Juni 2026

Presiden di Panggung Dunia, Mendagri Menjaga Kesinambungan Pemerintahan

31 Mei 2026

Sebagai Ketua Harian Gerindra dan salah satu tokoh yang sejak lama berada di lingkaran strategis Prabowo Subianto, peluang untuk menduduki kursi menteri sesungguhnya terbuka lebar.

Namun, Dasco justru berada di DPR. Pilihan ini menunjukkan bahwa dalam politik, tidak semua kekuatan harus ditempatkan di dalam kabinet.

Ada kalanya posisi yang lebih strategis justru berada di luar pemerintahan, tetapi tetap memiliki pengaruh besar terhadap arah kebijakan dan stabilitas politik.

Di parlemen, Dasco menjalankan peran yang tidak ringan. Ia berada di persimpangan antara fungsi legislasi dan kebutuhan pemerintahan.

Di satu sisi, ia menjaga proses politik di DPR agar tetap berjalan selaras dengan agenda pembangunan nasional. Di sisi lain, ia menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan berbagai kekuatan politik di parlemen.

Peran seperti ini tidak banyak diminati. Jabatan menteri menawarkan panggung yang lebih besar, eksposur yang lebih tinggi, dan pengakuan publik yang lebih langsung.

Sementara itu, menjadi penghubung antara kekuatan politik dan pemerintahan menuntut kemampuan membangun konsensus, meredam konflik, serta menjaga keseimbangan tanpa harus selalu tampil di depan layar.

Justru karena itulah posisi Dasco menjadi penting. Ia berada pada titik yang memungkinkan komunikasi antara eksekutif dan legislatif berlangsung lebih cair, terutama dalam pemerintahan yang ditopang oleh koalisi besar dengan beragam kepentingan politik.

Baca Juga  Presiden Prabowo di PBB: Indonesia Mengutuk Keras Tragedi Kemanusiaan di Gaza

Menarik untuk dibayangkan, jika saja Dasco masuk ke dalam kabinet. Sangat mungkin magnet politik akan tertuju kepadanya sebagai salah satu sentrum pintu masuk kekuasaan.

Dengan posisi dan kedekatannya dengan Presiden Prabowo, berbagai kelompok politik, birokrasi, hingga pelaku usaha akan melihatnya sebagai salah satu pusat gravitasi baru dalam pemerintahan.

Dalam situasi seperti itu, bukan tidak mungkin perhatian publik dan elite politik yang saat ini banyak tertuju pada sosok-sosok strategis di lingkungan Istana akan bergeser.

Bahkan, sebagian pengamat bisa saja mulai melihat Dasco sebagai figur yang lebih menentukan dalam lalu lintas komunikasi kekuasaan.

Pandangan yang selama ini banyak diarahkan kepada Teddy Indra Wijaya sebagai salah satu figur dekat Presiden, bisa saja beralih kepada Dasco apabila ia berada di dalam kabinet dengan kewenangan yang lebih formal dan lebih terlihat.

Penulis melihat terdapat sisi positif dan negatif dari posisi Dasco saat ini. Di satu sisi, keberadaannya di DPR membuat fungsi komunikasi politik antara pemerintah dan parlemen berjalan lebih efektif.

Ia memiliki ruang yang luas untuk membangun konsensus dan menjaga stabilitas politik tanpa dibatasi oleh tugas-tugas teknokratis pemerintahan.

Namun di sisi lain, posisi tersebut juga membuat kapasitas kepemimpinan dan pengalaman politiknya belum sepenuhnya teraktualisasi dalam pengambilan keputusan eksekutif.

Padahal, dengan pengalaman, jaringan, dan pengaruh yang dimilikinya, Dasco memiliki modal yang cukup untuk memegang tanggung jawab strategis dalam pemerintahan.

Karena itu, ke depan mungkin sudah saatnya Dasco tidak hanya berperan sebagai penghubung kekuasaan, tetapi juga menjadi bagian langsung dari pusat pengambilan keputusan negara.

Duduk pada posisi strategis di kabinet akan memberikan ruang yang lebih besar bagi dirinya untuk menerjemahkan gagasan politik menjadi kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Baca Juga  Bencana Berulang di Garut: Mitigasi yang Mandul, Rakyat yang Terluka

Pada akhirnya, politik membutuhkan keseimbangan antara mereka yang menjaga komunikasi dan mereka yang menjalankan kekuasaan.

Dasco telah membuktikan kemampuannya pada peran pertama. Tantangan berikutnya adalah apakah pada waktunya ia akan mendapat kesempatan untuk memainkan peran kedua, yakni berada di pusat kekuasaan dan memimpin agenda strategis pemerintahan secara langsung.

Dan, bukankah Ketua Partai Politik pendukung lain juga sudah berada di Kabinet, diantaranya Muhaimin Iskandar, Partai Kebangkitan Bangsa, Menko Pemberdayaan Masyarakat; Zulkifli Hasan, Partai Amanat Nasional, Menko Pangan; Agus Harimurti Yudhoyono, Partai Demokrat, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah;

Airlangga Hartarto, Partai Golkar, Menko Perekonomian; Bahlil Lahadalia, Partai Golkar, Menteri ESDM; Yusril Ihza Mahendra, Partai Bulan Bintang, Menko Kumham Imipas; Agus Jabo Priono, Partai Prima, Wamensos.*

Artikel telah tayang di Kabariku.com

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

Tags: Kabinet Merah PutihKetua Harian DPP Gerindra Prof. H. Sufmi Dasco AhmadPresiden Prabowo SubiantoSeskab Teddy Indra Wijaya
ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

Malaikat Pelindung Silmy Karim

Related Posts

Malaikat Pelindung Silmy Karim

7 Juni 2026

Tantangan Nanik S. Deyang: Menata Ulang Arah dan Integritas Program MBG

4 Juni 2026

Presiden di Panggung Dunia, Mendagri Menjaga Kesinambungan Pemerintahan

31 Mei 2026

Rupiah Centrum: Saatnya Keluar dari Bayang-Bayang Dollar

18 Mei 2026

Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Badai Politik

8 Mei 2026

MBG yang Bersih, Dampak yang Berlipat: Dari Gizi Siswa hingga Penggerak Ekonomi Lokal

22 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Mengapa Dasco Tetap di DPR Saat Kursi Kabinet Terbuka Lebar?

8 Juni 2026

Malaikat Pelindung Silmy Karim

7 Juni 2026

SIAGA 98 Dukung Kejagung Usut Tuntas Korupsi BGN, Minta Permohonan JC Soni Sonjaya Ditolak

6 Juni 2026

Presiden Prabowo Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Tekankan Dedikasi Pelaksana untuk Generasi Emas 2045

5 Juni 2026

Letkol Teddy Indra Wijaya Raih Penghargaan Taskap Terbaik pada Dikreg LXVII Seskoad 2026

4 Juni 2026

Tantangan Nanik S. Deyang: Menata Ulang Arah dan Integritas Program MBG

4 Juni 2026

KPK Maknai Pancasila sebagai Fondasi Moral untuk Mewujudkan Indonesia Bebas Korupsi

2 Juni 2026

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIAGA 98 Dukung Kejagung Usut Tuntas Korupsi BGN, Minta Permohonan JC Soni Sonjaya Ditolak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa Dasco Tetap di DPR Saat Kursi Kabinet Terbuka Lebar?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Maknai Pancasila sebagai Fondasi Moral untuk Mewujudkan Indonesia Bebas Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Tekankan Dedikasi Pelaksana untuk Generasi Emas 2045

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Nanik S. Deyang: Menata Ulang Arah dan Integritas Program MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio