Sorot Merah Putih, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya langkah antisipasi untuk mencegah Indonesia menjadi basis operasi judi online (judol) jaringan internasional.
Pernyataan itu disampaikan menyusul penggerebekan markas judol di kawasan Jakarta Barat yang melibatkan ratusan warga negara asing (WNA).
“Kita harus melakukan antisipasi jangan sampai ada pihak-pihak yang berkeinginan menjadikan Indonesia sebagai tempat persinggahan atau sebagai tempat utama judi online, tentu saja itu jangan sampai terjadi,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Sebelumnya, Tim Gabungan Polri menggerebek markas judi online di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan 321 orang yang terdiri dari 320 WNA dan satu WNI yang diketahui pernah bekerja di pusat operasi judol di Kamboja. Mereka ditangkap saat tengah mengoperasikan situs judi online.
Para WNA tersebut diketahui masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata yang telah melewati masa berlaku (overstay) dan tidak memiliki izin kerja resmi.
Markas judol itu diduga telah beroperasi selama sekitar dua bulan dengan menyewa satu lantai gedung sebagai pusat operasi digital lintas negara yang terorganisasi.
Puan menyatakan dukungannya terhadap langkah Polri dalam memberantas praktik judi online di Indonesia. Ia menilai pengungkapan kasus tersebut menunjukkan bahwa Indonesia mulai dimanfaatkan sebagai lokasi operasional jaringan judol internasional.
“Karena itu pengetatan atau antisipasi terkait dengan hal itu ya harus dilakukan bukan hanya sekarang tapi secara berkala, hal ini penting karena ini juga untuk menjaga jangan sampai ini menjadi semakin luas dan melebar,” kata Puan.
Menurutnya, terungkapnya markas judi online internasional di Jakarta Barat menjadi sinyal serius terkait berkembangnya pola baru kejahatan digital lintas negara yang memanfaatkan jaringan domestik di Indonesia.
“Kondisi ini menunjukkan adanya transformasi ancaman digital yang semakin kompleks,” ungkap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.
Puan pun mendorong pemerintah memperkuat langkah strategis agar Indonesia tidak menjadi basis baru operasi judi online internasional.
Langkah tersebut, kata dia, mencakup pengawasan terhadap ekosistem digital, pergerakan jaringan siber, hingga aktivitas lintas negara yang dinilai perlu diperketat secara serius.
“Persoalan judi online tidak cukup dibaca sebagai tindak pidana perjudian biasa. Karena saat jaringan asing dapat masuk melalui relasi dan fasilitasi aktor domestik, maka persoalannya telah menyentuh aspek keamanan digital nasional dan kerentanan tata kelola ruang siber Indonesia,” paparnya.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) itu juga menilai judi online telah menjadi ancaman terhadap ketahanan sosial karena berdampak luas bagi masyarakat.
“Ketika jaringan internasional dapat membangun basis operasi di dalam negeri dengan dukungan aktor lokal, maka ruang digital Indonesia menjadi semakin rentan dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal lain yang lebih luas,” ujarnya.
Puan menambahkan, pengungkapan markas judol internasional di Jakarta harus menjadi momentum untuk memperkuat kedaulatan digital nasional.
Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya menutup platform ilegal, tetapi memastikan ruang digital Indonesia tidak dimanfaatkan jaringan kejahatan internasional.
“Tetapi memastikan ruang digital Indonesia tidak menjadi tempat tumbuhnya jaringan kejahatan internasional yang memanfaatkan masyarakat Indonesia sendiri sebagai bagian dari operasionalnya,” tutup Puan.*
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini














