Sorot Merah Putih, Jakarta – Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan komitmennya untuk bekerja cepat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ferry menyatakan hal tersebut setelah resmi dilantik di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (8/9/2025).
“Tentu akan melanjutkan apa yang sudah kami lakukan. Mulai besok kita akan bergerak secepat mungkin untuk kegiatan, khususnya Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dan juga koperasi secara umumnya,” ujar Ferry dalam keterangannya, dikutip Selasa (9/9/2025).
Ferry mengungkapkan, hingga saat ini Presiden belum menunjuk sosok Wakil Menteri Koperasi.
“Belum ada keputusan siapa wakil menteri yang mendampingi saya,” ujarnya singkat.

Prioritas Program dan Target Undang-Undang Baru
Ferry menekankan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih menjadi prioritas utama. Selain itu, ia berencana mendorong lahirnya Undang-Undang Sistem Perkoperasian Nasional untuk menggantikan aturan lama.
“Secepat mungkin kita akan melahirkan Undang-Undang Sistem Perkoperasian Nasional yang baru untuk menggantikan Undang-Undang nomor 92 yang sudah terlalu lama belum diganti,” jelasnya.
Selain mempersiapkan regulasi baru, Ferry menyatakan akan segera berkonsultasi dengan Menteri Keuangan terkait pagu anggaran Kementerian Koperasi.
“Kita ingin bisa menjadi kementerian kelas dua yang mampu mendukung kerja 80 ribu koperasi desa agar bisa operasional. Tapi tentu kami akan berkonsultasi lebih jauh dengan menteri keuangan yang baru dan pihak terkait lainnya,” papar Ferry.
Berikut Profil Ferry Juliantono
Ferry Joko Juliantono lahir di Jakarta pada 27 Juli 1967. Ia tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang kuat sejak kecil. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di SD Duren Tiga 07 Pagi, ia melanjutkan ke SMP Sumbangsih Jakarta dan SMA Mahardhika Surabaya.
Perjalanan akademisnya dilanjutkan di Universitas Padjadjaran (Unpad), di mana ia meraih gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi pada 1993.
Tidak berhenti disana, Ferry meneruskan pendidikan ke jenjang pascasarjana di Universitas Indonesia, mengambil Program Studi Hubungan Internasional dengan kekhususan Ekonomi Politik Internasional, dan menyelesaikan gelar Magister pada 2006.
Kecenderungannya terhadap isu-isu kebijakan publik, agraria, dan pembangunan rakyat ditegaskan pula melalui partisipasi aktifnya dalam berbagai seminar dan pelatihan internasional, seperti konvensi Asian NGO Coalition for Agrarian Reform, forum ketahanan pangan, pelatihan bank syariah, serta pelatihan pengolahan data pangan bersama BPS dan Kementan.

Aktivis, Kiprah Organisasi, dan Politik
Ferry dikenal sebagai aktivis dan organisatoris yang aktif sejak awal reformasi. Ia bergabung di ALDERA dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (2000-2006) dan memimpin aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Perjuangannya di lapangan dan basis massa membentuk karakter politik Ferry yang inklusif dan bersuara untuk kelompok marginal.
Dalam bidang organisasi, ia dipercaya sebagai Ketua Umum Dewan Tani Indonesia sejak 2005 dan menjabat Wakil Direktur Pelaksana Inkoptan, organisasi induk koperasi petani dan nelayan.
Ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), anggota Dewan Pakar ICMI, Ketua Dewan Pengawas Inkopontren, serta Sekjen Syarikat Islam periode 2021-2026.
Selain itu, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Unpad (IKA Unpad) periode 2024–2028, menggantikan calon lain yang mundur sebelum pemilihan Ferry Juliantono.
Secara politik, Ferry memulai langkahnya di Partai Demokrat pada awal 2010-an, namun kemudian berlabuh ke Partai Gerindra. Ia saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Bidang Penggalangan Massa untuk periode 2020–2025.
Karier Profesi dan Jabatan Pemerintahan
Karier Ferry dimulai sebagai auditor keuangan untuk proyek kerja sama USAID di Yayasan Mandiri pada 1991. Ia kemudian menjadi konsultan pengembangan industri kecil serta konsultan sistem perbankan prudensial di Bank BNI. Antara 1997-1999, ia menjabat sebagai Kepala Departemen Pengembangan Masyarakat di CIDES, think tank yang didirikan ICMI.
Ia juga pernah menjabat Komisaris Utama PT Wana Artha Citra Industri dan terlibat sebagai auditor internasional untuk beberapa perusahaan nasional.
Nama Ferry mulai dikenal luas di pemerintahan setelah dilantik sebagai Wakil Menteri Koperasi dan UKM pada 21 Oktober 2024. Dalam posisi ini, ia mendorong rebranding kelembagaan koperasi dan mengedepankan digitalisasi sebagai solusi transformasi sektor.
Salah satu langkah konkret yang ia ambil adalah peluncuran aplikasi di Pasar ketika menjabat Ketua Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) dan Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) pada 2020.
Aplikasi ini memudahkan transaksi kebutuhan pokok masyarakat langsung dari pedagang pasar ke rumah konsumen.
Puncak kariernya ditandai dengan pelantikannya sebagai Menteri Koperasi ke-13 oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025.
Ferry Juliantono menggantikan Budi Arie Setiadi dan membawa mandat besar untuk memperkuat koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia sebagai garda depan ekonomi rakyat.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini
















